Batang - Sebanyak 276 pelajar dari jenjang TK hingga SMAMA di Wilayah Bawang mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban yang telah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, Puskesmas, RSUD Limpung dan RSUD Batang mulai membaik, meski harus terus mendapat pengawasan dari tenaga medis hingga diizinkan kembali ke rumah.
Batang - Sebanyak 276 pelajar dari jenjang TK hingga SMA/MA di Wilayah Bawang mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban yang telah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, Puskesmas, RSUD Limpung dan RSUD Batang mulai membaik, meski harus terus mendapat pengawasan dari tenaga medis hingga diizinkan kembali ke rumah.
Sebelumnya kondisi pasien terduga keracunan mengalami mual, hingga diare, namun berkat penanganan optimal, kondisi membaik. Namun, seiring bertambahnya jumlah pasien terdampak maka pihak RSUD Batang berinisiatif untuk memindahkan perawatan dari Ruang IGD menuju Ruang Wijayakusuma dan Ruang Instalasi Diklat.
Direktur RSUD Batang dokter Any Rusydiani membenarkan, saat ini ruang perawatan terduga korban keracunan MBG dipindahkan demi memperoleh perawatan secara intensif.
“Keluhannya mual, muntah, diare dan kami tangani sesuai prioritas pasien, Alhamdulillah kondisi mereka mulai membaik,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (24/9/2026).
Dikarenakan seluruh ruang rawat inap penuh, maka demi penanganan intensif, para pasien terdampak keracunan MBG, dirawat di selasar ruang Wijayakusuma dan Diklat. Hasil pemeriksaan masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait karena saat ini sampel makanan masih diteliti oleh Tim Labkesda di Semarang.
“Saat ini jumlah pasien yang dirawat mengalami penambahan jumlah dari semula 42, kini bertambah tiga pasien. Mereka masih dirawat di IGD ibu dan anak jadi total yang dirawat di sini 45 pasien,” jelasnya.
Salah satu siswi terdampak keracunan MBG, Cita dari MTs Sunan Kalijaga mengutarakan rasa mual terasa sesuai menyantap menu MBG telur bolognese. Setelah beberapa jam perut mulai mual disertai pusing dan langsung dibawa ke RSUD Batang.
“Kemarin mual perutnya sakit terus diare setelah makan lauk telur. Sekarang udah mendingan nggak' sakit, tapi kalau bisa pingin cepat pulang,” ungkapnya.
Sementara, dalam pantauannya bersama jajaran, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Batang, Sodikin yang sempat berbincang dengan salah seorang santri, mayoritas mengalami mual setelah mengonsumsi menu telur.
“Karena kami fokus ke anak-anak dari jenjang RA, MTs dan MA yang dirawat di sini ada 17 pasien, tapi masih ada lagi yang dirawat di beberapa fasyankes lain di Limpung sampai Bawang yang mau kami kunjungi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)