Batang - Aroma manis buah kelengkeng segar kini tidak lagi hanya dinikmati oleh warga lokal di bawah rindangnya pohon. Berkat langkah strategis Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, ribuan pohon kelengkeng hasil keringat petani milenial Batang kini resmi mengamankan kontrak besar untuk masuk ke jaringan ritel modern, Indomaret.
Batang - Aroma manis buah kelengkeng segar kini tidak lagi hanya dinikmati oleh warga lokal di bawah rindangnya pohon. Berkat langkah strategis Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, ribuan pohon kelengkeng hasil keringat petani milenial Batang kini resmi mengamankan kontrak besar untuk masuk ke jaringan ritel modern, Indomaret.
Gerbang pasar modern ini terbuka lebar setelah Indomaret melirik potensi besar di Kabupaten Batang sejak akhir tahun 2025. Lewat kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Indomaret. Indomaret berperan sebagai off-taker (penyerap hasil panen), jaringan ritel ini siap menjadi wadah tak terbatas bagi buah-buahan lokal Batang.
“Starting point-nya kemarin saat Pak Bupati melakukan ceremonial grand opening dari Selasa kemarin di Indomaret Fresh Jalan Alun-Alun Batang,” kata koordinator petani kelengkeng milenial Batang yang juga fasilitator pendamping Dinas Pertanian Kabupaten Batang Aditya Reza Kusuma saat dihubungi melalui gawai, Kamis (21/5/2026).
Saat ini, total populasi pohon kelengkeng di Batang bahkan diperkirakan telah mencapai 10.000 pohon jika digabungkan dengan milik mandiri dan BUMDes. Menariknya, kelengkeng Batang memiliki keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki komoditas buah lain, waktu panennya bisa diatur. Hal inilah yang menjadi kunci optimisme petani dalam memenuhi kuota ketat dari ritel modern.
“Kelengkeng ini punya keunikan yang tidak dimiliki oleh komoditas buah yang lain yaitu bisa diatur pembuahannya, waktu panenya itu bisa diatur Pak. Jadi kita nanti bisa membuat ada panenan, setiap minggu itu ada panenan. Jadi misalnya minggu pertama panenan dari Subah, minggu selanjutnya panenan dari wilayah Banyu Putih, minggu selanjutnya lagi wilayah Tersono, terus gitu nanti muter Pak berjenjang,” jelasnya
Untuk tahap awal, Indomaret wilayah Jakarta meminta pasokan sebanyak 500 kilogram per minggu, sementara untuk wilayah Jawa Tengah berkisar antara 100 hingga 500 kilogram per minggu. Angka ini ditargetkan terus merangkak naik hingga mencapai 5 ton per minggu secara bertahap.
“Selama ini, buah lokal sering kali kalah bersaing dengan buah impor dalam hal tampilan visual. Menyadari tantangan tersebut, kerja sama ini juga melibatkan PSDKU Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Bandar untuk memberikan bimbingan teknis dari budidaya hingga pasca-panen,” terangnya.
Tim khusus dari Indomaret Pusat Jakarta bahkan turun langsung mengajari petani cara memetik, membersihkan, hingga mengemas buah dengan mika 500 gram berperekat khusus bertuliskan “Kelengkeng Kabupaten Batang”.
“Kalau secara rasa, kualitas daging, ketebalan, bijinya kecil, itu kita menang semua. Namun, dengan pendampingan intensif, kini penampilan kelengkeng Batang sudah naik kelas dan siap bersanding dengan produk impor,” ungkapnya.
Aditya Reza juga menyebutkan, bagi petani, kehadiran pasar modern ini membawa angin segar yang menjanjikan stabilitas ekonomi. Meski harga jual ritel disesuaikan dengan standar modern, kepastian serapan pasar yang kontinu menjadi keuntungan yang tak ternilai harganya dibanding hanya mengandalkan pasar lokal yang terbatas.
“Ini Indomaret menawarkan serapan pasar yang tanda kutip tidak terbatas, karena mereka membutuhkan suplai rutin per minggu. Ketika petani jual sendiri di stukup lokal yang terbatas, ini kan pasarnya sangat amat terbuka lebar, kuantitas bisa besar, bisa kontinu, jadi berapapun produksi dari petani bisa terserap,” ujar dia
Agar momentum emas ini terjaga, para petani berharap Pemerintah Kabupaten Batang terus mendampingi mereka, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan logistik pertanian yang krusial. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan pupuk khusus atau booster kelengkeng yang saat ini masih harus didatangkan dari luar negeri.
“Semoga ada support khusus dari Pemkap Batang, khususnya Pak Bupati, baik itu misalnya link jalur untuk kita memudahkan impor bahan tersebut, atau support fisik lain yang untuk kepentingan budidaya sampai produksi lebih baik lagi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)