Batang - Pemerintah Kabupaten Batang rencana pembangunan penerangan jalan umum melalui proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU). Program ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan masyarakat, menekan angka kecelakaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat kegiatan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2152026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang rencana pembangunan penerangan jalan umum melalui proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan Umum (KPBU APJU). Program ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan masyarakat, menekan angka kecelakaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, saat kegiatan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (21/5/2026).
Faiz mengungkapkan kebutuhan penerangan jalan di Kabupaten Batang saat ini masih sangat tinggi. Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kekurangan lampu penerangan jalan masih mencapai hampir 70 persen atau tepatnya 69,6 persen, terutama di kawasan pedesaan.
“Kondisi ini membuat masih banyak jalan di desa-desa gelap, sehingga perlu percepatan pembangunan penerangan jalan. Minimnya penerangan jalan memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat. Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Batang terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir,” jelasnya.
Pada 2023 tercatat sebanyak 510 kasus kecelakaan, meningkat menjadi 520 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 550 kasus pada 2025. Selain keselamatan, penerangan jalan juga dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama bagi pekerja industri yang beraktivitas pada malam hari.
Ia juga menjelaskan banyak industri di Batang menerapkan sistem kerja shift malam dengan mayoritas pekerja perempuan. Jalan yang minim penerangan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kriminalitas serta membuat masyarakat merasa tidak aman saat beraktivitas malam hari.
“Kalau jalannya terang, masyarakat lebih aman. Aktivitas ekonomi juga bisa berjalan lebih panjang,” ungkapnya.
Bupati menilai kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta, hingga Tokyo mampu tumbuh lebih dinamis karena masyarakat dapat beraktivitas hingga malam hari berkat dukungan infrastruktur penerangan yang memadai.
“Untuk mempercepat realisasi pembangunan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Batang memilih menggunakan skema KPBU atau Public Private Partnership. Melalui skema tersebut, pemerintah akan memasang sebanyak 9.387 titik lampu baru yang tersebar di berbagai ruas jalan,” terangnya.
Rinciannya meliputi 1.949 lampu di jalan nasional, khususnya wilayah timur Kabupaten Batang, 954 lampu di jalan provinsi, serta 6.484 lampu di jalan kabupaten.
“Lampu yang akan dipasang menggunakan teknologi efikasi tinggi hingga 160 lumens per watt sehingga lebih hemat energi dan optimal dalam pencahayaan. Selain itu, proyek ini juga akan dilengkapi dengan 150 titik kamera pengawas (CCTV), sensor kualitas udara, hingga sensor banjir sebagai bagian dari sistem pengawasan dan mitigasi berbasis teknologi,” tegasnya.
Ini bukan hanya lampu jalan, tapi bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis teknologi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Tak hanya untuk pemerintah daerah, Bupati juga mendorong pemerintah desa agar mulai berinovasi memanfaatkan skema KPBU dalam mendukung pembangunan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, desa yang memiliki potensi investasi, termasuk sektor wisata, dapat mengajukan proposal kerja sama agar memperoleh pendampingan dari pemerintah daerah.
“Kalau desanya punya potensi, kami siap dampingi. Jangan takut berinovasi karena pembangunan tidak harus selalu bergantung pada APBD,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)