Batang - Wakil Bupati Batang Suyono menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas tinggi bagi para calon wasit olahraga. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka acara Latihan Perwasitan Renang Kategori CMadya di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jumat (3172026).
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas tinggi bagi para calon wasit olahraga. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka acara Latihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya di Desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Menurut Suyono, peningkatan kualitas diri dan profesionalisme adalah kunci utama agar seorang wasit mampu memiliki nilai jual dan rekam jejak yang diakui secara luas. Segala sesuatu bisa menjadi nilai ekonomi ketika profesionalisme itu ditunjukkan, karena hasil itulah yang akan menentukan.
“Keterbukaan era digital dan media sosial saat ini membuka peluang lebar bagi para tenaga profesional untuk berkiprah hingga ke tingkat nasional. Mungkin kalau Anda nanti bekerja secara profesional, apalagi sekarang media sosial sudah biasa, bisa diundang ke mana-mana. Ke Surabaya, pesawat sudah disiapkan, tiketnya, hotelnya sudah. Tapi kalau belum profesional, ya bagaimana cara menjualnya,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta para peserta untuk tetap fokus pada tujuan serta menjadikan profesi sebagai ladang ibadah dan dedikasi. Dari sekarang Anda semua harus fokus pada ruangnya, fokus pada idealisnya, fokus pada tujuannya. Awal pertama kita niatkan bekerja, kalau bisa niatkan ibadah agar memberikan manfaat,” tegasnya.
Selain profesionalisme, Suyono menyoroti godaan serta tantangan moral yang kerap dihadapi oleh seorang wasit di lapangan, seperti praktik suap atau iming-iming materi dari pihak tertentu.
“Maka datanglah orang yang menawarkan uang Rp10 juta, bahkan Rp15 juta. Ketika itu diterima, maka akan meruntuhkan integritas anda, yang seharusnya menjadi wasit yang profesional,” terangnya.
Ia juga berpesan, agar para peserta kelak menjadi pengadil pertandingan yang jujur dan teguh memegang kata hati tanpa terpengaruh oleh tekanan maupun imbalan.
“Jadilah wasit yang berintegritas, wasit yang mengikuti kata hatinya dengan kejujuran. Karena segala sesuatu dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” ujar dia.
Pelatihan Perwasitan Renang Kategori C/Madya Tingkat Jawa Tengah diikuti 34 peserta, bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta integritas Sumber Daya Manusia (SDM) wasit renang di daerah. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga wilayah DIY dengan rentang usia 19 hingga 45 tahun. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi mendasar terkait regulasi dan tata kelola pertandingan.
Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Ketua Harian PRSI/Akuatik Batang Tisna Zuhri Madina menyampaikan, mulai dari manajemen kompetisi, peraturan, kebutuhan SDM perlombaan, hingga tugas dan fungsi masing-masing wasit juri. Di renang itu ada sekitar 18 job, mulai dari referee, timekeeper, juri gaya, juri pembalikan, hingga pengatur atlet.
“Saat ini Kabupaten Batang telah memiliki sekitar 60 wasit dan juri renang, serta tiga wasit berlisensi tingkat nasional,” tuturnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua KONI Batang Teguh Supriyatno menilai kesuksesan sebuah kejuaraan dan prestasi atlet tidak dapat dilepaskan dari peran perangkat pertandingan yang adil.
“Suatu pertandingan bisa sukses, atlet bisa berprestasi, tidak hanya tergantung pada atlet itu sendiri dan pelatih. Kita juga membutuhkan wasit sebagai perangkat pertandingan yang jujur, berintegritas, dan memahami aturan-aturan pertandingan yang ada,” ujar dia.
Teguh menilai ketersediaan wasit olahraga di Kabupaten Batang saat ini masih cukup memadai. Bahkan, untuk cabang olahraga akuatik, pelatihan lisensi tingkat B (Nasional) direncanakan bakal berlanjut pada akhir Agustus mendatang.
Senada dengan hal itu, Ketua Akuatik Batang Andang Tri Kusnaedy mengungkapkan, bahwa lulusan pelatihan Lisensi C ini nantinya akan langsung diberdayakan pada event lokal mendatang, salah satunya ajang Bupati Cup yang dijadwalkan pada November 2026.
“Setelah lisensi C, Insyaallah SDM yang ini bisa digunakan untuk wasit juri pada Bupati Cup November 2026. Kita akan mengakomodir, disisipi dengan yang sudah senior-senior supaya ilmunya bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)