Batang - Hentakan dayung yang bertenaga memecah ketenangan perairan di Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2852026). Siang itu, gemuruh sorak-sorai ratusan warga yang menyemut di tepi sungai berpadu riuh, menciptakan atmosfer kompetisi yang begitu hidup. Di air, riak gelombang menjadi saksi bisu sengitnya Lomba Dayung Dragon Boat yang menguras keringat 112 peserta.
Batang - Hentakan dayung yang bertenaga memecah ketenangan perairan di Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (28/5/2026). Siang itu, gemuruh sorak-sorai ratusan warga yang menyemut di tepi sungai berpadu riuh, menciptakan atmosfer kompetisi yang begitu hidup. Di air, riak gelombang menjadi saksi bisu sengitnya Lomba Dayung Dragon Boat yang menguras keringat 112 peserta.
Ajang ini bukan sekadar tontonan musiman pengisi waktu luang. Di balik cipratan air dan kayuhan yang serempak, ada denyut harapan besar: lahirnya pahlawan-pahlawan olahraga baru yang akan membawa nama Kabupaten Batang ke podium tertinggi.
Kemeriahan yang membakar semangat ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Batang Suyono. Hadir untuk membuka acara, orang nomor dua di Kabupaten Batang ini tak mampu menyembunyikan kekagumannya atas kerja keras panitia dan antusiasme masyarakat. Bagi Suyono, sungai Klidang Wetan hari ini adalah kawah candradimuka bagi masa depan dayung daerah.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya agar ke depan muncul atlet-atlet baru dari Kabupaten Batang di bidang dayung yang dilombakan hari ini,” tuturnya.
Suyono meyakini bahwa pundak generasi muda adalah pilar utama kemajuan daerah. Lewat olahraga seperti Dragon Boat inilah, karakter tangguh dan bakat terpendam mereka bisa diasah dengan maksimal.
“Ketika pemudanya mempunyai bakat dan kemampuan yang hebat, maka bangsa ini pun akan menjadi bangsa yang luar biasa,” ungkapnya.
Dukungan Suyono ternyata bukan sekadar pemanis kata di podium. Menjawab kebutuhan nyata para atlet dan komunitas dayung setempat, ia membawa kabar baik yang langsung disambut gembira. Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen untuk menyuntikkan fasilitas baru lewat anggaran perubahan tahun ini.
“Nanti insyaallah saya sudah menganggarkan untuk perubahan 2026, yaitu kapal dan mesin untuk mendukung kegiatan seperti ini, demi mendongkrak performa latihan para atlet,” ujarnya.
Suasana di lokasi lomba kian memanas saat pandangan peserta tertuju pada sebuah sepeda motor Honda Scoopy gres yang dipajang di area acara. Hadiah utama itulah yang membuat 112 peserta dari berbagai kelompok tampil habis-habisan sejak peluit pertama ditiup.
Meski tensi persaingan meninggi, Wabup Suyono buru-buru mengingatkan agar esensi dari olahraga tidak luntur. Baginya, piala dan motor bisa jadi target, tetapi persaudaraan adalah yang abadi.
“Kalah dan menang itu hal biasa dalam kompetisi. Tapi semangat bersama jangan sampai dipatahkan. Positiflah menjadi sang juara,” tegasnya.
Tak lupa, ia juga meminta para suporter untuk terus mengawal jalannya lomba dengan tertib, menjaga energi positif hingga kompetisi usai.
Ajang Dragon Boat Klidang Wetan ini resmi dimulai setelah balon-balon berwarna-warni dilepas ke udara secara bersama-sama oleh jajaran Forkopimda, KONI, PODSI, HNSI, Disparpora, serta panitia. Seiring membumbungnya balon ke langit Batang, harapan baru bagi kejayaan olahraga dayung setempat resmi dimulai. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)