Batang - Even Batang Art Festival (BAF) pada gelaran ke-7 ini, semakin meriah dengan tampilan seniman tari dari sanggar-sanggar ternama di Kabupaten Batang. Di tiap gerak tari yang disuguhkan, memiliki makna kelestarian dan pesan moral mendalam, yang erat dengan "Babad Alas Roban".
Batang - Even Batang Art Festival (BAF) pada gelaran ke-7 ini, semakin meriah dengan tampilan seniman tari dari sanggar-sanggar ternama di Kabupaten Batang. Di tiap gerak tari yang disuguhkan, memiliki makna kelestarian dan pesan moral mendalam, yang erat dengan "Babad Alas Roban".
Gelaran BAF "Babad Alas Roban" dimeriahkan oleh ratusan penari dari sejumlah sanggar ternama di Kabupaten Batang. Di antaranya, Sanggar Prastikasmara, Merti Desa, Putra Budaya, Jagadita dan Sendiko Laras. Salah satu persembahan menarik yang sengaja dipersiapkan oleh Sanggar Putra Budaya, pagelaran tari berjudul "Kala Drubiksa Krida".
Pemilik Sanggar Putra Budaya, Suningsih menyiapkan pementasan Kala Drubiksa Krida selama tiga pekan, dan merupakan karya terbaru untuk memeriahkan gelaran BAF ke-7, yang berisi pesan moral.
“Kala Drubiksa ini musuh dari Bahureksa, yang karena kebengisannya, akhirnya menjadikan para penghuni Alas Roban terpaksa tunduk. Pesan moralnya, ketika kita diberikan amanat kekuasaan, gunakanlah untuk kebaikan, bukan malah menginjak-injak rakyat jelata,” katanya, saat ditemui di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (27/6/2026).
Untuk menambah semarak dan menghidupkan suasana, sebanyak 35 penari turut berpartisipasi menunjukkan kepiawaiannya menari dengan karakter penghuni hutan, termasuk Kala Drubiksa itu sendiri. Diakuinya, gelaran BAF ke-7 ini sangat spektakuler karena keragaman dan keunikan para penampil.
“Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, bisa berpartisipasi di atas panggung semegah Batang Art Festival. Semoga gelaran dua tahun ke depan makin meriah dengan penampil yang variatif,” harapnya.
Senada, puluhan penari dari Sanggar Prastikasmara pun tak kalah menariknya dengan mempersembahkan tari bertajuk "Gema Rimba". Salah satu pelatih, Zuhri dan Savana menyiapkan tarian tersebut karena sesuai dengan tema BAF ke-7 yang lebih menunjukkan eksistensi Alasa Roban.
“Di dalamnya menceritakan kehidupan satwa yang ada di Alas Roban Batang, ada ragam karakter satwa, pepohonan yang hidup rukun. Persiapannya tiga bulan, ditampilkan selama 10 menit oleh anak-anak sanggar,” ujar dia.
Bagi Sanggar Prastikasmara sudah menjadi bagian dari gelaran BAF, karena dapat dipastikan tiap digelar, para seniman tari dari segala usia ikut berpartisipasi.
“Semoga gelaran BAF dua tahun mendatang makin meriah,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)