IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis

Selasa, 04 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 22 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis
IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis.
Batang - IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Batang - IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Pendampingan dimulai melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menjadikan tanah wakaf sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, konservasi lingkungan, sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat, di Gedung PCNU, Kabupaten Batang, Selasa (4/8/2026).

FGD dihadiri tim Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Guru Besar Ilmu Peternakan Prof. Dr. Ir. Muladno, ahli Arsitektur Lanskap, Dr. Kaswanto, Ahli Wakaf Agraria  Mohamad Shohibuddin dan Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudin serta Sekretaris Bapperida Kabupaten Batang Yanti Wahyuningsih.

Ketua Tanfidziyah PCNU Batang  Ahmad Munir Malik, mengatakan FGD tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan tanah wakaf NU tersebut menjadi pusat ekosistem agribisnis dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kita optimalkan untuk peternakan, pertanian maupun perkebunan yang akan dikolaborasikan bersama Nestle agar bisa mencukupi kebutuhan pasar. Keterlibatan secara langsung warga atau petani setempat, agar meningkatkan kesejahteraan. Tentu akan ada akad kerja sama bagi hasil, sesuai syariat Islam sehingga masyarakat Desa Jetak lebih sejahtera,” jelasnya.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada satu wilayah saja, namun secara bertahap akan melebar ke wilayah lain di Kabupaten Batang. Pendampingan juga akan menyasar ke lahan-lahan milik warga, di Reban, Bawang dan Blado.

“Dipilihnya IPB sebagai mitra, karena memiliki tenaga ahli di bidang pertanian. Sesuai dengan mayoritas warga Nahdliyyin yang berprofesi sebagai petani,” terangnya.

Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, menjelaskan, melalui DOSPULKAM, tim multidisiplin IPB University akan menjalankan tiga agenda utama: penyusunan site plan kawasan secara partisipatif, penguatan tata kelola kelembagaan ZISWAF bagi PCNU, serta pelatihan sistem pertanian dan peternakan terpadu bagi masyarakat.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan wakaf produktif yang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain. DOSPULKAM menjalankan dua kegiatan utama di Kabupaten Batang, pertama industrialisasi pedesaan, seperti di Blado dan Reban, dengan komoditas kopi, teh, dan lainnya. Kedua, pengembangan perencanaan tanah wakaf NU yang dimulai hari ini, dilanjutkan dengan studi lapangan dan pendampingan masyarakat sekitar,” ujar dia.

Guru Besar Ilmu Peternakan Prof. Dr. Ir. Muladno memandang, kelengkapan komponen yang dimiliki menjadi daya dukung untuk membangun ekosistem integrasi horizontal pada industri sapi perah.

“Sisi kemanfaatannya lebih besar karena ketika memiliki usaha dari hulu sampai hilir, akan melibatkan banyak pelaku usaha di dalamnya. Contohnya pakan dari petani dan warga Nahdliyyin, yang beli hasil susu perahnya perusahaan di Nestle, didukung pemerintah daerah,” tegasnya.

Peran IPB tentu memberikan ilmu, teknologi dan konsep dasar untuk memberdayakan masyarakat hingga menghasilkan produk susu dari peternak lokal.

“Kami berupaya mendampingi warga Nahdliyyin untuk bisa mengelola lahan wakafnya supaya lebih produktif, jadi lebih menghasilkan,” tuturnya.

Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudin mengapresiasi program yang diinisiasi PCNU Batang karena bertujuan untuk memberdayakan umat. Peran dari Nestle saat ini berupaya memberikan masukan agar sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai PCNU.

“Komitmen kami terus berupaya mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi peternakan rakyat,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG Pemkab Batang Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG
Pemkab Batang Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG
Batang - Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kabupaten Batang menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) demi menjamin kualitas makanan bagi anak-anak.
04 Ags 2026 Jumadi 24
MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital
MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital
Batang - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batang menggelar Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) selama tiga hari 35 Agustus 2026 di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa baru dengan mengusung tema "Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi".
04 Ags 2026 Jumadi 60
Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri
Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memasuki tahapan akhir penataan kawasan Jalan Pattimura dengan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih berjualan di bahu jalan. Sejumlah pedagang pun telah membongkar lapak secara mandiri dan berpindah ke lokasi yang telah disediakan, yakni Pasar Batang dan Pasar Sambong.
04 Ags 2026 Jumadi 35
Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat
Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat
Batang - Memasuki usia ke-35 tahun, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan fokus kerjaan penting tidak Ngoyo dengan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga. Hal tersebut disampaikan saat acara tasyakuran di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (382026).
03 Ags 2026 Jumadi 144
Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG
Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG
Batang - Suasana sibuk di dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, mendadak hangat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menu makanan untuk para siswa, Wakil Bupati Batang Suyono, hadir menyapa dan meninjau langsung proses pengolahan makanan dari dekat.
03 Ags 2026 Jumadi 135
Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028 Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028
Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan layanan angkutan massal Trans Jateng akan mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Batang pada 2028. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat, mendukung mobilitas pekerja kawasan industri, sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (382026).
03 Ags 2026 Jumadi 146