Batang - Gelaran Karnaval SCTV yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya menjadi wahana hiburan cuma-cuma bagi warga setempat, namun dampak positifnya pun turut dirasakan langsung para pelaku UMKM. Festival UMKM, yang menghadirkan puluhan stan kuliner dan produk kreatif, dibuka sebagai upaya Pemda setempat mendukung perputaran ekonomi, sekaligus mengenalkan kuliner khas Batang ke kancah nasional.
Batang - Gelaran Karnaval SCTV yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Batang tidak hanya menjadi wahana hiburan cuma-cuma bagi warga setempat, namun dampak positifnya pun turut dirasakan langsung para pelaku UMKM. Festival UMKM, yang menghadirkan puluhan stan kuliner dan produk kreatif, dibuka sebagai upaya Pemda setempat mendukung perputaran ekonomi, sekaligus mengenalkan kuliner khas Batang ke kancah nasional.
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan untuk mengenalkan ragam makanan tradisional di hadapan para artis seperti Ben Kasyafani, Fanny Ghassani dan Anwar. Ketiganya sempat mencicipi langsung menu-menu tradisional khas Batang yang telah ada sejak ratusan tahun lalu, mulai dari nasi megono, getuk bokong, lontong lemprak hingga serabi kalibeluk yang melegenda.
“Even ini sudah digelar sejak Sabtu kemarin dan puncaknya hari ini, yang mengundang keramaian di Kota Batang. Lalu kami padukan dengan UMKM, yang tujuan utamanya mengembangkan produk-produk lokal untuk diperkenalkan ke kancah nasional,” katanya, saat ditemui di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Minggu (11/10/2026).
Salah satu pelaku UMKM Nasi Cokot, Yolandha Verra Budiarti bersyukur dengan digelarnya Festival UMKM karena membantu mempromosikan produk olahan menu kekinian ke pengunjung. Tentu saat even spesial seperti Karnaval SCTV ini, makin meningkatkan pendapatan lebih dari 50 pesen.
“Kalau hari biasa cuma Rp500 ribu, tapi pas ada even spesial bisa nembus Rp1 juta. Jadi bismillah semoga bisa dapat omset sampai Rp2 juta,” harapnya.
Diakuinya, ia sengaja menjual menu Nasi Cokot dengan harga yang ramah di kantong, sehingga dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.
“Menunya ada Nasi Cokot Ayam Suwir dan Tongkol Suwir, harganya cuma Rp10 ribu per porsi, pembeli tinggal pilih, bayarnya bisa tunai atau pakai QRIS,” ungkapnya.
Ia berterima kasih kepada Pemkab Batang khususnya Disperindagkop dan UKM karena membuka Festival UMKM di even Karnaval SCTV. Yang pasti ini stannya gratis karena kami sudah terdaftar di Disperindagkop.
Ditemui secara terpisah, Kepala Disperindagkop dan UKM Batang Wahyu Budi Santoso menerangkan, sebanyak 70 stan yang terpusat di Festival UMKM, untuk memeriahkan Karnaval SCTV sebagai cara untuk mempromosikan berbagai produk kriya maupun kuliner. Dengan mengkolaborasikan antara even pertunjukan dan bazar, tentu membantu mempromosikan produk pelaku UMKM.
“Dengan digelarnya Karnaval SCTV ini menambah ramai pengunjung dan makin laris pula dagangan mereka. Kami berkerja sama dengan pihak ketiga untuk memverifikasi produk UMKM, agar terjaga kualitasnya, sehingga konsumen terpuaskan,” tegasnya.
Ia berharap, para pelaku UMKM yang telah terverifikasi dapat memanfaatkan momentum even ini untuk menyuguhkan produk-produk terbaiknya ke konsumen.
“Semoga bisa bertransaksi sesuai aturan, boleh tunai atau non-tunai,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)