Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat pembangunan infrastruktur olahraga sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus menyediakan ruang publik yang representatif bagi masyarakat. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dikebut adalah pembangunan lanjutan jogging track Stadion Moh Sarengat yang memasuki tahap pengerjaan lapisan atas lintasan.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat pembangunan infrastruktur olahraga sebagai upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus menyediakan ruang publik yang representatif bagi masyarakat. Salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dikebut adalah pembangunan lanjutan jogging track Stadion Moh Sarengat yang memasuki tahap pengerjaan lapisan atas lintasan.
Pembangunan tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Batang. Selain menghadirkan fasilitas olahraga berstandar nasional, keberadaan jogging track juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendukung lahirnya atlet-atlet atletik berprestasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang Endro Suryono mengatakan, pembangunan tahap lanjutan dimulai pada 15 Juni 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.261.865.000,00.
“Pengerjaan jogging track Stadion Moh Sarengat dilanjutkan mulai 15 Juni 2026 dengan nilai kontrak Rp9,26 miliar. Saat ini pekerjaan memasuki tahap penyelesaian lapisan atas lintasan,” katanya saat ditemui di Kantor DPUPR Batang, Kabupaten Batang, Jumat (24/7/2026).
Menurut Endro, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Batang dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh atlet maupun masyarakat umum.
“Lintasan yang dibangun mengacu pada standar nasional dengan spesifikasi serupa jogging track di Stadion Jatidiri Semarang. Nantinya lintasan tersebut memiliki delapan jalur lari sehingga mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, mulai dari latihan hingga kompetisi atletik,” jelasnya.
Jogging track ini dibangun dengan standar nasional seperti yang ada di Stadion Jatidiri Semarang. Nantinya memiliki delapan lintasan sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembinaan atlet maupun berbagai kegiatan olahraga lainnya. Dengan spesifikasi tersebut, Stadion Moh Sarengat diharapkan semakin siap menjadi salah satu pusat pembinaan olahraga atletik di Kabupaten Batang.
“Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pembangunan ditargetkan selesai pada 12 Oktober 2026 sehingga setelah seluruh pekerjaan rampung fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Kami optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai target, yakni pada 12 Oktober 2026, sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas olahraga yang lebih baik,” terangnya.
Keberadaan jogging track baru ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan atlet, tetapi juga menjadi ruang olahraga yang nyaman bagi masyarakat yang memiliki hobi berlari maupun menjalani gaya hidup sehat. Selama ini, Stadion Moh Sarengat menjadi salah satu lokasi favorit warga Batang untuk berolahraga, terutama pada pagi dan sore hari. Dengan hadirnya lintasan berstandar nasional, masyarakat akan memperoleh fasilitas yang lebih aman, nyaman, dan representatif.
Menurut Endro, pembangunan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur olahraga yang berkualitas sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Nantinya jogging track ini akan menjadi salah satu fasilitas olahraga terbaik yang dimiliki Kabupaten Batang. Kami berharap masyarakat semakin semangat berolahraga karena tersedia lintasan yang nyaman dan memenuhi standar. Selain mendorong budaya hidup sehat, pembangunan fasilitas olahraga juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan atlet daerah,” tegasnya.
Dengan tersedianya lintasan yang memenuhi standar, atlet-atlet atletik Kabupaten Batang tidak perlu lagi berlatih di luar daerah untuk mendapatkan fasilitas yang memadai. Kondisi tersebut dinilai akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi olahraga di masa mendatang.
Endro berharap, keberadaan jogging track dapat menjadi tempat lahirnya atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Batang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami berharap, fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan sehingga ke depan muncul bibit-bibit atlet lari yang mampu berprestasi membawa nama Kabupaten Batang,” pungkasnya.
Melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, Pemkab Batang berharap Stadion Moh Sarengat dapat berkembang menjadi pusat kegiatan olahraga modern yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, aktif, dan berprestasi, sekaligus menjadi salah satu ikon fasilitas olahraga unggulan di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)