Proyek APJU Senilai Rp153 Miliar Pikat Belasan Investor

Selasa, 02 Juni 2026 Jumadi Dibaca 121 kali Ekonomi
Proyek APJU Senilai Rp153 Miliar Pikat Belasan Investor
Bapperida Batang Menggelar Rakor pembenahan Alat Penerangan Jalan Umum (APJU) di Ruang Ujungnegoro Baperrida Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang tengah bersiap melakukan lompatan besar. Melalui proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), daerah ini dibidik untuk bertransformasi menjadi wilayah yang terang, aman, pintar, dan ramah investasi melalui pembenahan Alat Penerangan Jalan Umum (APJU).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang tengah bersiap melakukan lompatan besar. Melalui proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), daerah ini dibidik untuk bertransformasi menjadi wilayah yang terang, aman, pintar, dan ramah investasi melalui pembenahan Alat Penerangan Jalan Umum (APJU).

Tidak main-main, proyek berskala besar ini mengindikasikan nilai belanja modal (capital expenditure) atau biaya konstruksi fantastis mencapai Rp153 miliar, dengan biaya operasional sekitar Rp3,4 miliar per tahun. Langkah nyata untuk mematangkan proyek ini terlihat dalam gelaran market sounding kedua.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperrida) Batang Bagus Pambudi menjelaskan, bahwa agenda kali ini menjadi krusial untuk memantapkan langkah menuju tahap lelang.

“Tujuan market sounding kedua ini, satu, menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai rencana lingkup, struktur, dan skema proyek. Yang kedua, mengumpulkan masukan dan tanggapan dari para pelaku pasar atau investor. Kemudian, sebagai bagian dari kegiatan persiapan memasuki tahap transaksi KPBU atau tahap lelang,” katanya saat ditemui di Ruang Ujungnegoro Baperrida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2/6/2026).

Berbeda dengan agenda pertama di Jakarta pada 18 Mei lalu yang bersifat umum, pertemuan kali ini jauh lebih spesifik. Para investor yang sebelumnya telah mengirimkan Surat Peminatan atau Letter of Intent (LoI) kini diundang langsung ke Batang untuk membedah detail teknis proyek.

“Kita akan menjelaskan teknisnya, spek yang dibutuhkan seperti apa. Kemudian, tahapan-tahapan lebih rinci lagi, tahapan lelangnya, termasuk yang paling penting di MS kedua ini adalah site visit,” jelasnya.

Skema KPBU untuk APJU tampaknya kian naik daun. Bagus Pambudi mengungkapkan adanya lonjakan minat yang luar biasa dari para pemilik modal jika dibandingkan dengan proyek serupa di daerah lain beberapa tahun lalu.

“Saat menggelar agenda di Jakarta, ada sekitar 60 perusahaan termasuk para calon lenders atau pemilik modal yang hadir. Sementara untuk agenda di Batang sendiri, tercatat ada 18 investor yang merapat. Angka ini tergolong sangat tinggi untuk kategori lelang APJ,” terangnya.

Menurutnya, pada tahun 2022 lalu, para investor, kontraktor, maupun vendor penyedia APJ memang belum sepenuhnya memahami mekanisme, risiko, dan keuntungan dari skema KPBU. Namun kini, kondisinya sudah jauh berubah.

“KPBU ini sepertinya sudah mulai dipahami, tidak hanya oleh Pemda, tapi dipahami para investor, sehingga mereka meyakini skema KPBU, pembayaran AP (Availability Payment) itu menguntungkan bagi semua pihak,” tegasnya.

Pemkab Batang pun bergerak cepat mengejar target waktu (timeline). Setelah market sounding ini selesai, dokumen pra-studi kelayakan dan dokumen pengadaan akan segera difinalisasi sebagai bahan utama lelang.

“Lelang diharapkan akan diumumkan itu di awal Juli. Jadi, memang kita kejar-kejaran dengan waktu, ya tapi itu sudah sesuai dengan timeline. Juli nanti lelang, mudah-mudahan November ya, proses lelang ada, kemudian November sudah ada pengumuman lelang. Mulai Desember nanti konstruksi,” imbuhnya.

Meski secara garis besar menggunakan skema pengembalian investasi yang sama dengan Madiun yakni melalui Availability Payment (AP) sebesar Rp26,4 miliar per tahun untuk 5 tahun pertama, dan naik menjadi Rp39,2 miliar per tahun pada 5 tahun berikutnya proyek di Batang memiliki keunggulan tersendiri dari sisi ruang lingkup teknologi.

Batang akan mengadopsi teknologi smart pole (tiang pintar) di beberapa titik strategis yang terintegrasi dengan berbagai sensor modern. Salah satu yang berbeda, di Batang itu mencukupi juga untuk smart pole atau tiang APJ yang dilengkapi beberapa titik, ya dilengkapi dengan CCTV, dilengkapi dengan sensor polusi udara, sensor banjir, dan smart metering untuk mengukur mana saja titik yang berfungsi atau ada kendala.

“Berkat teknologi ini, sistem akan otomatis mengirimkan sinyal jika ada lampu yang padam atau bermasalah. Itu supaya segera langsung diperbaiki tanpa menunggu aduan dari masyarakat,” pungkasnya.

Dengan total masa konsesi selama 10,5 tahun yang terbagi atas 6 bulan masa konstruksi dan 10 tahun masa pemeliharaan megaproyek ini diharapkan tidak hanya menerangi jalanan Batang, tetapi juga menerangi jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan masyarakatnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 23
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 24
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180