Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo

Senin, 06 Juli 2026 Jumadi Dibaca 200 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Gemakan Toleransi, Warga Proyonanggan Tengah Gelar Haul Mbah Dowo
Salah satu warga ziarah di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang.
Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Batang - Lantunan kalimat tahlil dan surat Yasin menggema di sekeliling Makam Pangeran Arya Purbaya atau dikenal dengan nama Mbah Dowo, oleh ratusan jemaah saat gelaran haul ketiga kalinya. Keberadaan makam dari salah satu keturunan Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten, di komplek Gereja Katolik Santo Yusup itu, membawa pesan toleransi yang amat nyata, hingga menarik perhatian ratusan peziarah tiap tahunnya.

Ketua RW 1, Proyonanggan Tengah, Rizal Fahmi bersyukur panitia dapat menggelar haul Pangeran Arya Purbaya yang ketiga kalinya dengan lancar. Hal ini menjadi kegiatan haul yang paling unik karena terdapat waliyullah yang dimakamkan di area gereja katolik.

“Ini membuktikan ada toleransi antar umat beragama yang baik, karena bisa dilihat umat Islam dengan Katolik berdampingan secara nyata. Keduanya sama-sama melestarikan budaya, semoga kegiatan ini bisa berjalan tiap tahunnya, sehingga jadi teladan rakyat Indonesia dalam menjaga toleransi beragama,” katanya saat mendampingi haul di Makam Pangeran Arya Purbaya, Komplek Gereja Katolik Santo Yusup, Kabupaten Batang, Senin (6/7/2026).

Menilik sejarah keberadaan Makam Pangeran Arya Purbaya, budayawan asal Batang, Supriyo Laksono memandang perlunya digelar rutin haul tersebut, agar warga RT 3 RW 1 Proyonanggan Tengah memiliki kebanggaan dan mampu meneladani semangat perjuangan Pangeran Arya Purbaya. Terkait letak makam yang bersebelahan dengan gereja, ia tak mempermasalahkan, hanya memang perlu sedikit kehati-hatian, agar saling menghormati.

“Secara fiqih tidak masalah, ziarah atau tahlil di makam yang bersebelahan dengan tempat ibadah agama lain. Apalagi Romo atau Pastornya, memberikan kesempatan bagi umat Islam berziarah dengan kelengkapan sarana prasarananya, ini wujud nyata toleransi antar umat beragama,” jelasnya.

Haul Pangeran Arya Purbaya secara rutin digelar tiap bulan Suro atau Muharam. "Biasanya bertepatan dengan Malam Jumat Kliwon, tapi karena tidak ada Jumat Kliwon pekan ini, maka diganti pada Malam Selasa Kliwon," terangnya.

Berdasarkan sejarah, Pangeran Arya Purbaya hijrah dari Kesultanan Banten ke Kadipaten Batang dikarenakan perebutan kekuasaan dengan kakaknya bernama Pangeran Haji. Namun, demi menjaga kondusivitas Kesultanan Banten dan menghindari perebutan kekuasaan dengan Pangeran Haji yang didukung VOC kala itu, maka Pengeran Arya Purbaya lebih memilih mengasingkan diri ke Kadipaten Batang hingga wafat.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Yusup, Romo Paskalis Tejo Wibowo membuka kesempatan bagi umat Islam untuk berziarah maupun berdoa melalui haul yang digelar tiap tahunnya. Bagi umat Katolik, merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri memberikan kesempatan umat Islam untuk menggelar kegiatan tahlil di Makam Pangeran Arya Purbaya.

"”ni sebuah suka cita bagi kami, karena dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadahnya berdoa, menggelar tahlilan di Makam Mbah Dowo. Justru ini keunikan yang kami miliki dan tidak dimiliki gereja-gereja lain di Indonesia, yakni tepat di area gereja terdapat Makam Pangeran Arya Purbaya yang menjadi tempat berziarah bagi saudara kami muslim,” terangnya.

Hal ini menjadi gambaran toleransi yang baik, terbukti dengan pihak gereja membuka pintu seluas-luasnya bagi umat Islam yang ingin berziarah ke Makam Mbah Dowo.

“Yang sudah berziarah ke sini, ada dari Depok, Jakarta, Wonotunggal, Warungasem, Batang, pernah pula dari Trah Kesultanan Banten, maka silakan bagi yang ingin berziarah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 24
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 25
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180