Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melantik pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang periode 20262031 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1062026). Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melantik pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang periode 2026–2031 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (10/6/2026). Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap, kepengurusan baru mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan UMKM dan industri kreatif.
“Saya harapkan program-programnya konkret, program-program yang ada valuenya kepada masyarakat. Yang saya harapkan mereka mendampingi UMKM-UMKM dan industri kreatif, membantu menyelesaikan persoalan mereka, sekaligus mengisi lokasi-lokasi tourism kita,” harapnya.
Menurut Faiz, selain sektor industri manufaktur, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang juga perlu ditopang oleh geliat UMKM dan industri kreatif yang memiliki pasar luas serta daya saing tinggi.
Ia menargetkan sektor ekonomi kreatif dapat berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Trigger pertumbuhan ekonomi itu selain industri salah satunya UMKM dan industri kreatif. Saya ingin paling tidak lebih dari 30 persen pertumbuhan ekonomi ditunjang dari mereka. Karena itu UMKM dan industri kreatif harus punya market yang sangat luas.
Pemkab Batang, siap memberikan dukungan penuh terhadap program kerja Komite Ekonomi Kreatif, termasuk membuka ruang kolaborasi dengan sektor pariwisata dan industri. Selain itu, Faiz juga menantang pengurus baru untuk menghadirkan gagasan inovatif yang dapat mengisi lima destinasi wisata prioritas Kabupaten Batang pada tahun 2027.
“Nanti saya ingin lokasi tourism prioritas kita tahun 2027 diisi oleh teman-teman industri kreatif. Beberapa lokasi wisata yang diproyeksikan menjadi prioritas pengembangan di antaranya kawasan Pantai Sigandu, Pagilaran dan Curug Genting,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Batang juga terus mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Batang agar memperkuat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua KEK Batang Muhamad Haryanto mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif Batang akan diarahkan berbasis kekayaan budaya, sejarah, dan identitas lokal yang selama ini belum tergarap optimal.
“Batang memiliki modal besar berupa warisan sejarah, budaya, potensi laut, hingga sumber daya manusia kreatif yang dapat diolah menjadi nilai ekonomi. Kadang kita hanya melihat Batang dari gunung dan lautnya saja. Padahal Batang ini tua, adiluhung, memiliki sejarah panjang, candi, prasasti seperti Sojomerto, dan nilai budaya yang bisa menjadi value untuk dijual,” terangnya.
Ia menilai, warisan leluhur tersebut perlu dikemas ulang menjadi produk ekonomi kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman dan mampu dikenal hingga tingkat internasional.
Haryanto juga memperkenalkan sejumlah pelaku kreatif Batang yang telah membawa karya daerah menembus pasar global, mulai dari dalang muda yang tampil di luar negeri, pelaku kriya, hingga ilustrator nasional yang terlibat dalam berbagai karya besar.
“Kami anak-anak muda di KEK ingin membawa semangat itu, mengemas warisan leluhur menjadi nilai jual dan memperkenalkan Batang ke level internasional,” tegasnya.
Wakil Ketua KEK Batang Augasta mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Batang terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif, termasuk pada kriya batik Rifaiyah yang telah tampil di berbagai ajang nasional hingga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Dengan bergabungnya sejumlah tokoh ekonomi kreatif, termasuk mantan Koordinator Daerah Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah ke dalam kepengurusan baru, menjadi energi positif bagi percepatan pengembangan sektor ekonomi kreatif di Batang,” ungkapnya.
Augasta juga mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif agar tidak ragu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Pelaku ekonomi kreatif jangan ilfeel atau takut berkolaborasi dengan pemerintah. Justru ini saatnya kita bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif Batang agar semakin berkembang,” pungkasnya.
Melalui kepengurusan baru tersebut, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, memperluas pasar UMKM, mengangkat potensi budaya lokal, sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)