Batang - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Fakultas Sains dan Matematika, Program Studi Statistika Dian Nurmalasari menyelenggarakan program sosial kemasyarakatan berupa edukasi numerasi dan statistika dasar bagi pelajar Sekolah Dasar kelas 5 dan 6 yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar di Posko Tim KKN Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami data melalui diagram batang dan diagram lingkaran.
Batang - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Fakultas Sains dan Matematika, Program Studi Statistika Dian Nurmalasari menyelenggarakan program sosial kemasyarakatan berupa edukasi numerasi dan statistika dasar bagi pelajar Sekolah Dasar kelas 5 dan 6 yang mengikuti kegiatan bimbingan belajar di Posko Tim KKN Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami data melalui diagram batang dan diagram lingkaran.
“Kegiatan ini diinisiasi karena kemampuan numerasi dan pemahaman dasar statistika pada siswa sekolah dasar dinilai masih perlu terus dilatih, khususnya kemampuan membaca, menyajikan, dan memahami informasi dalam bentuk tabel maupun diagram. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, tetapi juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membaca jumlah suatu barang, membandingkan data, maupun memahami informasi yang disajikan dalam bentuk grafik,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Oleh karena itu, materi statistika dasar diperkenalkan melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan siswa. Dengan menyasar pelajar kelas 5 dan 6, materi disusun dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman mereka. Konsep yang umumnya dianggap rumit dibuat lebih sederhana melalui contoh data yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya diperkenalkan dengan istilah dan bentuk diagram, tetapi juga diajak memahami informasi yang dapat diperoleh dari suatu data.
“Materi mencakup pengertian literasi numerik, pengenalan diagram, cara membaca data yang disajikan dalam bentuk diagram, serta cara menyajikan data sederhana ke dalam bentuk diagram. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memberikan contoh dan mengajak siswa mengamati informasi yang terdapat pada diagram,” jelasnya.
Setelah pemaparan materi, pelajar langsung diajak mengerjakan latihan soal secara bersama-sama melalui diskusi dan tanya jawab. Latihan diberikan untuk menguji pemahaman siswa sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk menerapkan materi yang baru dipelajari. Siswa diarahkan untuk membaca informasi dari diagram, membandingkan data, serta menentukan bentuk penyajian yang sesuai.
“Pelajar tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, terutama saat sesi latihan soal yang dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi secara langsung. Melalui latihan, siswa didorong untuk memahami logika di balik penyajian dan pembacaan data, bukan sekadar menghafal konsep,” terangnya.
Kegiatan bimbingan belajar kembali dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pembagian modul pembelajaran kepada siswa. Modul tersebut disusun sebagai luaran program dan memuat materi mengenai diagram batang dan diagram lingkaran yang telah disampaikan sebelumnya. Selain materi, modul dilengkapi dengan latihan soal baru yang dapat dikerjakan siswa secara mandiri sehingga siswa memiliki kesempatan untuk kembali berlatih setelah kegiatan tatap muka selesai.
“Pembagian modul juga diharapkan dapat membantu siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari serta memberikan bahan latihan yang dapat digunakan secara mandiri. Dengan demikian, pembelajaran statistika tidak berhenti pada saat kegiatan bimbingan belajar berlangsung, tetapi dapat dilanjutkan melalui kegiatan belajar di luar sesi bersama mahasiswa KKN,” ujar dia.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menumbuhkan minat siswa terhadap statistika sejak dini sekaligus memperkuat kemampuan numerasi dasar yang akan berguna bagi jenjang pendidikan mereka selanjutnya.
“Pengenalan statistika melalui data dan diagram diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan untuk membaca serta memahami informasi secara lebih kritis. Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa KKN terhadap capaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas),” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Dian Nurmalasari/Jumadi)