Batang - Pusat Nurseri Kelapa Batang berupaya menghasilkan bibit berkualitas, demi memenuhi kebutuhan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mendapatkan bibit unggul. Secara konsisten perlu dilakukan sertifikasi demi menjaga varietas unggul sebelum didistribusikan ke petani.
Batang - Pusat Nurseri Kelapa Batang berupaya menghasilkan bibit berkualitas, demi memenuhi kebutuhan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mendapatkan bibit unggul. Secara konsisten perlu dilakukan sertifikasi demi menjaga varietas unggul sebelum didistribusikan ke petani.
Sertifikasi perlu dilakukan untuk memastikan kondisi fisik bibit benar-benar sesuai standar Kementerian Pertanian, mulai dari keaslian varietas, usia hingga kesegaran benih.
Penanggung Jawab Produksi Benih, Pusat Nurseri Kelapa Batang, Amirin Wahyu melakukan langkah antisipatif untuk mencegah munculnya benih kelapa yang tak terstandardisasi.
“Ini untuk memastikan varietas yang akan disalurkan ke petani betul-betul memiliki kualitas yang unggul. Contohnya, benih Genjah Kuning Bali, ciri-cirinya harus sesuai standar yang ditentukan Kementerian Pertanian,” katanya, di Pusat Nurseri Kelapa Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).
Ia memastikan, proses sertifikasi dilakukan intensif tiap bulannya 5 ribu hingga 6 ribu bibit, menyesuaikan benih yang akan diajukan. Beberapa varietas yang jadi unggulan meliputi benih Kelapa jenis Dalam Bali, Genjah Kopyor dan Genjah Entok Kebumen.
“Untuk persebaran kami menyesuaikan permohonan para petani dari Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan seluruh Nusantara. Sertifikasi ini penting bagi petani untuk memberikan jaminan mutu benih yang diminta,” jelasnya.
Proses sertifikasi mulai dilakukan sejak benih berusia 3 hingga 4 bulan, agar petani memperoleh kelapa dengan kualitas buah yang baik ketika berusia 4 tahun.
“Itu sebuah jaminan bagi petani untuk memperoleh kualitas kelapa yang unggul ketika tanaman berada di usia tertentu,” tegasnya.
Sementara itu, Petugas Pengawas Benih Tanaman, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah Muhaimin menerangkan, bibit kelapa unggul dapat diketahui dari beberapa ciri fisik maupun dari data administratif. Mulai dari kebenaran varietas dilihat dari data yang tercantum, serta kondisi ukuran tinggi batang maupun daun.
“Kita ukur jumlah dan tinggi daun hingga 30 sentimeter, takaran serangan hama harus di bawah 5 persen, daun yang sempurna harus berjumlah tiga helai. Proses sertifikasi cukup tiga hari apabila semuanya terpenuhi, lalu dikirim ke Solo,” terangnya.
Sertifikasi ini penting untuk mengetahui kondisi genetik dan fisiologi bibit, serta diharuskan bebas dari hama penyakit, sebelum didistribusikan ke petani.
“Yang paling penting, sertifikasi memiliki jangka waktu delapan bulan hingga setahun,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)