Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan kelompok Saintek berupa penyusunan booklet Profil Desa Jrakahpayung. Program ini dilatarbelakangi oleh peran mahasiswa sebagai surveyor dan mapper dalam kegiatan survei kondisi wilayah desa.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan kelompok Saintek berupa penyusunan booklet Profil Desa Jrakahpayung. Program ini dilatarbelakangi oleh peran mahasiswa sebagai surveyor dan mapper dalam kegiatan survei kondisi wilayah desa.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap belum tersedianya dokumen profil desa yang terstruktur dan berbasis data spasial di Desa Jrakahpayung.
Mahasiswa Undip Semarang Fakhri Rizqullah Anwar mengatakan, selama ini, informasi mengenai kondisi geografis, batas wilayah, tata guna lahan, maupun potensi desa belum terhimpun dalam satu dokumen yang mudah diakses, sehingga menyulitkan pemerintah desa ketika membutuhkan data tersebut untuk keperluan administrasi maupun penyambutan tamu dan pihak dinas.
“Menyasar Pemerintah Desa Jrakahpayung, program ini bertujuan menghadirkan dokumen arsip berupa booklet profil desa yang dapat digunakan sewaktu-waktu dan terus dikembangkan oleh perangkat desa di kemudian hari. Program ini sejalan dengan SDGs Desa Poin 18 tentang Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif, serta Poin 9 tentang Inovasi dan Infrastruktur Desa sesuai Kebutuhan,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).
Booklet Profil Desa Jrakahpayung disusun secara sistematis dan terbagi ke dalam beberapa bagian utama. Bagian pertama memuat kondisi geografis desa, yang menjelaskan letak Desa Jrakahpayung di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dengan ketinggian wilayah sekitar 60–77 meter di atas permukaan laut (mdpl) serta luas wilayah sekitar 262,68 hektare yang didominasi oleh kawasan permukiman, lahan pertanian, dan perkebunan.
“Bagian ini dilengkapi pula dengan penjelasan batas wilayah desa, yaitu Desa Kedungsegog dan Desa Kenconorejo di sebelah utara, Desa Sengon di sebelah timur, Desa Clapar dan Desa Kebumen di sebelah selatan, serta Desa Simbangjati di sebelah barat. Bagian kedua booklet menampilkan Peta Administrasi Desa Jrakahpayung, yang memuat batas administrasi, jaringan jalan dan sungai sebagai gambaran akses serta kondisi hidrologi desa, sebaran dusun, serta berbagai fasilitas umum seperti sekolah, masjid, pasar, lapangan, kantor desa, SPBU, mata air, yayasan agama, dan UNISS Batang,” terangnya.
Fakhri juga menyebutkan bahwa, peta ini juga menandai lokasi potensi wilayah seperti UMKM ikan asap dan ladang tebu, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai tata letak desa. Bagian ketiga menyajikan Peta Tata Guna Lahan Desa Jrakahpayung, yang menunjukkan bahwa penggunaan lahan desa didominasi oleh ladang, disusul oleh kebun dan permukiman, sementara penggunaan lahan lain seperti sawah, sungai, dan pekarangan memiliki luasan yang relatif lebih kecil, sekaligus menegaskan bahwa sebagian besar wilayah desa masih dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.
“Bagian terakhir booklet memuat uraian mengenai potensi Desa Jrakahpayung, yang terbagi ke dalam sektor unggulan dan sumber daya alam. Pada sektor unggulan, booklet menyoroti ladang tebu sebagai penggunaan lahan dengan luasan terbesar yang mendukung kegiatan pertanian sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat, serta UMKM ikan asap yang melibatkan lebih dari 10 pelaku usaha sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat yang terus berkembang,” ungkapnya.
Pada bagian sumber daya alam, booklet memaparkan potensi lahan terbuka hijau yang dapat dikembangkan untuk pertanian dan penghijauan, serta keberadaan mata air alami yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan. Seluruh informasi tersebut disusun dengan tata letak yang ringkas dan mudah dibaca, sehingga dapat digunakan sebagai bahan informasi cepat sekaligus arsip data desa yang dapat terus dikembangkan oleh perangkat desa.
“Dampak yang diharapkan dari program ini adalah Pemerintah Desa Jrakahpayung memiliki dokumen arsip profil desa yang lebih terstruktur dan berbasis data spasial, sehingga dapat digunakan sebagai bahan informasi ketika ada kunjungan tamu maupun pihak dinas, sekaligus menjadi dasar pengembangan data desa yang berkelanjutan di masa mendatang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jrakahpayung Amat Rozikin menyampaikan apresiasinya. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas program penyusunan booklet profil desa ini. Sekarang kami memiliki data desa yang lebih rapi dan lengkap, sehingga ketika ada tamu atau pihak dinas yang berkunjung, kami sudah punya bahan informasi yang jelas mengenai kondisi Desa Jrakahpayung,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Jrakahpayung Udin. “Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN atas booklet profil desa yang telah dibuat. Dokumen ini sangat membantu kami dalam menyimpan dan menyajikan data desa, dan semoga ke depannya dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan,” ujar dia.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro turut berkontribusi dalam mendukung tertib administrasi dan kelembagaan desa melalui pendekatan keilmuan geologi dan pemetaan spasial. (MC Batang, Jateng/Fakhri Rizqullah/Jumadi)