Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 43 kali Lingkungan
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Edukasi Kelestarian Lingkungan
Batang - Tingginya kebersamaan dan kekompakan warga desa menjadi modal sosial yang sangat berharga. Di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, keaktifan masyarakat berkumpul melalui kegiatan RT, RW, PKK, hingga Karang Taruna menjadi potensi besar yang hidup setiap harinya. Namun, di balik eratnya interaksi sosial tersebut, masih tersimpan tantangan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan: rendahnya kesadaran memilah sampah rumah tangga dan masih maraknya kebiasaan membakar sampah campuran plastik di pekarangan rumah.

Batang - Tingginya kebersamaan dan kekompakan warga desa menjadi modal sosial yang sangat berharga. Di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, keaktifan masyarakat berkumpul melalui kegiatan RT, RW, PKK, hingga Karang Taruna menjadi potensi besar yang hidup setiap harinya. Namun, di balik eratnya interaksi sosial tersebut, masih tersimpan tantangan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan: rendahnya kesadaran memilah sampah rumah tangga dan masih maraknya kebiasaan membakar sampah campuran plastik di pekarangan rumah.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Verlyta menginisiasi program kerja pemberdayaan lingkungan bertajuk “Pembuatan dan Pemasangan Papan Edukasi Sampah: Membangun Kesadaran Bahaya Sampah Anorganik Demi Lingkungan Bersih dan Sehat”.

“Berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara bersama warga, sebagian besar masyarakat masih memilih jalan pintas dalam mengelola sampah, yakni mengumpulkan sampah daun kering bersama sampah anorganik seperti kantong plastik dan wadah styrofoam, lalu membakarnya di pekarangan,” katanya saat ditemui di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).

Kebiasaan membakar sampah plastik tidak hanya melepaskan zat beracun seperti dioksin dan furan yang berbahaya bagi sistem pernapasan warga, tetapi juga menunjukkan minimnya pemahaman terkait karakteristik sampah.

“Kekompakan warga Desa Kedungsegog dalam wadah PKK dan perkumpulan warga adalah modal yang luar biasa. Sayangnya, pemilahan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga, masih minim. Warga menganggap membakar sampah adalah solusi cepat, tanpa menyadari dampak polusi udara dan bahaya laten sampah plastik atau styrofoam yang membutuhkan waktu ratusan hingga jutaan tahun untuk terurai di tanah,” jelasnya.

Sebagai wujud kontribusi nyata, program kerja ini difokuskan pada perancangan dan pemasangan Papan Edukasi Sampah yang ditempatkan di titik strategis desa. Papan edukasi ini dirancang dengan pendekatan visual yang ramah dan komunikatif agar informasinya mudah diserap oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan ibu-ibu rumah tangga.

Beberapa materi penting yang dimuat dalam papan edukasi tersebut meliputi:

1.Durasi Waktu Urai Sampah: Memberikan gambaran nyata lamanya waktu yang dibutuhkan bumi untuk menghancurkan berbagai material, mulai dari sampah organik (hitungan minggu), botol plastik (450 tahun), hingga styrofoam (tidak dapat terurai secara alami).

2.Klasifikasi & Tata Cara Pemilahan Sampah: Panduan sederhana memisahkan sampah organik (sisa makanan/daun) dan anorganik (plastik, kaca, kaleng) sejak dari dapur rumah tangga.

3.Urgensi Bahaya Membakar Sampah: Penjelasan singkat mengenai risiko kesehatan akibat paparan asap pembakaran plastik bagi paru-paru dan lingkungan hidup.

Kehadiran media edukasi ini mendapat respons positif dari warga setempat. Para ibu rumah tangga kini mulai memahami pentingnya memisahkan wadah plastik bekas dari tumpukan sampah dedaunan, alih-alih langsung membakarnya secara bersamaan.

“Sebelumnya kami kira semua sampah sama saja kalau dibakar biar cepat bersih. Setelah melihat papan informasi ini, kami jadi tahu kalau plastik dan styrofoam itu bahayanya besar sekali dan butuh waktu ratusan tahun untuk hancur. Ini sangat bermanfaat untuk mendidik anak-anak kami juga sejak dini,” pungkasnya.

Melalui program multidisiplin ini, Tim KKN-R Tim II Undip 2026 berharap Desa Kedungsegog dapat bertransformasi menjadi desa yang lebih sehat, bersih, dan berwawasan lingkungan. Papan edukasi yang didirikan bukan sekadar pajangan fisik, melainkan menjadi pengingat visual harian bagi masyarakat untuk perlahan mengubah perilaku, menghentikan pembakaran sampah sembarangan, serta memulai langkah kecil memilah sampah demi masa depan desa yang lebih asri. (MC Batang, Jateng/Verlyta/Jumadi)

Berita Lainnya

TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
Batang - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.
13 Okt 2026 Jumadi 52
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 65
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban fraksi gabungan atas pendapat Bupati Batang terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tahun 2026 di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 52
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Batang Tahun 2027 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 55
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 60
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi melepas 258 anggota kontingen yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dalam pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 13 Oktober 2026, Pemkab Batang menegaskan komitmen dukungannya dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk operasional kontingen serta menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali.
13 Okt 2026 Jumadi 52