Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional

Selasa, 29 September 2026 Jumadi Dibaca 32 kali Teknologi
Komdigi Dorong Transformasi Komunikasi Publik Berbasis AI melalui Rembuk Nasional
Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya memberikan sambutan saat membuka Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional di Monumen Pers Nasional, Kota Solo.
Solo Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.

Solo – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dan pemahaman para pengelola komunikasi publik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital serta dinamika informasi di masyarakat.

Workshop tersebut membahas berbagai strategi komunikasi publik yang adaptif, berbasis data, dan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dua agenda utama, yakni Monitoring Isu Publik dan Analisis Sentimen Berbasis AI serta Pengukuran Media Komunikasi Digital.

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya Melalui agenda Monitoring Isu Publik dan Analisis Sentimen Berbasis AI, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI untuk memantau perkembangan isu yang berkembang di ruang publik sekaligus menganalisis kecenderungan sentimen masyarakat terhadap suatu isu.

“Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pengelola komunikasi publik dalam memperoleh informasi secara lebih cepat dan terukur. Data hasil pemantauan dapat menjadi bahan dalam menyusun strategi komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” katanya usai membuka kegiatan Rembuk Komunikasi Publik Nasional di Monumen Pers Nasional, Kota Solo, Selasa (29/9/2026).

Materi Pengukuran Media Komunikasi Digital membahas pentingnya pengukuran efektivitas komunikasi yang dilakukan melalui berbagai platform digital. Pengukuran dapat digunakan untuk mengetahui jangkauan, interaksi, serta respons masyarakat terhadap informasi yang disampaikan pemerintah.

“Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan berbagi pengalaman antarpengelola komunikasi publik. Perkembangan ekosistem digital menuntut pemerintah untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, akurat, mudah dipahami, serta berdasarkan data,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan komunikasi publik di tingkat pusat maupun daerah semakin adaptif terhadap perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat. Pemanfaatan AI dan pengukuran media digital diharapkan dapat mendukung terwujudnya komunikasi pemerintah yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Batang Vidi Bahtiar Bethan menyampaikan, bahwa keikutsertaannya sebagai peserta dalam Workshop Rembuk Komunikasi Publik Nasional menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan komunikasi publik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan komunikasi publik saat ini. Terutama terkait monitoring isu publik dan analisis sentimen berbasis AI, karena perkembangan isu di ruang digital berlangsung sangat cepat dan membutuhkan pemantauan yang lebih sistematis,” ujar dia.

Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah dalam membaca kecenderungan isu dan respons masyarakat terhadap berbagai informasi yang beredar di ruang publik. Namun, hasil analisis tetap perlu dipahami dan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan konteks serta kondisi di lapangan.

“Selain monitoring isu, pengukuran media komunikasi digital juga penting untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan pemerintah dapat menjangkau dan diterima masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi agar strategi komunikasi publik ke depan semakin efektif,” pungkasnya.

Ia berharap, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam workshop tersebut dapat diterapkan dalam penguatan komunikasi publik di Kabupaten Batang, sekaligus mendorong pengelolaan informasi pemerintah yang lebih adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 28
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 44
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 29
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 26
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Batang Makin Pedas
Batang - Kemarau panjang yang melanda Pantura Kabupaten Batang berdampak pada harga dan kualitas sayuran, terutama cabai yang hingga kini masih melonjak tajam. Di Pasar Batang kenaikan harga terjadi sejak sepekan lalu, dengan kisaran kenaikan Rp5 ribu, untuk hampir seluruh jenis cabai.
29 Sep 2026 Jumadi 22
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Pembangunan Masih Berlangsung, Peresmian Kopdes Merah Putih Tunggu Verifikasi Agrinas
Batang - Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang masih terus dipercepat dengan pendampingan dari Pemda bersama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), hingga seluruhnya dipastikan siap beroperasi. Hingga saat ini sebanyak 161 Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun dari 248 desa yang tersebar di Kabupaten Batang, untuk melewati serangkaian proses verifikasi dan validasi dari PT. Agrinas dan Pemda setempat sebelum diserah terimakan ke tiap desa.
29 Sep 2026 Jumadi 32