Lindungi Pesisir Batang dari Abrasi, Para Pihak Dorong Pendekatan Berbasis Alam

Selasa, 22 September 2026 Jumadi Dibaca 15 kali Lingkungan
Lindungi Pesisir Batang dari Abrasi, Para Pihak Dorong Pendekatan Berbasis Alam
Kepala Bapperida Batang Bagus Pambudi diskusi pendekatan solusi berbasis alam untuk pertanggungjawaban abrasi dan perlindungan ekosistem dan rencana pembaharuan dokumen status lingkungan pesisir, di Hotel Kiyana Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial menggelar Pertemuan Tim Koordinasi Pengelolaan Pesisir Terpadu (PMO) Kabupaten Batang sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan, di Hotel Kiyana Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2292026).

Batang - Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial menggelar Pertemuan Tim Koordinasi Pengelolaan Pesisir Terpadu (PMO) Kabupaten Batang sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan, di Hotel Kiyana Batang, Kabupaten Batang, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi para pihak untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan pengelolaan pesisir, khususnya terkait abrasi, perlindungan ekosistem, serta penguatan perencanaan lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Batang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi mengatakan, salah satu agenda utama dalam pertemuan adalah diskusi mengenai pendekatan solusi berbasis alam (Nature-based Solutions/NbS) untuk merespons persoalan abrasi sekaligus memperkuat perlindungan ekosistem pesisir. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong upaya penanganan abrasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan fungsi ekosistem alami seperti mangrove dan vegetasi pesisir dalam memberikan perlindungan terhadap wilayah pantai.

“Diskusi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam merumuskan langkah-langkah pengelolaan pesisir. Keterlibatan pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar upaya perlindungan pesisir dapat dilakukan secara terpadu dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir,” jelasnya.

Selain membahas solusi berbasis alam, pertemuan turut membahas rencana pembaruan dokumen status lingkungan pesisir Kabupaten Batang. Pembaruan dokumen tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi yang lebih aktual mengenai kondisi lingkungan pesisir, berbagai tekanan yang dihadapi, serta potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Dokumen status lingkungan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta pengambilan keputusan terkait pengelolaan wilayah pesisir di Kabupaten Batang,” harapnya.

Melalui pertemuan PMO ini, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial mendorong terbangunnya koordinasi yang lebih kuat antar-pihak serta lahirnya langkah nyata untuk mewujudkan pengelolaan pesisir Kabupaten Batang yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Pengelolaan pesisir membutuhkan kerja bersama dan pendekatan yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan, keberlanjutan ekosistem, dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, koordinasi serta pembaruan data dan dokumen lingkungan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah ke depan,” demikian pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Narasumber dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Wiwandari Handayani, menyampaikan bahwa pengelolaan wilayah pesisir perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan keterkaitan antara kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, serta berbagai risiko yang dihadapi kawasan pesisir.

Menurutnya, pendekatan berbasis alam dapat menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi persoalan abrasi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Upaya tersebut perlu dilakukan dengan melihat karakteristik dan kondisi masing-masing wilayah, sehingga solusi yang diterapkan tidak bersifat seragam.

“Penanganan persoalan pesisir, termasuk abrasi, perlu melihat sistem pesisir secara keseluruhan. Pendekatan berbasis alam penting untuk dikembangkan karena tidak hanya berorientasi pada perlindungan wilayah, tetapi juga mempertahankan fungsi ekosistem dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.

Ia juga menekankan, pentingnya ketersediaan data dan informasi lingkungan yang mutakhir sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan program pengelolaan pesisir.

“Pembaruan dokumen status lingkungan menjadi penting untuk memastikan bahwa perencanaan yang dilakukan benar-benar berdasarkan kondisi terkini. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas intervensi sekaligus memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Wiwandari berharap, forum Tim Koordinasi Pengelolaan Pesisir Terpadu (PMO) dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak, sehingga pengelolaan pesisir Kabupaten Batang dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Batang - Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membawa angin segar bagi penataan wilayah di sekitarnya. Kecamatan Gringsing kini mulai bersiap menata diri, bersolek menuju kawasan perkotaan modern yang akan menjadi pusat keramaian baru di timur Kabupaten Batang.
22 Sep 2026 Jumadi 89
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas dan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
22 Sep 2026 Jumadi 85
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
22 Sep 2026 Jumadi 130
Camat Subah Beri Edukasi dan Sosialisasi Bagi Sopir Truk Parkir di Pinggir Jalan Camat Subah Beri Edukasi dan Sosialisasi Bagi Sopir Truk Parkir di Pinggir Jalan
Camat Subah Beri Edukasi dan Sosialisasi Bagi Sopir Truk Parkir di Pinggir Jalan
Batang - Kerawanan kecelakaan akibat truk yang nekat parkir sembarangan di Bundaran Jatisari, Kecamatan Subah, terus diantisipasi. Guna mengurai bahaya yang mengintai para pengguna jalan, Camat Subah M. Yasin, turun tangan langsung memberikan edukasi dan imbauan secara humanis kepada para awak truk yang kedapatan berhenti di area terlarang tersebut.
22 Sep 2026 Jumadi 69
Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola
Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola
Batang - Jemaah calon haji kini makin dimudahkan dalam mempersiapkan paspor untuk keberangkatan ke Tanah Suci, karena Kantor Kemenhaj Batang telah mendekatkan layana, melalui Izzi paspor. Layanan tersebut diberikan secara jemput bola, sehingga sangat efektif karena jemaah tidak perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan Kelas 1 Pemalang.
22 Sep 2026 Jumadi 60
Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT
Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT
Batang - Menghadapi efektivitas kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang menjawab tantangan itu dengan diluncurkannya aplikasi Koneksi atau Knowledge and Office Collaboration System. Aplikasi Koneksi merupakan inovasi agar layanan kepegawaian maupun berbagai data, diperoleh secara lebih cepat karena seluruhnya terkoneksi melalui sistem.
22 Sep 2026 Jumadi 68