Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Informasi Stop Bullying

Selasa, 18 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 79 kali Pelayanan Publik
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Informasi Stop Bullying
Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Papan Informasi “Stop Bullying”
Batang - Ruang kelas dan halaman sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi. Namun, perilaku perundungan (bullying) baik secara verbal, fisik, maupun relasional, masih kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan sering kali dianggap remeh sebagai sekadar candaan anak-anak. Pola penanganan yang sebatas menasihati siswa dengan kalimat jangan nakal dinilai belum cukup untuk membangun pemahaman mendasar mengenai batasan diri dan penghormatan terhadap orang lain.

Batang - Ruang kelas dan halaman sekolah seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi. Namun, perilaku perundungan (bullying) baik secara verbal, fisik, maupun relasional, masih kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan sering kali dianggap remeh sebagai sekadar “candaan anak-anak”. Pola penanganan yang sebatas menasihati siswa dengan kalimat “jangan nakal” dinilai belum cukup untuk membangun pemahaman mendasar mengenai batasan diri dan penghormatan terhadap orang lain.

Melihat urgensi tersebut, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Verlyta, menginisiasi program kerja monodisiplin bertajuk “Edukasi Anti-Perundungan dan Pemasangan Papan Informasi Himbauan ‘Stop Bullying’ di Lingkungan SDN 1 Kedungsegog”.

“Program ini berangkat dari perspektif ilmu hukum yang memandang anak usia sekolah dasar bukan semata-mata objek yang harus diatur, melainkan subjek hukum dan individu utuh yang memiliki hak asasi setara. Hak-hak tersebut mencakup hak untuk merasa aman, tidak disakiti secara fisik, tidak diejek atau dihina secara verbal, serta hak untuk dihargai martabatnya di lingkungan Pendidikan,” katanya saat ditemui di SDN 1 Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).

Melalui pendekatan ini, edukasi anti-perundungan difokuskan pada pemberdayaan siswa agar mereka mampu mengenali tindakan yang melanggar hak mereka dan berani bersuara (speak up).

“Anak-anak perlu dipahamkan bahwa mereka memiliki hak penuh atas rasa aman di sekolah. Edukasi tidak cukup hanya melarang mereka berbuat nakal, tetapi harus menanamkan pemahaman tentang batasan diri, saling menghormati martabat teman sebaya, serta menumbuhkan keberanian untuk menolak perundungan dan tahu ke mana harus melapor jika hak mereka dilanggar,” jelasnya.

Sebagai wujud konkret program, Verlyta merancang dan memasang Papan Informasi “Stop Bullying” di titik strategis lingkungan SDN 1 Kedungsegog yang mudah diakses dan dibaca oleh seluruh siswa setiap hari.

Papan informasi ini dikemas dengan ilustrasi visual yang cerah, ramah anak, dan memuat materi esensial:

  1. Mengenali Ragam Bentuk Bullying: Edukasi mengenai tindakan perundungan yang sering tidak disadari, mulai dari mengejek nama orang tua, memanggil dengan sebutan fisik (body shaming), mengucilkan teman dari permainan, hingga dorongan fisik.
  2. Hak Asasi Anak di Sekolah: Pengingat bahwa setiap siswa berhak untuk merasa aman, dihargai, dan tidak boleh disakiti oleh siapa pun.
  3. Langkah Nyata Melapor (Call to Action): Panduan berani dan jelas bagi siswa yang menjadi korban maupun saksi untuk segera melapor kepada guru kelas, kepala sekolah, atau orang tua tanpa rasa takut.

“Pemasangan papan informasi ini juga dibarengi dengan penyampaian edukasi interaktif secara langsung kepada para siswa SDN 1 Kedungsegog. Antusiasme terlihat dari keaktifan para siswa yang diajak berdiskusi tentang bagaimana menjadi teman yang baik, saling tolong-menolong, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan tanpa kekerasan,” terangnya.

Pihak sekolah menyambut positif hadirnya media edukasi ini. Guru-guru di SDN 1 Kedungsegog menilai keberadaan papan informasi visual sangat membantu tenaga pendidik dalam memberikan pengingat moral dan hukum yang berkelanjutan bagi para peserta didik.

“Melalui program ini, Tim KKN-R Tim II Undip 2026 berharap kesadaran anti-perundungan dapat tertanam kuat di benak generasi penerus Desa Kedungsegog sejak usia dini. Papan informasi yang berdiri di SDN Kedungsegog 1 diharapkan menjadi simbol komitmen bersama antara mahasiswa, pihak sekolah, dan siswa untuk terus merawat lingkungan belajar yang bebas perundungan, inklusif, serta menjunjung tinggi hak asasi anak,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Verlyta/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 248
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 193
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 174
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 211
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 351
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 327