Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK

Jumat, 17 Juli 2026 Jumadi Dibaca 46 kali Pendidikan dan Latihan
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Gambar ilustrasi saat guru mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Batang.
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.

Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.

Salah satu guru SMPN 4 Batang Aloysius Aditya Pamrayogi mengatakan, tidak sedikit siswa yang menolak menjadi presenter kelompok, gugup saat berbicara di depan teman-temannya, atau menghindari kontak mata ketika guru mengajukan pertanyaan. Fenomena tersebut menunjukkan adanya penurunan performance confidence.

“Fenomena ini semakin tampak setelah perubahan pola belajar beberapa tahun terakhir yang banyak dipengaruhi oleh penggunaan teknologi digital. Peserta didik menjadi lebih terbiasa berkomunikasi melalui media sosial dibandingkan berinteraksi secara langsung. Akibatnya, ketika harus tampil di depan kelas, mereka mengalami kecemasan, takut melakukan kesalahan, khawatir ditertawakan teman, bahkan merasa dirinya tidak cukup baik dibandingkan orang lain,” katanya saat ditemui di SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (17/7/2026).

Oleh karena itu, teori Self-Efficacy yang dikembangkan oleh Albert Bandura menjadi salah satu landasan yang sangat relevan untuk memahami fenomena tersebut. Lebih jauh lagi, sebagai bagian dari pendidikan Muhammadiyah, teori tersebut perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) agar pengembangan kepercayaan diri peserta didik tidak hanya berorientasi pada aspek psikologis, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami.

Self-Efficacy sebagai Dasar Membangun Performance Confidence

“Bahwa self-efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Seseorang yang memiliki self-efficacy tinggi tidak selalu memiliki kemampuan paling baik, tetapi ia percaya bahwa dirinya mampu belajar, berusaha, dan mengatasi berbagai tantangan. Sebaliknya, individu dengan self-efficacy rendah cenderung mudah menyerah, menghindari tugas yang dianggap sulit, serta lebih fokus pada kemungkinan gagal daripada peluang berhasil,” jelasnya.

Aloysius Aditya Pamrayogi juga menyebutkan, kesalahan kecil ketika presentasi terkadang langsung mendapat komentar negatif dari teman atau bahkan guru. Akibatnya, siswa mulai mengembangkan pikiran-pikiran negatif seperti "Saya pasti salah", "Teman-teman akan menertawakan saya", atau "Saya tidak sepintar mereka." Pikiran otomatis negatif tersebut akhirnya membentuk keyakinan bahwa dirinya memang tidak mampu tampil di depan umum. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, performance confidence akan semakin menurun.

Perspektif AIK: Islam Mengajarkan Keberanian dan Optimisme

“Kepercayaan diri dalam Islam bukanlah bentuk kesombongan, melainkan keyakinan bahwa potensi yang Allah berikan harus dimanfaatkan secara maksimal. Seorang muslim diperintahkan untuk berikhtiar, bekerja keras, serta tidak mudah berputus asa,” ugkapnya.

Mengintegrasikan Self-Efficacy dan AIK dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Menurutnya teori Bandura menjelaskan bagaimana keyakinan diri dapat dibangun melalui pengalaman keberhasilan, pengamatan terhadap keberhasilan orang lain, dukungan sosial, serta pengelolaan kondisi emosional. Sementara itu, AIK memberikan dimensi spiritual bahwa setiap usaha dilakukan sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

Guru Bimbingan dan Konseling dapat merancang layanan yang tidak hanya melatih keterampilan presentasi, tetapi juga membantu siswa mengubah cara berpikir negatif menjadi lebih positif.

“Selain itu, guru mata pelajaran juga memiliki peran penting. Lingkungan kelas harus menjadi ruang belajar yang aman bagi siswa untuk mencoba, melakukan kesalahan, kemudian belajar memperbaikinya. Budaya mengejek teman yang sedang presentasi perlu dihilangkan. Sebaliknya, guru dapat membangun budaya saling menghargai, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta mengapresiasi setiap usaha yang dilakukan peserta didik. Lingkungan yang suportif akan mempercepat tumbuhnya performance confidence,” terangnya.

Fenomena menurunnya keberanian peserta didik untuk tampil di depan kelas merupakan persoalan nyata yang memerlukan perhatian bersama. Rendahnya performance confidence tidak hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga membatasi kesempatan peserta didik untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

“Sudah saatnya sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendorong setiap peserta didik berani tampil, berani menyampaikan pendapat, dan berani mengembangkan potensinya. Ketika self-efficacy tumbuh dan nilai-nilai AIK tertanam kuat dalam diri siswa, maka performance confidence tidak lagi menjadi kelemahan, melainkan menjadi kekuatan yang akan melahirkan generasi pembelajar yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 45
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 29
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 99
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.
16 Jul 2026 Jumadi 66
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 186
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 219