IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis

Selasa, 04 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 358 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis
IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis.
Batang - IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Batang - IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Pendampingan dimulai melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menjadikan tanah wakaf sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, konservasi lingkungan, sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat, di Gedung PCNU, Kabupaten Batang, Selasa (4/8/2026).

FGD dihadiri tim Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Guru Besar Ilmu Peternakan Prof. Dr. Ir. Muladno, ahli Arsitektur Lanskap, Dr. Kaswanto, Ahli Wakaf Agraria  Mohamad Shohibuddin dan Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudin serta Sekretaris Bapperida Kabupaten Batang Yanti Wahyuningsih.

Ketua Tanfidziyah PCNU Batang  Ahmad Munir Malik, mengatakan FGD tersebut merupakan upaya untuk mengoptimalkan tanah wakaf NU tersebut menjadi pusat ekosistem agribisnis dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kita optimalkan untuk peternakan, pertanian maupun perkebunan yang akan dikolaborasikan bersama Nestle agar bisa mencukupi kebutuhan pasar. Keterlibatan secara langsung warga atau petani setempat, agar meningkatkan kesejahteraan. Tentu akan ada akad kerja sama bagi hasil, sesuai syariat Islam sehingga masyarakat Desa Jetak lebih sejahtera,” jelasnya.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada satu wilayah saja, namun secara bertahap akan melebar ke wilayah lain di Kabupaten Batang. Pendampingan juga akan menyasar ke lahan-lahan milik warga, di Reban, Bawang dan Blado.

“Dipilihnya IPB sebagai mitra, karena memiliki tenaga ahli di bidang pertanian. Sesuai dengan mayoritas warga Nahdliyyin yang berprofesi sebagai petani,” terangnya.

Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama PSP3 IPB, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa, menjelaskan, melalui DOSPULKAM, tim multidisiplin IPB University akan menjalankan tiga agenda utama: penyusunan site plan kawasan secara partisipatif, penguatan tata kelola kelembagaan ZISWAF bagi PCNU, serta pelatihan sistem pertanian dan peternakan terpadu bagi masyarakat.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan wakaf produktif yang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain. DOSPULKAM menjalankan dua kegiatan utama di Kabupaten Batang, pertama industrialisasi pedesaan, seperti di Blado dan Reban, dengan komoditas kopi, teh, dan lainnya. Kedua, pengembangan perencanaan tanah wakaf NU yang dimulai hari ini, dilanjutkan dengan studi lapangan dan pendampingan masyarakat sekitar,” ujar dia.

Guru Besar Ilmu Peternakan Prof. Dr. Ir. Muladno memandang, kelengkapan komponen yang dimiliki menjadi daya dukung untuk membangun ekosistem integrasi horizontal pada industri sapi perah.

“Sisi kemanfaatannya lebih besar karena ketika memiliki usaha dari hulu sampai hilir, akan melibatkan banyak pelaku usaha di dalamnya. Contohnya pakan dari petani dan warga Nahdliyyin, yang beli hasil susu perahnya perusahaan di Nestle, didukung pemerintah daerah,” tegasnya.

Peran IPB tentu memberikan ilmu, teknologi dan konsep dasar untuk memberdayakan masyarakat hingga menghasilkan produk susu dari peternak lokal.

“Kami berupaya mendampingi warga Nahdliyyin untuk bisa mengelola lahan wakafnya supaya lebih produktif, jadi lebih menghasilkan,” tuturnya.

Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudin mengapresiasi program yang diinisiasi PCNU Batang karena bertujuan untuk memberdayakan umat. Peran dari Nestle saat ini berupaya memberikan masukan agar sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai PCNU.

“Komitmen kami terus berupaya mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi peternakan rakyat,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) menyusul banyaknya laporan warga terkait dugaan peredaran minuman beralkohol hingga praktik prostitusi dan permesuman. Operasi penegakan Peraturan daerah (Perda) melibatkan Satpol PP, Disparpora, Disperindagkop, Polresta Batang dan Kodim 0736Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 7
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
Batang World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bersama melalui kegiatan bertema Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 261
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 136
Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Bukit Srawung KITB Diresmikan, Jadi Ruang Publik Berwisata di Tengah Perkembangan Industri
Batang - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak hanya dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang interaksi masyarakat yang tetap mengedepankan budaya dan kearifan lokal. Hal tersebut diwujudkan melalui peresmian Bukit Srawung KITB oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 58
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Dukung Sport Tourism, Batang Runners Ajak Pelari Susuri Deswita Pandansari
Batang - Budaya olahraga lari yang makin digemari, dibidik oleh komunitas Batang Runners bekerja sama dengan PT. Armeta Indah Otsuka untuk turut mengenalkan Deswita Pandansari sebagai destinasi strategis sport tourism. Ratusan pelari mengikuti gelaran Mini Offline Pocari Sweat Runs, sekaligus menjajaki wilayah Desa Pandansari yang didominasi hijaunya persawahan serta menciptakan kesan berlari dengan suasana pedesaan yang menyejukkan.
20 Sep 2026 Jumadi 111
Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov
Dorong Sport Tourism, Pemkab Batang Siap Gelar Sprint Rally Nasional dan Targetkan Tuan Rumah Porprov
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup warga. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyiapan berbagai fasilitas publik yang menunjang kegiatan fisik hingga pembentukan destinasi sport tourism. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat memimpin Apel Hari Olahraga Nasional (Haornas) di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1892026).
18 Sep 2026 Jumadi 240