Batang - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, melakukan pengujian kualitas air di Desa Sodong. Sebanyak 22 sampel air diuji dengan sejumlah parameter, hingga menemukan kadar pH cenderung asam.
Batang - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, melakukan pengujian kualitas air di Desa Sodong. Sebanyak 22 sampel air diuji dengan sejumlah parameter, hingga menemukan kadar pH cenderung asam.
Beberapa parameter meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), suhu, dan tingkat keasaman atau pH. Selain pengujian laboratorium, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung terhadap bau, rasa, dan warna air. Hasil pengujian tersebut kemudian disampaikan dan disosialisasikan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Mahasiswa Oseanografi UNDIP Semarang Yunanta Hari Nugraha mengatakan, secara umum hasil pengujian menunjukkan kondisi yang baik. Namun, tim menemukan nilai pH yang cenderung rendah di sejumlah titik.
“Dari 22 sampel air yang kami ambil di Desa Sodong, kami melakukan pengujian laboratorium dengan beberapa parameter, yaitu TDS, DHL, suhu, dan pH. Temuan yang kami dapatkan lebih kepada nilai pH yang cenderung rendah di beberapa titik,” katanya saat ditemui di Desa Sodong, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).
Nilai pH air yang ditemukan memiliki rata-rata sekitar 5,6 sementara pada salah satu titik tercatat mencapai 4,1. Temuan ini menunjukkan air memiliki sifat yang cenderung asam.
Mahasiswa Teknik Geologi UNDIP, Fadhli Haula menjelaskan rendahnya pH tersebut dapat berkaitan dengan kondisi alam di Desa Sodong.
“Kalau kita melihat kondisi Desa Sodong, salah satu faktor yang memungkinkan menyebabkan pH air cenderung rendah adalah kondisi alamnya. Dari sudut pandang geologi, Desa Sodong tersusun oleh batuan vulkanik, salah satunya andesit,” jelasnya.
Menurutnya, vegetasi di Desa Sodong yang cukup lebat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Material organik dari lingkungan hutan yang mengalami proses pembusukan dapat memengaruhi sifat air.
“Jadi, karakter lingkungan, material organik, dan kondisi geologi menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melihat kenapa pH air di beberapa titik relatif rendah. Namun, untuk memastikan penyebabnya secara lebih spesifik, tentu masih diperlukan pengujian dan kajian lebih lanjut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sodong Moh. Tarmolah mengapresiasi kegiatan dan temuan mahasiswa KKN UNDIP tersebut. Menurutnya, hasil pengujian memberikan informasi penting bagi pemerintah desa dan masyarakat mengenai kondisi air di wilayahnya.
“Kami dari pemerintah desa tentu mengapresiasi kegiatan dan temuan dari teman-teman mahasiswa KKN UNDIP ini. Bagi kami, hasil pengujian seperti ini memberikan informasi yang cukup penting mengenai kondisi air di Desa Sodong,” ujar dia.
Ia mengatakan pemerintah desa akan menindaklanjuti hasil pengujian sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.
“Ke depan, hasil dan rekomendasi dari pengujian ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan apa yang disampaikan oleh tim mahasiswa, terutama terkait kondisi pH air. Harapannya, hasil ini bisa menjadi bahan evaluasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sodong,” pungkasnya.
Temuan tersebut menjadi gambaran awal mengenai karakteristik air di kawasan pegunungan Desa Sodong. Dengan adanya sosialisasi hasil pengujian, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan dapat memahami kondisi sumber air sekaligus mempertimbangkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian yang lebih mendalam. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)