Pemkab Batang Temukan Pelanggaran SOP SPPG di Kecamatan Bawang

Kamis, 24 September 2026 Jumadi Dibaca 158 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang Temukan Pelanggaran SOP SPPG di Kecamatan Bawang
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam), bersama BGN Provinsi Jateng meninjau dapur SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Batang - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mencapai 411 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 orang telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.

Batang - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mencapai 411 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 orang telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Jawa Tengah meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Kamis (24/9/2026).

Faiz Kurniawan mengatakan, Pemerintah daerah memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Pemerintah daerah berupaya menyelesaikan segala persoalan administratif untuk mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Selain menanggung biaya perawatan korban, Pemkab Batang juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban yang harus mendampingi pasien selama menjalani perawatan.

“Sebagian keluarga korban kemungkinan tidak dapat bekerja selama mendampingi anak atau anggota keluarganya yang sakit. Kita juga akan membantu keluarga korban, di mana nanti penunggu pasien karena terpaksa mungkin sehari dua hari ini mereka enggak bisa bekerja, karena ada anaknya keracunan atau bahkan mungkin orang tuanya keracunan,” jelasnya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial  saat ini tengah menghitung besaran santunan tersebut. Bantuan bagi penunggu pasien diperkirakan berada pada kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari untuk setiap keluarga korban.

“Dalam peninjauan dapur SPPG, perwakilan BGN menemukan sejumlah standar yang dinilai belum terpenuhi. Di antaranya berkaitan dengan kondisi bangunan, seperti dinding yang belum solid serta beberapa bagian area dapur yang belum sesuai standar,” terangnya.

Faiz menyebutkan, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan operasional SPPG Bela Batang Sejahtera. SPPG tersebut saat ini telah dihentikan sementara.

“Kalau memang dirasa tidak layak untuk melanjutkan pelayanan gizi kepada masyarakat, ya harus kita tutup secara permanen. Keputusan tersebut nantinya akan dibahas bersama BGN berdasarkan hasil evaluasi secara menyeluruh. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana ke depan mengevaluasi ini secara total dan kemudian masyarakat percaya pemerintah mampu memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KPPG Semarang Hadiriajaya mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi awal setelah terjadinya dugaan keracunan. Tim BGN melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan dapur SPPG serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

“Kami juga melakukan investigasi awal. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, kemudian satgas, terutama Dinkes untuk melakukan investigasi pengambilan sampel makanan untuk dilakukan uji lab,” tuturnya.

Dari pemeriksaan awal melalui CCTV, BGN menemukan adanya proses pengolahan makanan yang dilakukan lebih awal dari waktu yang ditetapkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).

Menurut Hadiriajaya, proses pengolahan makanan terlihat dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Padahal, berdasarkan SOP, pengolahan makanan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 WIB dini hari. Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang akan didalami dalam investigasi untuk mengetahui kaitannya dengan kejadian dugaan keracunan.

Hadiriajaya juga menyoroti karakteristik korban yang terdampak. Korban tidak hanya berasal dari kelompok penerima manfaat MBG, tetapi juga terdapat balita dan orang dewasa. Kondisi tersebut perlu didalami karena terdapat kemungkinan makanan MBG dibawa pulang oleh penerima manfaat dan kemudian dikonsumsi anggota keluarga yang bukan penerima manfaat.

“Dari jumlah korban yang terdampak ini cukup banyak, mulai dari balita, anak-anak, dan juga ada usia yang bukan penerima manfaat. Ini mungkin perlu kami dalami lagi karena memang ada kemungkinan makanan ini dibawa pulang oleh orang tua dari penerima manfaat yang tidak seharusnya menerima MBG,” ungkapnya.

Sementara itu, sampel makanan telah diambil oleh tim kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.

“Pemkab Batang bersama BGN memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap proses pengolahan, bangunan, penerapan SOP, maupun distribusi makanan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Syukuran Hari Tani, Bupati Batang Dorong Kemandirian Pangan dan Regenerasi Petani Syukuran Hari Tani, Bupati Batang Dorong Kemandirian Pangan dan Regenerasi Petani
Syukuran Hari Tani, Bupati Batang Dorong Kemandirian Pangan dan Regenerasi Petani
Batang - Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Omah Tani memadati Pendopo Kantor Bupati Batang. Senyum sumringah mewarnai tasyakuran hasil panen tahunan yang rutin digelar bersama jajaran pemerintah daerah tersebut.
24 Sep 2026 Jumadi 1
Kondisi Semakin Membaik, Dinkes Batang Bantah Kabar Korban Keracunan MBG Meninggal Dunia Kondisi Semakin Membaik, Dinkes Batang Bantah Kabar Korban Keracunan MBG Meninggal Dunia
Kondisi Semakin Membaik, Dinkes Batang Bantah Kabar Korban Keracunan MBG Meninggal Dunia
Batang - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
24 Sep 2026 Jumadi 1962
Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda
Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang mendapatkan penanganan medis secara optimal. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung korban yang masih menjalani rawat inap di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2492026).
24 Sep 2026 Jumadi 225
Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang
Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang
Batang - Sebanyak 276 pelajar dari jenjang TK hingga SMAMA di Wilayah Bawang mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban yang telah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, Puskesmas, RSUD Limpung dan RSUD Batang mulai membaik, meski harus terus mendapat pengawasan dari tenaga medis hingga diizinkan kembali ke rumah.
24 Sep 2026 Jumadi 189
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus melempar sinyal hijau bagi pengembangan kawasan industri dan penyangga, tanpa perlu mengorbankan sektor ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dibuktikan melalui akselerasi pembahasan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini tengah digodok secara intensif.
23 Sep 2026 Jumadi 133
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Batang - Pemerintah Kabupaten  Batang mendorong pengembangan peternakan sapi perah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan susu di daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri puncak Bulan Bakti Peternak dan Kesehatan Hewan Ke-190 yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan (Dispaperta) Batang di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 148