Batang - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Sigayam telah rampung. Program TMMD ini, merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi terpadu antara TNI, KementerianLembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah, Polri, serta seluruh komponen Masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah.
Batang - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Sigayam telah rampung. Program TMMD ini, merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi terpadu antara TNI, Kementerian/Lembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah, Polri, serta seluruh komponen Masyarakat dalam mempercepat pembangunan di daerah.
“Program ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil, terisolasi, wilayah perbatasan, kawasan kumuh perkotaan, maupun daerah yang terdampak bencana alam,” kata Dandim Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan, usai menutup TMMD Sengkuyung di Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis (21/5/2026).
Pada penyelenggaraan Program TMMD Reguler Ke-128 TA 2026, Kodam IV/Diponegoro melaksanakan kegiatan di empat lokasi, yaitu di Kabupaten Purbalingga, Kulon Progo, Pati, dan Sragen.
“Selain pelaksanaan TMMD Reguler tersebut, seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga secara serentak melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap II di wilayah masing-masing. Berbagai sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan meliputi Pembangunan fasilitas umum berupa pembukaan dan perbaikan jalan, pembuatan maupun rehabilitasi jembatan, pembangunan saluran air dan irigasi, serta berbagai sarana infrastruktur lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Pembangunan fasilitas sosial juga dilaksanakan melalui renovasi dan kementerian, serta dinas dan instansi terkait. Selain itu, terdapat pula sasaran tambahan yang merupakan bagian dari program unggulan Bapak Kasad, di antaranya pembangunan instalasi air bersih melalui program TNI AD Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan jambanisasi/MCK, pembersihan lingkungan, perluasan lahan tanaman pangan, serta kegiatan penghijauan dan reboisasi melalui penanaman bibit pohon keras di sekitar lokasi TMMD.
Didik Sudarmawan berharap, seluruh hasil yang telah dicapai tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang. (MC Batang, Jateng/Jumadi)