Batang - Semangat dan antusias tenaga pendidik memberikan suasana baru dengan mendapatkan pelatihan In House Training (IHT) di Aula SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (1592026). Mengusung tema Sinergi Tanpa Intimidasi: Membangun Ekosistem Sekolah Aman Bagi Siswa dan Budaya Kerja Sehat Antar Rekan Sejawat, pendidik dilatih untuk meningkatkan nilai kualitas lembaga pendidikan.
Batang - Semangat dan antusias tenaga pendidik memberikan suasana baru dengan mendapatkan pelatihan In House Training (IHT) di Aula SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (15/9/2026). Mengusung tema Sinergi Tanpa Intimidasi: Membangun Ekosistem Sekolah Aman Bagi Siswa dan Budaya Kerja Sehat Antar Rekan Sejawat, pendidik dilatih untuk meningkatkan nilai kualitas lembaga pendidikan.
Plt Kepala SMAN 1 Bandar Sugeng mengimbau, meski SMA Bandar memperoleh nilai hijau atau dapat dikatakan aman, dalam penilaian 2025, tetapi sempat terjadi penurunan dari tahun 2024 hingga 2025.
“Sehingga pelatihan ini diharapkan dapat menaikkan kembali nilai sekolah kita pada raport pendidikan tahun mendatang,” tegasnya.
Berdasarkan perbincangan hangat dengan para pendidik, maka Bambang Budiharso selaku narasumber, memaparkan materi-materi yang relevan dalam upaya menghindarkan warga sekolah dari masalah yang mengganggu keamanan ekosistem sekolah. Materi dibuka dengan permainan menyenangkan diikuti oleh seluruh peserta pelatihan.
“Materi yang tidak kalah menariknya yakni seputar perundungan dengan konsep time zone yang mengikutsertakan peserta dalam mengutarakan pendapat ,sesi tanya jawab serta presentasi terkait dengan materi yang diberikan,” jelasnya.
Bambang Budiharso juga menegaskan, aspek pengawasan tidak hanya terletak pada tenaga pendidik, akan tetapi juga terletak dalam seluruh warga sekolah. Hal ini perlu ditegakkan karena menurutnya peserta didik juga wajib ikut serta dalam perwujudan ekosistem sekolah yang aman.
“Oleh sebab itu, pelatihan ini bertujuan selain untuk meningkatkan kompetensi pendidik guna memperbaiki mutu pembelajaran, serta memberikan ilmu nyata tentang keamanan sekolah,” terangnya.
Dampak positifnya, akan memotivasi warga sekolah untuk ikut serta dalam menjaga keamanan ekosistem sekolah yang menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak para pendidik untuk membiasakan pembuatan jurnal bagi tenaga pendidik maupun siswa guna mengetahui berapa lama screen time yang dipakai dalam beberapa hari.
“Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi kegiatan screen time berlebih dengan jadwal dalam jurnal yang sudah tertata,” tuturnya.
Salah satu pendidik, Yuni menyampaikan pelatihan tersebut bermanfaat bagi para guru karena tidak hanya dituntut untuk mendengarkan tetapi juga diberi kesempatan untuk membuat interaksi aktif yang menyenangkan. (MC Batang, Jateng/Iffa/Jumadi)