Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 12 kali Lingkungan
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan
Batang - Tingginya kebersamaan dan kekompakan warga desa menjadi modal sosial yang sangat berharga. Di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, keaktifan masyarakat berkumpul melalui kegiatan RT, RW, PKK, hingga Karang Taruna menjadi potensi besar yang hidup setiap harinya. Namun, di balik eratnya interaksi sosial tersebut, masih tersimpan tantangan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan: rendahnya kesadaran memilah sampah rumah tangga dan masih maraknya kebiasaan membakar sampah campuran plastik di pekarangan rumah.

Batang - Tingginya kebersamaan dan kekompakan warga desa menjadi modal sosial yang sangat berharga. Di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, keaktifan masyarakat berkumpul melalui kegiatan RT, RW, PKK, hingga Karang Taruna menjadi potensi besar yang hidup setiap harinya. Namun, di balik eratnya interaksi sosial tersebut, masih tersimpan tantangan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan: rendahnya kesadaran memilah sampah rumah tangga dan masih maraknya kebiasaan membakar sampah campuran plastik di pekarangan rumah.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Verlyta menginisiasi program kerja pemberdayaan lingkungan bertajuk “Pembuatan dan Pemasangan Papan Edukasi Sampah: Membangun Kesadaran Bahaya Sampah Anorganik Demi Lingkungan Bersih dan Sehat”.

“Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara bersama warga, sebagian besar masyarakat masih memilih jalan pintas dalam mengelola sampah, yakni mengumpulkan sampah daun kering bersama sampah anorganik seperti kantong plastik dan wadah styrofoam, lalu membakarnya di pekarangan,” katanya saat ditemui di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).

Kebiasaan membakar sampah plastik tidak hanya melepaskan zat beracun seperti dioksin dan furan yang berbahaya bagi sistem pernapasan warga, tetapi juga menunjukkan minimnya pemahaman terkait karakteristik sampah.

“Kekompakan warga Desa Kedungsegog dalam wadah PKK dan perkumpulan warga adalah modal yang luar biasa. Sayangnya, pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, masih minim. Warga menganggap membakar sampah adalah solusi cepat, tanpa menyadari dampak polusi udara dan bahaya laten sampah plastik atau styrofoam yang membutuhkan waktu ratusan hingga jutaan tahun untuk terurai di tanah,” jelasnya.

Sebagai wujud kontribusi nyata, program kerja ini difokuskan pada perancangan dan pemasangan Papan Edukasi Sampah yang ditempatkan di titik strategis desa. Papan edukasi ini dirancang dengan pendekatan visual yang ramah dan komunikatif agar informasinya mudah diserap oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan ibu-ibu rumah tangga.

Beberapa materi penting yang dimuat dalam papan edukasi tersebut meliputi:

1.Durasi Waktu Urai Sampah: Memberikan gambaran nyata lamanya waktu yang dibutuhkan bumi untuk menghancurkan berbagai material, mulai dari sampah organik (hitungan minggu), botol plastik (450 tahun), hingga styrofoam (tidak dapat terurai secara alami).

2.Klasifikasi & Tata Cara Pemilahan Sampah: Panduan sederhana memisahkan sampah organik (sisa makanan/daun) dan anorganik (plastik, kaca, kaleng) sejak dari dapur rumah tangga.

3.Urgensi Bahaya Membakar Sampah: Penjelasan singkat mengenai risiko kesehatan akibat paparan asap pembakaran plastik bagi paru-paru dan lingkungan hidup.

Kehadiran media edukasi ini mendapat respons positif dari warga setempat. Para ibu rumah tangga kini mulai memahami pentingnya memisahkan wadah plastik bekas dari tumpukan sampah dedaunan, alih-alih langsung membakarnya secara bersamaan.

“Sebelumnya kami kira semua sampah sama saja kalau dibakar biar cepat bersih. Setelah melihat papan informasi ini, kami jadi tahu kalau plastik dan styrofoam itu bahayanya besar sekali dan butuh waktu ratusan tahun untuk hancur. Ini sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak kami juga sejak dini,” pungkasnya.

Melalui program multidisiplin ini, Tim KKN-R Tim II Undip 2026 berharap Desa Kedungsegog dapat bertransformasi menjadi desa yang lebih sehat, bersih, dan berwawasan lingkungan. Papan edukasi yang didirikan bukan sekadar pajangan fisik, melainkan menjadi pengingat visual harian bagi masyarakat untuk perlahan mengubah perilaku, menghentikan pembakaran sampah sembarangan, serta memulai langkah kecil memilah sampah demi masa depan desa yang lebih asri. (MC Batang, Jateng/Verlyta/Jumadi)

Berita Lainnya

Tumbuhkan Kebanggaan terhadap Budaya Lokal, Pelajar SMPN 9 Kenakan Kostum Unik Tumbuhkan Kebanggaan terhadap Budaya Lokal, Pelajar SMPN 9 Kenakan Kostum Unik
Tumbuhkan Kebanggaan terhadap Budaya Lokal, Pelajar SMPN 9 Kenakan Kostum Unik
Batang - SMP Negeri 9 Batang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Batang Night Carnival, dengan mengusung tema Budaya Nusantara. Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan, melestarikan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia.
22 Ags 2026 Jumadi 42
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 114
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 100
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 150
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang menyuguhkan tampilan spektakuler yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertabur cahaya. Untuk pertama kalinya Batang Night Carnival bertajuk "Shining Together" digelar, menciptakan suasana malam akhir pekan yang terasa lebih hidup dengan tampilan gemerlap cahaya dari 25 kontingen lewat keunikan masing-masing di sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2282026) malam.
22 Ags 2026 Jumadi 410
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026 Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Batang - Gelap malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, mendadak sirna berganti kerlip cahaya dan riuk parade. Gemerlap lampu, gaun-gaun karnaval megah, serta derap langkah 20 kontingen sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung pertunjukan terbuka yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
22 Ags 2026 Jumadi 163