Batang - Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan pentingnya langkah antisipasi melalui monitoring dan deteksi dini guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi maraknya kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan, usai menghadiri Dies Natalis Ke-35 SMP Negeri 2 Bandar, di halaman SMPN 2 Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (362026).
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan pentingnya langkah antisipasi melalui monitoring dan deteksi dini guna mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi maraknya kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan, usai menghadiri Dies Natalis Ke-35 SMP Negeri 2 Bandar, di halaman SMPN 2 Bandar, Kabupaten Batang, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, potensi terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan perlu diwaspadai bersama meskipun sering kali tidak tampak secara kasat mata. Kekerasan seksual itu sesungguhnya sisi negatif yang kadang tidak diperlihatkan, tetapi kejadian itu memang ada. Karena itu harus ada antisipasi, salah satunya melalui monitoring.
“Para guru lebih aktif memantau perkembangan perilaku peserta didik sehari-hari sebagai bentuk deteksi dini. Dengan pemantauan tersebut, sekolah dinilai dapat mengenali perubahan perilaku atau potensi permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus. Guru harus memonitor muridnya, melihat perilaku sehari-hari, sehingga bisa menjadi langkah deteksi dini apabila ada hal-hal yang perlu diwaspadai,” jelasnya.
Selain itu, Suyono juga menekankan pentingnya ketegasan kepala sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang disiplin dan aman. Menurutnya, kepala sekolah perlu memastikan seluruh tenaga pendidik menjalankan tugas secara optimal dan disiplin.
“Kepala sekolah harus tegas. Kalau ada yang kurang disiplin, harus didisiplinkan. Pemimpin harus berani mengambil langkah agar lingkungan sekolah tetap kondusif,” tegasnya.
Ia juga mendorong peran aktif Dinas Pendidikan Kabupaten Batang untuk melakukan pengawasan serta penguatan sistem pencegahan di sekolah-sekolah.
“Saya berharap, Dinas Pendidikan melakukan monitoring dan deteksi dini agar di Kabupaten Batang tidak terjadi kasus kekerasan seksual,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suyono turut mengingatkan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menilai pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa. Menurutnya, guru perlu mendapatkan dukungan penuh dalam proses pendidikan, sementara orang tua diharapkan aktif berkomunikasi dengan sekolah terkait perkembangan anak.
“Pendidikan itu bukan hanya soal ilmu, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab anak agar siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)