Batang - Langkah terobosan baru saja diambil Pemerintah Kabupaten Batang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap diterjunkan langsung ke dunia industri modern. Melalui kolaborasi strategis dengan International Talent Education Alliance (ITEA), Pemkab Batang merancang program beasiswa kuliah ke China untuk para pemuda daerah guna menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Batang - Langkah terobosan baru saja diambil Pemerintah Kabupaten Batang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap diterjunkan langsung ke dunia industri modern. Melalui kolaborasi strategis dengan International Talent Education Alliance (ITEA), Pemkab Batang merancang program beasiswa kuliah ke China untuk para pemuda daerah guna menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Kerja sama ini difokuskan sebagai ruang transfer teknologi, pengetahuan, hingga pembentukan mentalitas kerja kelas dunia. Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan, bahwa program ini bukan sekadar mengejar gelar akademis, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun karakter dan kedisiplinan generasi muda.
“Harus kita kawal secara sungguh-sungguh agar fokus, ini sukses. Karena ini adalah kerja sama yang baik, yaitu transformasi knowledge, transformasi teknologi, juga akan menjadikan transformasi kedisiplinan,” katanya saat ditemui di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (21/8/2026).
Suyono menilai, skema ini menjadi kesempatan emas bagi anak-anak Batang untuk menyerap ilmu langsung dari pusat industri global, lalu membawanya pulang untuk membangun daerah. Nanti anak-anak ketika sudah mendapatkan edukasi di China sana, ini kerja sama yang jarang terjadi. Ini adalah inisiatif dari ITEA, Mr. Lu, yang akan membantu anak-anak Kabupaten Batang mendapatkan ilmu baru di negeri China nanti.
Dukungan Penuh APBD dan Pembentukan Etos Kerja
Untuk tahap awal, Pemkab Batang mematok target pengiriman 30 penerima beasiswa pada tahun 2027. Pemerintah daerah berkomitmen menanggung penuh pembiayaan para peserta. Nanti direncanakan dari Pemkab 2027 itu 30 beasiswa dari Kabupaten Batang. Baik tiketnya, baik biayanya nanti dari Pemkab.
“Gaya kerja dan dinamika industri modern menuntut mentalitas yang tangguh. Melalui pendidikan selama tiga hingga empat tahun di China, para peserta diharapkan mampu mengikis mentalitas ingin dimanjakan dan belajar menyesuaikan diri dengan standar industry,” jelasnya.
Suyono juga menyebutkan, Culture-nya, knowledge-nya, kedisiplinannya itu nanti semua akan didapat. Anak muda sekarang itu maunya perusahaan menyesuaikan dia. Nah ini nanti akan membuat bahwa diri kita itu menyesuaikan dengan perusahaan. Terkait ikatan dinas atau kewajiban pasca studi, Pemkab Batang tengah menyusun regulasi yang fleksibel dan saling menguntungkan.
“Ya tentunya nanti akan dibuat kerja sama itu bermacam-macam isinya. Ada kontrak kerjanya, ada hal-hal yang sifatnya kebersamaan itu apa, multi lah,” imbuhnya.
Jaringan 400 Kampus Vokasi dan Pelatihan Bahasa
Dari sudut pandang penyedia program, Managing Director ICCCM, Loo Hui Ann menyampaikan, bahwa skema pendidikan yang disiapkan sangat fleksibel, mulai dari jenjang diploma, sarjana, hingga program intensif bahasa Mandarin selama satu tahun.
“Kolaborasi ini memang kita akan optimalisasikan mulai dari level diploma hingga sarjana. Bahkan kita juga ada satu pilihan lain yaitu satu tahun untuk lebih belajar mengenai bahasa Mandarin,” terangnya.
Keunggulan utama sistem pendidikan di China terletak pada penguatan vokasi yang berfokus pada praktik lapangan. Hal ini dinilai sangat presisi dalam menjembatani kebutuhan antara dunia akademik dan riil industri.
“Sistem pembelajaran di sana itu memang lebih kepada vokasi. Sehingga penekanan-penekanan skillful worker ini yang kita harapkan bisa menjembatani antara pihak government atau pemerintah dengan academic field, lalu berjalan beriringan dengan industrial field,” tegasnya.
Loo menegaskan, program ini dirancang untuk mencetak tenaga ahli di level menengah hingga atas, bukan sekadar pekerja kasar. Pemetaan jurusan akan disesuaikan langsung dengan spesifikasi perusahaan di KITB. Jadi sesuai dengan kebutuhan bagaimana kita menyediakan skillful worker, bukan hanya level yang bawah, para pekerja yang level bawah.
Untuk mendukung ketercapaian program ini, ITEA menyiagakan jaringan kemitraan yang sangat luas di China. Sebaran kami saat ini sudah mempunyai 400 perguruan tinggi partner di China. Jadi saya kira ini sangat-sangat bervariasi, tidak ada masalah.
Fasilitas Pendukung: Training Center & Service Center
Tidak berhenti pada pengiriman mahasiswa, kolaborasi ini juga meresmikan fasilitas pendukung lokal berupa training center dan service center untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
“Sejalan dengan apa yang kita launching pada pagi hari ini, ada dua program yaitu training center dan service center. Dua itu yang akan menjembatani kebutuhan-kebutuhan antara Human Index Development sejalan dengan kebutuhan industri dan pendidikan,” pungkasnya.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata kesiapan Batang dalam mentransformasi potensi lokal menjadi kekuatan industri global. Pemuda Batang kini tidak lagi hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan pemain utama dalam pusaran pertumbuhan ekonomi daerah. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)