Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo

Senin, 06 Juli 2026 Jumadi Dibaca 296 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo
Salah satu warga ziarah di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang.
Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Ketua RW 1, Proyonanggan Tengah, Rizal Fahmi bersyukur panitia dapat menggelar haul Pangeran Arya Purbaya yang ketiga kalinya dengan lancar. Hal ini menjadi kegiatan haul yang paling unik karena terdapat waliyullah yang dimakamkan di area gereja katolik.

“Ini membuktikan ada toleransi antar umat beragama yang baik, karena bisa dilihat umat Islam dengan Katolik berdampingan secara nyata. Keduanya sama-sama melestarikan budaya, semoga kegiatan ini bisa berjalan tiap tahunnya, sehingga jadi teladan rakyat Indonesia dalam menjaga toleransi beragama,” katanya saat mendampingi haul di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang, Senin (6/7/2026).

Menilik sejarah keberadaan Makam Pangeran Arya Purbaya, budayawan asal Batang, Supriyo Laksono memandang perlunya digelar rutin haul tersebut, agar warga RT 3 RW 1 Proyonanggan Tengah memiliki kebanggaan dan mampu meneladani semangat perjuangan Pangeran Arya Purbaya. Terkait letak makam yang bersebelahan dengan gereja, ia tak mempermasalahkan, hanya memang perlu sedikit kehati-hatian, agar saling menghormati.

“Secara fiqih tidak masalah, ziarah atau tahlil di makam yang bersebelahan dengan tempat ibadah agama lain. Apalagi Romo atau Pastornya, memberikan kesempatan bagi umat Islam berziarah dengan kelengkapan sarana prasarananya, ini wujud nyata toleransi antar umat beragama,” jelasnya.

Haul Pangeran Arya Purbaya secara rutin digelar tiap bulan Suro atau Muharam. "Biasanya bertepatan dengan Malam Jumat Kliwon, tapi karena tidak ada Jumat Kliwon pekan ini, maka diganti pada Malam Selasa Kliwon," terangnya.

Berdasarkan sejarah, Pangeran Arya Purbaya hijrah dari Kesultanan Banten ke Kadipaten Batang dikarenakan perebutan kekuasaan dengan kakaknya bernama Pangeran Haji. Namun, demi menjaga kondusivitas Kesultanan Banten dan menghindari perebutan kekuasaan dengan Pangeran Haji yang didukung VOC kala itu, maka Pengeran Arya Purbaya lebih memilih mengasingkan diri ke Kadipaten Batang hingga wafat.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup, Romo Paskalis Tejo Wibowo membuka kesempatan bagi umat Islam untuk berziarah maupun berdoa melalui haul yang digelar tiap tahunnya. Bagi umat Katolik, merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri memberikan kesempatan umat Islam untuk menggelar kegiatan tahlil di Makam Pangeran Arya Purbaya.

"”ni sebuah suka cita bagi kami, karena dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadahnya berdoa, menggelar tahlilan di Makam Mbah Dowo. Justru ini keunikan yang kami miliki dan tidak dimiliki gereja-gereja lain di Indonesia, yakni tepat di area gereja terdapat Makam Pangeran Arya Purbaya yang menjadi tempat berziarah bagi saudara kami muslim,” terangnya.

Hal ini menjadi gambaran toleransi yang baik, terbukti dengan pihak gereja membuka pintu seluas-luasnya bagi umat Islam yang ingin berziarah ke Makam Mbah Dowo.

“Yang sudah berziarah ke sini, ada dari Depok, Jakarta, Wonotunggal, Warungasem, Batang, pernah pula dari Trah Kesultanan Banten, maka silakan bagi yang ingin berziarah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 140
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 91
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 70