Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang segera menghadirkan ruang publik baru berupa Taman Tematik yang memadukan lanskap pesisir, ruang terbuka hijau, dan kawasan industri modern. Berlokasi di dekat gerbang Tol Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), taman ini diproyeksikan menjadi destinasi rekreasi sekaligus ikon baru Kabupaten Batang.
Batang - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang segera menghadirkan ruang publik baru berupa Taman Tematik yang memadukan lanskap pesisir, ruang terbuka hijau, dan kawasan industri modern. Berlokasi di dekat gerbang Tol Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), taman ini diproyeksikan menjadi destinasi rekreasi sekaligus ikon baru Kabupaten Batang.
Menjelang sore hari, kawasan tersebut menawarkan panorama matahari terbenam yang berpadu dengan hamparan Laut Jawa, aktivitas pelabuhan, serta lalu lalang kereta api. Pemandangan tersebut menghadirkan suasana berbeda yang jarang ditemui di kawasan industri.
Kepala Departemen Corporate Communication and CSR KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chamdy mengatakan, selain menyuguhkan panorama alam, Taman Tematik juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat. Pengunjung dapat memanfaatkan jogging track, area duduk untuk bersantai, titik swafoto, toilet yang bersih, hingga stop kontak di sejumlah lokasi untuk menunjang kebutuhan perangkat elektronik.
“Meski belum dibuka secara resmi untuk masyarakat umum, kawasan ini direncanakan segera beroperasi sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Taman Tematik dibangun sebagai bagian dari upaya menghadirkan kawasan industri yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan dan kebutuhan ruang publik,” katanya saat ditemui di Kantor KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Senin (6/7/2026).
Taman Tematik KEK Industropolis Batang ini dibuat dengan mengintegrasikan pesona alam dan kekayaan budaya Batang. Visi kami adalah menciptakan kawasan industri yang tidak hanya maju, tetapi juga berkarakter dan berkelanjutan. Menurutnya, kawasan tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga, senam bersama, pertunjukan seni, hingga konser maupun kegiatan komunitas lainnya.
“Salah satu fasilitas utama yang menjadi daya tarik adalah amphitheater terbuka yang dibangun sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus taman ekologi. Konsep tersebut mengedepankan keterhubungan antara manusia dengan alam melalui ruang publik yang nyaman dan multifungsi,” jelasnya.
Kami berupaya menciptakan pengalaman ruang yang saling terhubung. Tujuannya untuk menjaga fleksibilitas fungsi ruang sekaligus menghadirkan lingkungan yang alami, asri, dan hidup bagi masyarakat. Amphitheater tersebut memiliki kapasitas hingga sekitar 1.000 orang. Di kawasan yang sama juga tersedia lapangan upacara berkapasitas serupa yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berskala besar.
“Selain itu, Taman Tematik dilengkapi helipad yang mampu digunakan untuk pendaratan helikopter kelas berat, termasuk tipe Super Puma. Fasilitas ini menjadi salah satu infrastruktur pendukung kawasan industri yang disiapkan untuk menunjang mobilitas dan kebutuhan operasional,” terangnya.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola juga menyediakan area parkir yang mampu menampung sekitar 56 mobil, enam bus, dan 30 sepeda motor. Kehadiran Taman Tematik diharapkan menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri dapat berjalan selaras dengan penyediaan ruang publik yang nyaman, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ke depan, taman ini diharapkan menjadi destinasi rekreasi baru sekaligus memperkuat daya tarik Kabupaten Batang sebagai kawasan industri modern yang tetap mengedepankan kualitas lingkungan dan ruang hidup masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)