Wabup Batang Pastikan Kebutuhan Petani Tetap Diprioritaskan

Kamis, 27 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 172 kali Acara Pimpinan Daerah
Wabup Batang Pastikan Kebutuhan Petani Tetap Diprioritaskan
DPRD Batang menggelar rapat Paripurna.
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2782026).

Batang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (27/8/2026).

Tiga Raperda tersebut yakni Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang.

Dalam rapat tersebut, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kabupaten Batang menyampaikan sejumlah catatan, salah satunya terkait potensi krisis air bersih di Kabupaten Batang pada 2045 berdasarkan hasil analisis Driving Force, Pressure, State, Impact, Response (DPSIR).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono memastikan kebutuhan air masyarakat, khususnya sektor pertanian, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah perkembangan kawasan industri.

“Kebutuhan air untuk kawasan industri telah diperhitungkan sehingga tidak mengambil jatah air yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani. Air bersih untuk kawasan industri (KITB) itu air bersih bendungan yang sudah melewati beberapa lahan pertanian, di bendung yang paling bawah. Artinya, sudah melalui kebutuhan masyarakat petani di Kabupaten Batang,” jelasnya.

Dijelaskannya, pengambilan air untuk kebutuhan kawasan industri dilakukan pada bagian hilir bendungan, bukan dari bagian hulu yang menjadi sumber kebutuhan air masyarakat dan pertanian.

“Kita sudah menghitung kebutuhan air yang ada di kawasan industri. Bahkan dibuat dua bendungan yang tentunya sudah menyisihkan sebagian air untuk kebutuhan petani. Pemkab Batang bersama Dispaperta telah melakukan penghitungan terhadap kebutuhan air untuk sektor pertanian,” terangnya.

Penghitungan tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengelolaan sumber daya air agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi. Dari Dinas Pertanian sudah menghitung kebutuhan petani, air itu berapa, misalkan dari 50 persennya.

Menurut Suyono, konsep pemanfaatan air tersebut tidak dilakukan dengan mengambil air dari sumber bagian hulu. Sebaliknya, kebutuhan kawasan industri dipenuhi melalui air yang berada di bendungan bagian hilir, yang lokasinya semakin mendekati pesisir.

“Bendungan itu sudah sisa dari air kebutuhan petani, bukan mengambil di hulunya, tetapi kita mengambil di bendungan hilirnya, yang hampir mendekat ke laut,” tegasnya.

Selain persoalan air, Suyono juga mengatakan Pemerintah daerah juga akan tetap memperhatikan keseimbangan antara pembangunan, kebutuhan masyarakat, dan perlindungan lingkungan. Hal tersebut termasuk menjaga keberadaan lahan pertanian pangan di Kabupaten Batang.

“Masukan itu untuk bagaimana tetap memperhatikan lingkungan, kebutuhan masyarakat. Luas lahan sawah di Kabupaten Batang saat ini sekitar 17.000 hektare dan keberadaannya harus tetap dijaga sesuai ketentuan tata ruang,” imbuhnya.

Misalkan tanah pertanian atau yang untuk tanaman pangan itu sudah dihitung jumlahnya. Kurang lebih kalau untuk lahan sawah itu 17.000 hektare, itu tidak bisa diotak-atik lagi. Ketentuan mengenai proporsi lahan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

“Pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penyusunan ketiga Raperda tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, ketahanan pangan, ketersediaan air, dan pemanfaatan aset daerah di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menjajal langsung kualitas jogging track baru di Lapangan Sepak Bola M. Sarengat dengan berlari bersama ratusan warga. Fasilitas olahraga anyar ini resmi dapat digunakan masyarakat secara gratis. Uji coba dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB untuk memastikan kenyamanan sarana penunjang, khususnya sistem pencahayaan di malam hari.
21 Okt 2026 Jumadi 40
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026 Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
21 Okt 2026 Jumadi 130
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Batang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri dialog budaya antara Pemerintah Kabupaten Batang dan Pemerintah DIY di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026).
21 Okt 2026 Jumadi 153
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Batang - Sejarah Kabupaten Batang yang hingga kini masih terus digali oleh para pakar dan budayawan, mulai menunjukkan titik terang, tentang kisah Ratu Batang Sang Permaisuri Sultan Agung Hanyokrokusumo. Terbukti dengan kehadiran Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membenarkan kesejarahan Mataram Islam tidak dapat dipisahkan dari kebesaran dua tokoh tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 126
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang, Rabu (21102026) malam. Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan lari bersama yang diikuti sekitar 600 pelari untuk menjajal lintasan baru tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 41
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Batang - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026). Tak butuh waktu lama, deretan kantong belanjaan warga langsung terisi penuh, menyapu bersih berbagai pasokan bahan pokok yang terpajang.
21 Okt 2026 Jumadi 91