Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah. Hingga saat ini, pemenuhan dokumen Readiness Criteria sebagai syarat pembangunan telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah. Hingga saat ini, pemenuhan dokumen Readiness Criteria sebagai syarat pembangunan telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama gratis dari Kementerian Sosial yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Di Kabupaten Batang, sekolah ini direncanakan mampu menampung sekitar 300 siswa.
Kepala Dinas Sosial Batang Willopo mengatakan, sebagian besar dokumen persyaratan telah selesai dipenuhi. Saat ini pemerintah daerah tinggal menyelesaikan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Pemenuhan dokumen Readiness Criteria Sekolah Rakyat sudah hampir selesai. Tinggal Andalalin dan AMDAL. Untuk Andalalin sudah ada SPK dan SPMK, sehingga proses penyusunannya sudah berjalan. Harapannya pada akhir Agustus dokumen Andalalin bisa selesai,” katanya saat ditemui di Desa Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (22/7/2026).
Willopo menjelaskan, penyusunan dokumen AMDAL juga terus berprogres. Saat ini dokumen tersebut telah melalui dua kali proses reviu dan selanjutnya akan memasuki tahapan lelang. Untuk AMDAL sudah direviu dua kali. Mudah-mudahan segera masuk proses lelang sehingga seluruh persyaratan bisa segera terpenuhi.
“Selain penyelesaian dokumen administrasi, kesiapan lahan pembangunan juga terus dimatangkan. Bangunan yang sebelumnya berada di lokasi telah dibongkar dan lahan kini sudah diratakan sebagai persiapan pembangunan fisik. Lokasinya sudah diratakan. Insyaallah lahannya sudah siap, tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Menurut Willopo, Pemerintah Kabupaten Batang terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, baik di tingkat pusat maupun Balai Pelaksana di Semarang, untuk memantau perkembangan proses pembangunan.
Ia optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Batang dapat dimulai pada tahun ini setelah seluruh tahapan administrasi dan proses lelang selesai dilaksanakan. Kami terus berkoordinasi dengan kementerian. Tinggal menunggu proses dari pusat. Insyaallah, bismillah, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat di Batang dapat dimulai.
“Pemkab Batang berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)