Pemkab Batang Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG

Selasa, 04 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 20 kali Acara Pimpinan Daerah
Pemkab Batang Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG
Pemkab Batang mengelar Gelar Rakor Yayasan dan Mitra SPPG, Perkuat Suplai Bahan Baku Lokal untuk Dapur SPPG di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kabupaten Batang menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) demi menjamin kualitas makanan bagi anak-anak.

Batang - Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kabupaten Batang menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) demi menjamin kualitas makanan bagi anak-anak.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas SPPG Suyono mengingatkan seluruh mitra pelaksana agar tidak bermain-main dengan takaran maupun kualitas bahan pangan yang telah ditentukan. Menurutnya, tindakan mengurangi volume atau kualitas demi keuntungan pribadi termasuk bentuk kecurangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

“Karena kalau tidak sesuai SOP, artinya mengurangi dari nilai-nilai yang sudah ditentukan, itu kan bisa menjadi yang bersifat korupsi mengurangi nilai.  Meskipun sedikit kali tiap hari kali 1 bulan itu. Jadi kan bisa menjadi nilai korupsi dan menjadi temuan-temuan,” katanya usai menghadiri Rakor Yayasan atau Mitra SPPG Tentang Kebutuhan Suplai Bahan Baku Lokal Untuk Dapur SPPG di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (4/8/2026).

Suyono juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi daerah melalui pelibatan rantai pasok lokal. Ia mewajibkan para mitra untuk menyerap hasil produksi petani dan peternak di Kabupaten Batang serta melarang keras praktik monopoli pasokan (supplier).

“Ada sirkel peternak telur, ada sirkel peternak ayam, ada sirkel petani sayuran. Itu semua kan harus terjual. Dan siapa yang membeli, ya dari para mitra-mitra ini. Itu sudah dari pusat pun kan dianjurkan seperti itu. Jangan sampai tidak memanfaatkan produk lokal. Keterlibatan UMKM dan petani lokal harus dijaga dari praktik yang tidak sehat,” jelasnya.

Kalau ada monopoli ya kita coret, nanti kita suspend dan dtutup. Karena itu merugikan para petani lokal. Terkait dengan evaluasi teknis, Suyono menekankan bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada integritas para pengelola.

“Penekanan saya itu satu, kejujuran. Menjadi mitra yang baik, karena ini program negara yang harus menghasilkan anak-anak yang cerdas dengan makan bergizi gratis ini. Ya produknya pun harus bergizi, sesuai dengan takaran yang ditentukan,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Korwil Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia  (SPPI) Batang Puji Lestari menyatakan, pihak pengelola terus mendorong peningkatan angka penyerapan komoditas lokal yang saat ini masih menyisakan sekitar 19 persen pasokan dari luar daerah.

“Penyerapan bahan baku lokal itu harapannya setelah acara ini itu bisa minimal seperti tadi disampaikan Wakil Bupati tadi bahwa paling tidak menyentuh angka 90-an lah gitu. Meskipun kadang memang kebutuhan bahan baku lokal ini kan entah karena jumlahnya yang terbatas juga semakin banyak akhirnya mengambil dari tempat lain,” ujar dia.

Menanggapi isu sanksi dan mekanisme pengawasan terhadap SPPG yang bermasalah, Puji meluruskan bahwa mekanisme penanganan pelanggaran awal akan diproses secara internal oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum melangkah ke jalur hukum.

“Pelaporan itu kan sifatnya itu haknya BGN secara internal, tidak kemudian serta-merta langsung pihak luar yang mengeksekusi. Jadi di BGN kan ada Pemantauan dan Pengawasan. Itu haknya Pemantauan dan Pengawasan terlebih dahulu untuk kemudian menangani hal seperti ini,” ungkapnya.

Puji memastikan kondisi operasional SPPG di Kabupaten Batang sejauh ini relatif aman dan kondusif. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi risiko keselamatan pangan.

“Upaya preventifnya yang sering dilakukan dan juga mitra. Jadi mitra, kepala, dan pengawas gizi itu yang bertanggung jawab atas keamanan operasional sampai distribusi ke sekolah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis
IPB University Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf jadi Ekosistem Agribisnis
Batang - IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026 mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang dalam menyusun desain tapak (site plan) pengembangan kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Pendampingan digelar di atas tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
04 Ags 2026 Jumadi 14
MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital
MAN Batang Gandeng Diskominfo Bekali Siswa Baru dengan Literasi Digital
Batang - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batang menggelar Kemah Bakti OSIS (KBO) dan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) selama tiga hari 35 Agustus 2026 di Lapangan Sipucung, Desa Wonobodro, Kabupaten Batang. Kegiatan ini diikuti ratusan siswa baru dengan mengusung tema "Gelorakan Aksi, Rekat Kolaborasi, dan Ukir Prestasi".
04 Ags 2026 Jumadi 56
Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri
Setelah Terbit SP3, PKL Jalan Pattimura Batang Mulai Bongkar Lapak Secara Mandiri
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memasuki tahapan akhir penataan kawasan Jalan Pattimura dengan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih berjualan di bahu jalan. Sejumlah pedagang pun telah membongkar lapak secara mandiri dan berpindah ke lokasi yang telah disediakan, yakni Pasar Batang dan Pasar Sambong.
04 Ags 2026 Jumadi 27
Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat
Genap Usia 35 Tahun, Bupati Batang Tidak Ngoyo Fokus Kerjaan Program Bermanfaat
Batang - Memasuki usia ke-35 tahun, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan fokus kerjaan penting tidak Ngoyo dengan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga. Hal tersebut disampaikan saat acara tasyakuran di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (382026).
03 Ags 2026 Jumadi 142
Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG
Demi Generasi Emas, Wabup Batang Tinjau Dapur MBG
Batang - Suasana sibuk di dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, mendadak hangat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menu makanan untuk para siswa, Wakil Bupati Batang Suyono, hadir menyapa dan meninjau langsung proses pengolahan makanan dari dekat.
03 Ags 2026 Jumadi 133
Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028 Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028
Perkuat Akses Ke Industri, Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan layanan angkutan massal Trans Jateng akan mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Batang pada 2028. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat, mendukung mobilitas pekerja kawasan industri, sekaligus memperkuat sektor pariwisata. Hal itu disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (382026).
03 Ags 2026 Jumadi 144