Batang - Kantor Kemenag Batang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memberikan ruang diskusi bagi jemaat Kristen untuk menyamakan pandangan, sebelum pendirian gereja di KEK Industropolis Gringsing. Meski sempat terjadi sedikit perbedaan pendapat dalam pengelolaan gereja nantinya, berkat konsolidasi yang baik antar jemaat dari beberapa denominasi yang ada, akhirnya bersepakat untuk mengelola bersama dengan dibentuknya Gereja Oikumene.
Batang - Kantor Kemenag Batang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memberikan ruang diskusi bagi jemaat Kristen untuk menyamakan pandangan, sebelum pendirian gereja di KEK Industropolis Gringsing. Meski sempat terjadi sedikit perbedaan pendapat dalam pengelolaan gereja nantinya, berkat konsolidasi yang baik antar jemaat dari beberapa denominasi yang ada, akhirnya bersepakat untuk mengelola bersama dengan dibentuknya Gereja Oikumene.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Batang, Munif menganggap wajar ketika dalam pembentukan kepengurusan dalam mengelola tempat ibadah, yang terpenting semua denominasi gereja yang ada dapat disatukan demi kebaikan jemaat. Diakui, ada belasan denominasi gereja di Kabupaten Batang, yang memiliki keberagaman aliran yang patut disatukan dalam mengelola gereja di KEK Industropolis Batang.
“Di Batang ada 15 denominasi, Jawa Tengah 40 denominasi dan nasional 330 denominasi. Khusus di KEK nantinya, akan diciptakan suasana mini moderasi, ada masjid, gereja Katolik dan Kristen, vihara, kelenteng dan pura agar kebutuhan rohaninya terpenuhi di sana,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026).
Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Jateng, Siswo Martono bersama perwakilan Persekutuan Umat Kristen Kabupaten Batang (PUKKB), akan berdiskusi lebih lanjut dengan pimpinan KEK Industropolis, untuk menentukan pengelola gereja di kawasan tersebut.
“Pengurusnya nanti akan ditentukan oleh PUKKB, yang bisa mewakili tiap denominasi atau aliran ajaran, semoga setelah dibangun umat Kristen makin terpelihara imannya saat menjalankan pekerjaannya di KEK,” harapnya.
Terkait pembangunan Gereja Kristen di KEK Industropolis Batang, hingga saat ini masih dalam perencanaan, termasuk luas lahan dan daya tampung jemaat.
“Kami masih menunggu anggaran dari pusat, baru segera dibangun, namun untuk pelayanan jemaat saat ini pun sudah terlaksana,” jelasnya.
Ketua PUKKB, sekaligus Gembala Jemaat Gereja Isa Al-Masih Subah, Pendeta Stevanus Yadi mengharapkan pihak terkait segera membuat Surat Keputusan dalam pengelolaan Gereja Oikumene atas nama PUKKB yang telah berbadan hukum. Hal ini penting, karena saat ini Surat Keputusan tersebut hanya diserahkan kepada salah satu denominasi saja, sedangkan di Kabupaten Batang terdapat beberapa denominasi.
“Di Batang ada tujuh denominasi, di antaranya Gereja Isa Al-Masih, Gereja Kristen Injili Indonesia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Betle Maranatha, Gereja Pantekosta di Indonesia dan Gereja Kristen Jawa,” terangnya.
Terkait pelaksanaan pelayanan ibadah, PUKKB akan berkoordinasi dengan seluruh denominasi yang ada, untuk menentukan liturgi bersama yang dapat disepakati. Semoga nantinya gereja tersebut menjadikan karyawan KEK mendapatkan pembinaan rohani yang diperkirakan akan ada 400 jemaat yang bernaung.
Sementara itu, Ketua FKUB Batang, Subkhi mengharapkan, keberadaan Gereja Oikumene nantinya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan rohani para karyawan KEK, sehingga berkarakter positif. Dari sisi lain, keberadaan enam tempat ibadah di KEK, dapat dijadikan ikon destinasi wisata religi.
“Ini satu-satunya kawasan industri dengan berbagai tempat ibadah yang letaknya langsung berhadapan di jalur tol maupun stasiun nantinya. Jadi bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat saat libur hari raya masing-masing umat beragama, sekaligus berwisata religi di KEK Industropolis,” ujar dia.
Saat ini yang sudah selesai dibangun dan langsung dimanfaatkan yakni Masjid An-Nahl, sedangkan pura dalam proses pembangunan.
“Ada pula nantinya Gereja Katolik yang akan dilengkapi Taman Doa, ada Vihara, Kelenteng dan Gereja Kristen dengan luas lahan 1.000 - 2.000 m², untuk tiap tempat ibadah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)