Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo

Senin, 06 Juli 2026 Jumadi Dibaca 439 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo
Salah satu warga ziarah di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang.
Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Ketua RW 1, Proyonanggan Tengah, Rizal Fahmi bersyukur panitia dapat menggelar haul Pangeran Arya Purbaya yang ketiga kalinya dengan lancar. Hal ini menjadi kegiatan haul yang paling unik karena terdapat waliyullah yang dimakamkan di area gereja katolik.

“Ini membuktikan ada toleransi antar umat beragama yang baik, karena bisa dilihat umat Islam dengan Katolik berdampingan secara nyata. Keduanya sama-sama melestarikan budaya, semoga kegiatan ini bisa berjalan tiap tahunnya, sehingga jadi teladan rakyat Indonesia dalam menjaga toleransi beragama,” katanya saat mendampingi haul di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang, Senin (6/7/2026).

Menilik sejarah keberadaan Makam Pangeran Arya Purbaya, budayawan asal Batang, Supriyo Laksono memandang perlunya digelar rutin haul tersebut, agar warga RT 3 RW 1 Proyonanggan Tengah memiliki kebanggaan dan mampu meneladani semangat perjuangan Pangeran Arya Purbaya. Terkait letak makam yang bersebelahan dengan gereja, ia tak mempermasalahkan, hanya memang perlu sedikit kehati-hatian, agar saling menghormati.

“Secara fiqih tidak masalah, ziarah atau tahlil di makam yang bersebelahan dengan tempat ibadah agama lain. Apalagi Romo atau Pastornya, memberikan kesempatan bagi umat Islam berziarah dengan kelengkapan sarana prasarananya, ini wujud nyata toleransi antar umat beragama,” jelasnya.

Haul Pangeran Arya Purbaya secara rutin digelar tiap bulan Suro atau Muharam. "Biasanya bertepatan dengan Malam Jumat Kliwon, tapi karena tidak ada Jumat Kliwon pekan ini, maka diganti pada Malam Selasa Kliwon," terangnya.

Berdasarkan sejarah, Pangeran Arya Purbaya hijrah dari Kesultanan Banten ke Kadipaten Batang dikarenakan perebutan kekuasaan dengan kakaknya bernama Pangeran Haji. Namun, demi menjaga kondusivitas Kesultanan Banten dan menghindari perebutan kekuasaan dengan Pangeran Haji yang didukung VOC kala itu, maka Pengeran Arya Purbaya lebih memilih mengasingkan diri ke Kadipaten Batang hingga wafat.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup, Romo Paskalis Tejo Wibowo membuka kesempatan bagi umat Islam untuk berziarah maupun berdoa melalui haul yang digelar tiap tahunnya. Bagi umat Katolik, merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri memberikan kesempatan umat Islam untuk menggelar kegiatan tahlil di Makam Pangeran Arya Purbaya.

"”ni sebuah suka cita bagi kami, karena dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadahnya berdoa, menggelar tahlilan di Makam Mbah Dowo. Justru ini keunikan yang kami miliki dan tidak dimiliki gereja-gereja lain di Indonesia, yakni tepat di area gereja terdapat Makam Pangeran Arya Purbaya yang menjadi tempat berziarah bagi saudara kami muslim,” terangnya.

Hal ini menjadi gambaran toleransi yang baik, terbukti dengan pihak gereja membuka pintu seluas-luasnya bagi umat Islam yang ingin berziarah ke Makam Mbah Dowo.

“Yang sudah berziarah ke sini, ada dari Depok, Jakarta, Wonotunggal, Warungasem, Batang, pernah pula dari Trah Kesultanan Banten, maka silakan bagi yang ingin berziarah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 95
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 99
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 85
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 84
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 61
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 75