Batang - Tingkat literasi dan inklusi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dipacu agar tak terjebak dalam pusaran investasi serta pinjaman online (pinjol) ilegal. Upaya ini diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bertajuk Capital Market Goes to Office di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Senin (5102026).
Batang - Tingkat literasi dan inklusi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dipacu agar tak terjebak dalam pusaran investasi serta pinjaman online (pinjol) ilegal. Upaya ini diwujudkan lewat gelaran Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bertajuk “Capital Market Goes to Office” di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Senin (5/10/2026).
Acara yang diinisiasi atas kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Batang Suyono. Pemkab Batang menyambut positif langkah strategis ini untuk mendorong pemahaman finansial pegawai di lingkungan pemerintahan.
Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi perhatian OJK terhadap peningkatan pemahaman keuangan para abdi negara. Menurutnya, pemahaman pengelolaan finansial yang bijak dan aman sudah menjadi kebutuhan krusial di era modern.
“Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, ASN tidak hanya dituntut untuk profesional dalam memberikan pelayanan publik, tetapi juga harus cakap dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahaya maraknya penawaran investasi bodong dan pinjol ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat maupun kalangan pegawai Pemkab.
“Oleh karena itu, kegiatan Capital Market Goes to Office ini menjadi momentum yang sangat tepat. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya diajak untuk memahami pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, tetapi juga dikenalkan secara langsung dengan instrumen investasi pasar modal yang resmi, legal, aman, dan diawasi langsung oleh OJK,” tegasnya.
Melalui program edukasi terpadu ini, para ASN diperkenalkan pada instrumen investasi resmi seperti saham, obligasi, hingga reksa dana. Pemerintah Kabupaten Batang berharap momentum ini mampu mengubah budaya finansial para pegawai secara berkelanjutan.
“Harapan kami, melalui edukasi hari ini, para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang dapat bertransformasi dari saving society menjadi investing society,” pungkasnya.
Kegiatan SEPMT 2026 ini menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI Hasan Fawzi sebagai keynote speaker. Edukasi mendalam juga disampaikan oleh sederet pakar industri keuangan, di antaranya Asisten Direktur Divisi Pengelolaan Investasi 2.2 OJK Kukuh Hutama, Kepala Wilayah Jawa Tengah 1 PT Bursa Efek Indonesia Fanny Rifqi El Fuad, PIC Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Pasar PT KPEI Wihartanto, serta Kepala Divisi Pengembangan Sistem Informasi PT KSEI Delonika Yuki Eka Putra. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)