Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batang Dirgahayu Riyadi bersama tim kesehatan didampingi perwakilan BPI, secara intensif melakukan pemantauan dan pengecekan kesehatan di desa - desa yang mengalami kerawanan. Secara intens petugas kesehatan telah menyasar di 52 titik dengan kerawanan penyakit yang beragam.
“Target kami selama Juli hingga November 2026, menyasar 92 titik untuk dilakukan cek kesehatan bagi warga desa. Pemeriksaan yang diintensifkan di antaranya cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, tinggi dan berat badan serta rongent,” katanya, saat ditemui di Pendopo Balai Desa Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Senin (12/10/2026).
Pemeriksaan menggunakan rongent menjadi sangat penting saat ini karena menjadi upaya deteksi dini munculnya kerawanan TBC. Semoga upaya ini bisa meminimalisir munculnya TBC, di wilayah Ujungnegoro dan sekitarnya.
Diakui, kerawanan penyakit yang terjadi yakni paru, maka tingkat kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, meski terjadi penurunan dari tahun 2025 181 orang, menjadi 160 orang di tahun 2026.
“Rentan usia dari remaja hingga dewasa dengan penanganan pengobatan maupun terapi pencegahan TB yang diberikan kepada mereka yang memiliki kerawanan risiko terpapar,” jelasnya.
CSR Manager PT Bhimasena Power Indonesia Ahmad Lukman membenarkan, bersama tim Dinkes telah intens menggelar cek kesehatan gratis di tiga desa yang berada di sekitar PLTU, yakni Karanggeneng, Ponowareng dan Ujungnegoro. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kesehatan warga di desa-desa tersebut, yang kembali digelar di awal Oktober 2026.
“Sebelumnya sudah digelar semester pertama 2026, di tiga desa tersebut, dan pertengahan bulan ini pun kami gelar kembali demi memastikan kesehatan warga terjamin,” ungkapnya.
Cek kesehatan gratis ini sangat penting, terlebih menyikapi cuaca kemarau panjang yang melanda, tentu berdampak pada kondisi tubuh warga desa. Ini bentuk langkah pencegahan kami, agar ke depan masyarakat lebih peduli lagi terhadap kesehatan dirinya, yang difokuskan pada 100 orang tiap desanya.
Salah satu warga, Dewi sengaja mengikuti cek kesehatan gratis setelah mendapat informasi dari pihak desa agar mengetahui kondisi kesehatan di tengah kemarau panjang. Ia pun mendukung penuh dengan digelarnya cek kesehatan gratis secara rutin karena membantu warga mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya.
“Ya bagus, karena memudahkan kami tahu kondisi kesehatan. Soalnya dari rumah sudah merasakan kurang enak badan, ternyata setelah dicek memang kolesterol tinggi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)