Batang - Usai ratusan pelajar mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati M Faiz Kurniawan didampingi Direktur RSUD Batang dokter Any Rusydiani memantau kondisi terkini pelayanan korban. Melihat kejadian luar biasa tersebut, Bupati memastikan seluruh biaya pengobatan para korban, ditanggung sepenuhnya oleh Pemda, dengan tetap mencukupi kebutuhan obat maupun tempat tidur pasien.
Batang - Usai ratusan pelajar mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati M Faiz Kurniawan didampingi Direktur RSUD Batang dokter Any Rusydiani memantau kondisi terkini pelayanan korban. Melihat kejadian luar biasa tersebut, Bupati memastikan seluruh biaya pengobatan para korban, ditanggung sepenuhnya oleh Pemda, dengan tetap mencukupi kebutuhan obat maupun tempat tidur pasien.
Dalam kunjungannya, Faiz mengecek langsung ketersediaan obat terlebih dengan bertambahnya jumlah korban, serta ruang penanganan yang nyaman.
“Stok obat saya pastikan cukup untuk menangani korban keracunan MBG, tempat tidur pasien juga tersedia, meski harus ditempatkan di selasar ruang Wijayakusuma dan Diklat,” katanya, saat ditemui di komplek Ruang Wijayakusuma, RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (24/9/2026).
Terkait penanganan lanjutan terhadap SPPG Bawang, Faiz telah mengambil langkah dengan menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.
“Saya langsung telpon beliau dan diarahkan untuk melakukan audit terhadap SPPG terkait, serta monitoring terhadap seluruh SPPG, jika memang perlu ditutup, maka akan ditutup,” tegasnya.
Terkait jumlah terdampak keracunan MBG, dimungkinkan akan bertambah menjadi 300 pasien. Sampai tadi malam 276, bisa jadi bertambah karena pagi ini saja tambah 3 dan di wilayah lain, kemungkinan bisa 300an, dengan rentang usia balita 10 bulan hingga lansia.
“Pasien yang dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, maupun rumah sakit. Di RSUD Batang 46, RSUD Limpung 41 dan ratusan lainnya di beberapa Puskesmas,” terangnya.
Meski sempat berbincang dengan beberapa pasien, namun orang nomor satu di Batang itu belum dapat memastikan penyebab dari keracunan tersebut. Kami masih nunggu hasil laboratorium untuk menentukan sumber keracunannya.
Sementara itu, salah satu pasien, Desi 34 tahun bersama kedua buah hatinya turut menjadi korban keracunan MBG, yang menjalani perawatan medis di ruang IGD. Ia pun membenarkan bersama kedua buah hatinya mengonsumsi MBG yang didapat saat Selasa siang.
“Kami bertiga makan MBG semua, rasanya nggak ada yang aneh, cuma sore harinya kami bertiga mual dan langsung ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Batang,” ungkapnya.
Sebelumnya ia dan kedua buah hatinya mengonsumsi menu termasuk telur yang ternyata setelah dikonsumsi membuat perut maul, muntah dan pusing. Emang anak saya dapat MBG karena balita, terus ada sisa telur ya saya makan, tapi malah mual muntah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)