DPRD Batang Inisiasi Perubahan Raperda Pariwisata, Bupati Dorong Ekosistem Wisata

Kamis, 01 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 487 kali Acara Pimpinan Daerah
DPRD Batang Inisiasi Perubahan Raperda Pariwisata, Bupati Dorong Ekosistem Wisata
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan dukungan Perubahan Raperda Pariwisata saat rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyambut inisiatif DPRD Kabupaten Batang untuk mengubah sejumlah peraturan daerah yang berkaitan dengan pariwisata dan kesejahteraan sosial. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pendapat Bupati terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1102026).

Batang – Pemerintah Kabupaten Batang menyambut inisiatif DPRD Kabupaten Batang untuk mengubah sejumlah peraturan daerah yang berkaitan dengan pariwisata dan kesejahteraan sosial. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pendapat Bupati terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1/10/2026).

“Salah satu raperda yang dibahas yakni Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Batang Tahun 2017-2031. Perubahan RIPPARDA diperlukan untuk menyesuaikan arah pembangunan pariwisata Batang dengan kondisi terkini, regulasi nasional, serta kebutuhan pembangunan daerah hingga 2031,” jelasnya.

Pada dasarnya untuk menyesuaikan arah pembangunan pariwisata Kabupaten Batang dengan kondisi terbaru, regulasi nasional, serta kebutuhan pembangunan daerah sampai Tahun 2031. Perda Nomor 3 Tahun 2017 masih menjadi dasar RIPPARDA Batang 2017-2031. Namun, terdapat perkembangan regulasi nasional setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Perubahan RIPPARDA tidak cukup hanya dilakukan dengan menyesuaikan nomenklatur atau pasal dengan aturan terbaru. Pemkab Batang ingin perubahan tersebut turut mengubah cara pandang pembangunan pariwisata, dari sekadar dokumen perencanaan pariwisata menjadi dokumen yang menggambarkan ekosistem pariwisata secara menyeluruh,” terangnya.

Secara substantif perubahan RIPPARDA Batang sebaiknya tidak sekadar mengubah nomenklatur atau menyesuaikan pasal dengan Undang-Undang baru, tetapi memperbarui cara pandang pembangunan pariwisata.

Menurut Faiz, pembangunan pariwisata ke depan perlu memperhatikan berbagai aspek yang saling terhubung, mulai dari potensi destinasi, masyarakat, ekonomi kreatif, investasi, infrastruktur, lingkungan, budaya, digitalisasi hingga pasar wisatawan.

“Dengan pendekatan tersebut, pembangunan pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Perubahan RIPPARDA akan menjadi landasan hukum dan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan yang lebih adaptif terhadap perkembangan regulasi, teknologi, karakteristik destinasi, kebutuhan masyarakat dan dinamika industri pariwisata,” tegasnya.

Selain itu, regulasi tersebut diharapkan memperkuat keterpaduan pembangunan destinasi, industri, pemasaran dan kelembagaan pariwisata. Dalam rapat paripurna yang sama, Bupati juga menyampaikan pendapat terhadap Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Faiz juga menyebut, desa memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan kepariwisataan daerah. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari keindahan alam, tetapi juga budaya, tradisi, kesenian, kuliner, kerajinan, sejarah hingga kehidupan masyarakat.

“Pengembangan desa wisata perlu dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan landasan hukum yang memberikan arah yang jelas mengenai pengelolaan, pembinaan, pemberdayaan masyarakat, promosi, serta pengawasan desa wisata,” ujar dia.

Menurut Faiz, masyarakat desa harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengembangan desa wisata, mulai dari perencanaan, pengelolaan hingga evaluasi. Pengembangan desa wisata juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan usaha mikro dan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya lokal.

“Pengembangan desa wisata tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan. Aspek keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, pemerataan manfaat ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa juga harus menjadi perhatian. Pengembangan desa wisata tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, pemerataan manfaat ekonomi, dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat desa,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 97
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 145
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 101
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 145
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 177
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 143