Batang Pembangunan tidak melulu soal megahnya gedung bertingkat atau mulusnya aspal jalan protokol. Bagi warga kurang mampu, kemerdekaan yang sesungguhnya terkadang sesederhana mengalir lancarnya air bersih di dapur mereka, atau tersedianya fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang sehat dan layak di dalam rumah.
Batang – Pembangunan tidak melulu soal megahnya gedung bertingkat atau mulusnya aspal jalan protokol. Bagi warga kurang mampu, kemerdekaan yang sesungguhnya terkadang sesederhana mengalir lancarnya air bersih di dapur mereka, atau tersedianya fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang sehat dan layak di dalam rumah.
Guna mewujudkan hak dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menggenjot proyek di bidang sanitasi dan pengembangan permukiman. Langkah konkret ini menjadi salah satu pilar utama dalam menyukseskan Visi Misi Kabupaten Batang 2025-2029, khususnya Misi ke-7 yang berfokus pada
“Percepatan Penurunan Kemiskinan yang Inklusif, Merata dan Berorientasi Pada Keadilan Sosial. Melalui tahapan pembangunan daerah ini, peningkatan kesejahteraan masyarakat disentuh langsung lewat pemenuhan kualitas infrastruktur dasar,” kata Kepala DPUPR Batang Endro Suryono saat ditemui di Kantornya, Senin (13/7/2026).
Hingga pertengahan tahun anggaran berjalan, komitmen tersebut bukan sekadar jargon di atas kertas. Berdasarkan data DPUPR Kabupaten Batang, sejumlah proyek strategis penyediaan air bersih dan sanitasi telah menunjukkan progres fisik yang sangat signifikan.
“Untuk sektor air minum, proyek Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan (PAMSIMAS) di Desa Jambangan (Kecamatan Bawang) senilai Rp150 juta dan Desa Keteleng (Kecamatan Blado) senilai Rp100 juta kini telah rampung 100 persen dan dirasakan langsung oleh masing-masing 25 Sambungan Rumah (SR),” jelasnya.
Sementara itu, peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Desa Surjo (Kecamatan Bawang) dengan nilai kontrak Rp395,71 juta telah mencapai progres fisik 99,70 persen untuk menyuplai 39 SR. Menyusul di Desa Kalisari (Kecamatan Blado) dengan kontrak Rp394,75 juta yang progres fisiknya telah menyentuh angka 97,22 persen bagi 13 SR.
“Tak hanya air bersih, akses terhadap sanitasi yang sehat juga dikebut melalui Pembangunan SPALD Setempat Skala Individu (Tangki Septik Individual) oleh TPS KSM Sanitasi di empat kecamatan. Masing-masing alokasi proyek senilai Rp320 juta ini terus menunjukkan pergerakan fisik yang positif, di antaranya di Desa Candi Kecamatan Bandar (84,6%), Desa Donorejo Kecamatan Limpung (82,0%), Desa Tembok Kecamatan Limpung (78,3%), serta Desa Pecalungan Kecamatan Pecalungan (50,9%),” terangnya.
Endro juga menegaskan, bahwa seluruh proyek sanitasi dan air bersih ini digenjot demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu. Hal tersebut dinilai sangat krusial karena berjalan selaras dengan program prioritas kepala daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan secara struktural. Tidak berhenti di sektor sanitasi, asas kebermanfaatan yang luas juga diterapkan secara ketat dalam pembangunan sektor infrastruktur jalan dan jembatan.
Endro juga memastikan bahwa penentuan setiap titik pembangunan tidak dilakukan secara acak, melainkan didasarkan pada skala prioritas yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
“Pemerintah daerah ingin memastikan setiap rupiah yang dianggarkan dari APBD benar-benar mengalir menjadi fasilitas pendukung produktivitas masyarakat. Yang jelas itu kita pastikan banyak yang akses untuk pendidikan, kesehatan, perekonomian, itu yang kita utamakan,” pungkasnya.
Melalui integrasi pembangunan infrastruktur jalan yang memadai dan sanitasi yang sehat, Kabupaten Batang kini tengah menapaki jalan yang tepat menuju kawasan mandiri dan berdaya saing demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)