Batang Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) menyelenggarakan Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) bagi Kepala dan Guru RA se-Kabupaten Batang. Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter" diikuti 290 peserta di Gedung Islamic Center Batang belum lama ini.
Batang – Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) menyelenggarakan Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) bagi Kepala dan Guru RA se-Kabupaten Batang. Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Mutu Madrasah Melalui Tata Kelola yang Profesional dan Berkarakter" diikuti 290 peserta di Gedung Islamic Center Batang belum lama ini.
Sejumlah pejabat penting turut hadir memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini, di antaranya: Wakil Bupati Batang Suyono, Plt Kakankemenag Batang H. Munif, Kasi Pendidikan Madrasah H. Luthfi Efendi, Pengawas RA se-Kabupaten Batang, serta Pengelola Islamic Center Batang H. Mahrus.
Ketua PD IGRA Batang Nur Khanah menegaskan bahwa workshop ini digelar dengan harapan besar agar RA mampu bertransformasi menjadi lembaga yang profesional dan bermutu.
“Kepala RA harus selalu semangat dan percaya diri. Melalui tata kelola yang baik, kita optimistis RA dapat melahirkan generasi yang berkarakter dan memiliki akhlakul karimah,” katanya, saat dihubungi melalui gawai, Senin (6/7/2026).
Apresiasi pun turut disampaikan Plt Kakankemenag Batang, Munif yang berharap manajemen RA di Kabupaten Batang dapat semakin maju.
“Pengelolaan pendidikan saat ini menuntut adanya inovasi. Melalui workshop ini, para peserta akan dibekali kiat-kiat strategis dalam membangun mutu pendidikan RA,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono menekankan, pentingnya solidaritas, konsolidasi, dan koordinasi yang kuat antar-guru demi keselarasan kerja tanpa adanya rasa saling menyalahkan. Menurutnya, madrasah harus memiliki fleksibilitas dalam mengadopsi pengetahuan baru yang kontemporer guna memantik kreativitas dan inovasi.
“Aset terbesar bangsa ini adalah generasi muda. Jika pemuda kita memiliki basis ilmu yang tinggi, negara ini akan menjadi bangsa yang hebat. Ibu-ibu guru RA harus menjadi cahaya ilmu dan pengetahuan yang menuntun anak-anak menyongsong cita-citanya,” jelasnya.
Wabup mengimbau agar guru RA mendidik anak-anak menjadi sosok 'Petarung' yaitu pribadi yang pejuang, energik, tangguh, mandiri, kreatif, serta mengutamakan kejujuran.
“Mari para guru untuk memperluas wawasan dengan rajin membaca,” tegasnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Batang juga menyerahkan secara simbolis bantuan sembako dan santunan kepada 13 orang guru RA pilihan.
Acara dilanjutkan ke agenda inti, Workshop Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) yang dipandu oleh Siti Sochibatun Nafi’ah, selaku moderator. Serta nara sumber berkompeten dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Junaid, yang memaparkan materi-materi strategis seputar tata kelola madrasah masa kini. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)