Salah satu UMKM Sale Pisang Bang Zae mengikuti Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi terapan yang memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang promosi produk unggulan daerah. Salah satu produk asal Kabupaten Batang yang turut dipamerkan adalah Sale Pisang Bang Zae milik pelaku UMKM binaan komunitas tani Batang bersama dosen IPB.
Owner Sale Pisang Bang Zae, Zaenal Acheroh mengatakan, kesempatan mengikuti pameran tersebut menjadi pengalaman berharga karena tidak mudah mendapatkan akses promosi di lingkungan akademisi dan mahasiswa dari berbagai daerah.
“Kesempatan seperti ini memang langka. Apalagi bisa membawa nama produk dari Kabupaten Batang dan dilihat langsung para akademisi serta mahasiswa,” katanya saat ditemui di Ruko Sale Pisang Gang Jalak, Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang, Jumat (22/5/2026).
Menurut Zaenal, Sale Pisang Bang Zae dipilih untuk mengikuti pameran oleh salah satu dosen IPB yang merupakan warga Batang. Produk tersebut dinilai telah siap dipasarkan secara luas karena telah memiliki legalitas usaha, termasuk sertifikat halal.
Dalam pameran tersebut, pihaknya membawa 10 kemasan sale pisang ukuran satu kilogram. Namun, seluruh produk langsung habis terjual hanya dalam hitungan menit setelah acara dibuka.
“Kami hanya membawa 10 pack ukuran satu kilo, dan alhamdulillah langsung habis terjual setelah pembukaan. Ciri khas Sale Pisang Bang Zae terletak pada cita rasa legit dan proses produksi yang berbeda dibanding produk sejenis. Mulai dari proses penjemuran hingga penyimpanan dilakukan secara khusus agar pisang mengeluarkan madu alami yang memperkuat rasa manis khas produk tersebut,” jelasnya.
Selain dipasarkan di Batang, produk Sale Pisang Bang Zae kini telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Surabaya hingga Kalimantan. Ia mengakui perkembangan usahanya juga tidak lepas dari dukungan promosi pemerintah daerah pada masa kepemimpinan mantan Bupati Batang Wihaji, melalui program promosi UMKM di media sosial.
“Waktu itu produk kami pernah dipromosikan lewat media sosial, dampaknya cukup bagus karena semakin dikenal masyarakat,” ungkapnya.
Dalam proses produksinya, Sale Pisang Bang Zae membutuhkan waktu sekitar sembilan hari, mulai dari pematangan buah, pemilihan bahan baku, penjemuran, penyimpanan, penggorengan hingga pengemasan.
Zaenal memilih menggunakan pisang kapas sebagai bahan utama dengan proses pematangan alami agar menghasilkan rasa yang lebih nikmat dan kualitas produk yang terjaga.
“Saat ini, Sale Pisang Bang Zae dipasarkan dengan harga Rp80 ribu per kilogram. Konsumen juga dapat membeli dalam ukuran seperempat kilogram maupun setengah kilogram sesuai kebutuhan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.