Petani Kopi Batang Mulai Panen Raya, Harga Cenderung Stabil Tahun Ini

Rabu, 20 Mei 2026 Jumadi Dibaca 715 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Petani Kopi Batang Mulai Panen Raya, Harga Cenderung Stabil Tahun Ini
Salah satu petani memanen hasil kopi di perkebunan kopi, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Batang - Petani kopi di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen raya yang diperkirakan berlangsung selama 1,5 hingga 2 bulan ke depan. Sejumlah petani mulai memetik buah kopi yang telah matang sempurna atau berwarna merah, terutama di wilayah dataran tinggi yang menjadi sentra produksi kopi unggulan Batang.

Batang - Petani kopi di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen raya yang diperkirakan berlangsung selama 1,5 hingga 2 bulan ke depan. Sejumlah petani mulai memetik buah kopi yang telah matang sempurna atau berwarna merah, terutama di wilayah dataran tinggi yang menjadi sentra produksi kopi unggulan Batang.

Salah satu petani kopi di Kecamatan Reban, Maaruf mengatakan, harga kopi pada musim panen tahun ini relatif stabil meski terdapat sedikit penurunan pada beberapa jenis hasil olahan.

“Harga red cherry kopi asalan robusta saat ini sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram. Kalau green bean asalan sekitar Rp50 ribu per kilogram, tahun lalu masih bisa sampai Rp55ribu,” katanya saat ditemui di perkebunan kopi, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Rabu (20/5/2026).

Untuk kopi green bean premium, harga jualnya masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp70 ribu per kilogram. Menurut Maaruf, sebagian besar petani di Batang masih memilih menjual kopi dalam bentuk asalan karena proses panennya dilakukan secara campuran, mulai dari buah berwarna hijau hingga merah.

“Kita panen campur karena petani khawatir mendekati panen raya banyak pencurian. Kalau buah kopi terlalu lama dibiarkan merah di pohon, sering jadi sasaran maling,” jelasnya.

Ia menjelaskan, petani biasanya mulai memanen ketika sekitar 70 persen buah pada satu pohon sudah berwarna merah untuk mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Dalam satu musim, satu pohon kopi rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 kilogram buah kopi. Di kebun miliknya sendiri terdapat sekitar 1.000 pohon kopi yang tahun ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton panen.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa panen sampai 10 ton di kebun saya saja. Belum ditambah hasil kebun teman-teman petani lainnya,” harapnya.

Maaruf juga menyebutkan, bahwa meski kopi premium memiliki nilai jual lebih tinggi karena harus melalui proses penyortiran ketat, Maaruf mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika harus memanen lebih awal demi menjaga hasil panen tetap aman.

Selain fokus pada produksi, petani kopi di Kabupaten Batang juga terus berupaya mengenalkan kopi lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional. Salah satunya melalui agenda Manual Brew Competition yang akan digelar pada 14 Juni 2026 mendatang.

“Kami ingin membawa nama kopi Batang semakin dikenal luas. Nanti ada manual brew competition untuk mengenalkan kopi Batang ke luar daerah,” ujar dia.

Maaruf berharap, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat membantu menjaga keamanan kawasan perkebunan kopi, terutama saat musim panen raya berlangsung.

“Kami berharap ada perhatian untuk keamanan kebun kopi petani supaya kopi-kopi berkualitas di Batang tidak habis dicuri,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 184
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 159
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 145
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 603
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 98