Petani Kopi Batang Mulai Panen Raya, Harga Cenderung Stabil Tahun Ini

Rabu, 20 Mei 2026 Jumadi Dibaca 1.153 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Petani Kopi Batang Mulai Panen Raya, Harga Cenderung Stabil Tahun Ini
Salah satu petani memanen hasil kopi di perkebunan kopi, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Batang - Petani kopi di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen raya yang diperkirakan berlangsung selama 1,5 hingga 2 bulan ke depan. Sejumlah petani mulai memetik buah kopi yang telah matang sempurna atau berwarna merah, terutama di wilayah dataran tinggi yang menjadi sentra produksi kopi unggulan Batang.

Batang - Petani kopi di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen raya yang diperkirakan berlangsung selama 1,5 hingga 2 bulan ke depan. Sejumlah petani mulai memetik buah kopi yang telah matang sempurna atau berwarna merah, terutama di wilayah dataran tinggi yang menjadi sentra produksi kopi unggulan Batang.

Salah satu petani kopi di Kecamatan Reban, Maaruf mengatakan, harga kopi pada musim panen tahun ini relatif stabil meski terdapat sedikit penurunan pada beberapa jenis hasil olahan.

“Harga red cherry kopi asalan robusta saat ini sekitar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kilogram. Kalau green bean asalan sekitar Rp50 ribu per kilogram, tahun lalu masih bisa sampai Rp55ribu,” katanya saat ditemui di perkebunan kopi, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Rabu (20/5/2026).

Untuk kopi green bean premium, harga jualnya masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp70 ribu per kilogram. Menurut Maaruf, sebagian besar petani di Batang masih memilih menjual kopi dalam bentuk asalan karena proses panennya dilakukan secara campuran, mulai dari buah berwarna hijau hingga merah.

“Kita panen campur karena petani khawatir mendekati panen raya banyak pencurian. Kalau buah kopi terlalu lama dibiarkan merah di pohon, sering jadi sasaran maling,” jelasnya.

Ia menjelaskan, petani biasanya mulai memanen ketika sekitar 70 persen buah pada satu pohon sudah berwarna merah untuk mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Dalam satu musim, satu pohon kopi rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 kilogram buah kopi. Di kebun miliknya sendiri terdapat sekitar 1.000 pohon kopi yang tahun ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ton panen.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa panen sampai 10 ton di kebun saya saja. Belum ditambah hasil kebun teman-teman petani lainnya,” harapnya.

Maaruf juga menyebutkan, bahwa meski kopi premium memiliki nilai jual lebih tinggi karena harus melalui proses penyortiran ketat, Maaruf mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika harus memanen lebih awal demi menjaga hasil panen tetap aman.

Selain fokus pada produksi, petani kopi di Kabupaten Batang juga terus berupaya mengenalkan kopi lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional. Salah satunya melalui agenda Manual Brew Competition yang akan digelar pada 14 Juni 2026 mendatang.

“Kami ingin membawa nama kopi Batang semakin dikenal luas. Nanti ada manual brew competition untuk mengenalkan kopi Batang ke luar daerah,” ujar dia.

Maaruf berharap, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dapat membantu menjaga keamanan kawasan perkebunan kopi, terutama saat musim panen raya berlangsung.

“Kami berharap ada perhatian untuk keamanan kebun kopi petani supaya kopi-kopi berkualitas di Batang tidak habis dicuri,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 99
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 154
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 79
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 130
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144