Batang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang ditemukan di sejumlah titik kawasan wisata Pantai Sigandu hingga Pantai Ujungnegoro. Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan sekitar enam hingga tujuh armada pengangkut sampah. Proses pembersihan ditargetkan selesai pada Rabu (1282026).
Batang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang ditemukan di sejumlah titik kawasan wisata Pantai Sigandu hingga Pantai Ujungnegoro. Pembersihan dilakukan dengan mengerahkan sekitar enam hingga tujuh armada pengangkut sampah. Proses pembersihan ditargetkan selesai pada Rabu (12/8/2026).
Kepala DLH Batang Rusmanto mengatakan, terdapat sedikitnya empat titik pembuangan sampah liar yang ditemukan di sepanjang kawasan Pantai Ujungnegoro hingga Pantai Sigandu. Hari ini mulai kita bersihkan. Perkiraan selesai besok.
“Tumpukan sampah tersebut didominasi sampah rumah tangga dan sampah dari aktivitas usaha. Kondisi ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Batang. Kurang lebih ada enam sampai tujuh armada yang kita kerahkan untuk pembersihan,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Selasa (11/8/2026).
Rusmanto menjelaskan, DLH telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ujungnegoro dan Desa Depok untuk menangani persoalan sampah tersebut. Koordinasi dilakukan tidak hanya untuk membersihkan sampah, tetapi juga memperkuat pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak kembali membuang sampah sembarangan.
“Sudah kita koordinasikan dengan Pemerintah Desa Ujungnegoro dan Depok untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. Setelah proses pembersihan selesai, DLH juga akan memasang papan pemberitahuan yang berisi larangan membuang sampah di lokasi tersebut,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan, dapat mencegah munculnya kembali titik-titik pembuangan sampah liar di kawasan pantai. Rusmanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kawasan wisata sebagai tempat pembuangan sampah. Menurut dia, persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Masyarakat, pelaku usaha, maupun pengelola kawasan wisata memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan tanggung jawab bersama. Mari bersama-sama kita jaga dan rawat lingkungan kita,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga didorong mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah dari rumah maupun tempat usaha dinilai dapat membantu mengurangi volume sampah yang harus dibuang dan diangkut.
“Mulai pilah sampah dan pengelolaan dari sumber untuk mengurangi volume sampah. Pemkab Batang berharap, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dapat terus meningkat, khususnya di kawasan wisata. Dengan demikian, keindahan Pantai Sigandu dan Pantai Ujungnegoro dapat tetap terjaga sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” pungkasnya.
Menjaga kebersihan kawasan wisata bukan hanya bagian dari upaya pemerintah menata lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama untuk merawat potensi wisata Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)