Kasus TBC di Batang, Dinkes Gencar Jemput Bola Untuk Pemeriksaan

Rabu, 20 Mei 2026 Jumadi Dibaca 295 kali Kesehatan
Kasus TBC di Batang, Dinkes Gencar Jemput Bola Untuk Pemeriksaan
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyampaikan, Dinkes Gencar Jemput Bola Pemeriksaan TBC.
Batang - Kabupaten Batang hari ini masih harus berhadapan dengan musuh lama yang tak kasat mata Tuberkulosis (TBC). Penyakit menular ini tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Di tengah target ambisius Indonesia untuk bebas TBC pada tahun 2030, grafik temuan kasus di Batang justru terus merayap naik.

Batang - Kabupaten Batang hari ini masih harus berhadapan dengan musuh lama yang tak kasat mata Tuberkulosis (TBC). Penyakit menular ini tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah daerah. Di tengah target ambisius Indonesia untuk bebas TBC pada tahun 2030, grafik temuan kasus di Batang justru terus merayap naik.

Hingga 18 Mei 2026, radar Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang telah mendeteksi 451 kasus TBC yang tersebar di berbagai sudut kecamatan dan fasilitas kesehatan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan alarm bagi kesehatan publik.

Meski berada di tengah kepungan angka tersebut, rapot penanganan TBC di bumi Alas Roban ini dinilai masih berada di jalur yang aman jika disandingkan dengan wilayah lain di Jawa Tengah.

Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyampaikan, blak-blakan mengenai realita di lapangan. Ia mengakui tantangan ini berat, namun optimisme untuk berbenah tetap ada.

“TBC di Kabupaten Batang ini masih menjadi masalah. Tapi alhamdulillah secara umum untuk capaian programnya sudah cukup," katanya saat dietmui di Kantornya, Rabu (20/5/2026). 

Ida menegaskan, bahwa pemerintah pusat tidak main-main dengan target eliminasi TBC pada 2030. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor kini digenjot demi mempercepat penemuan kasus dan memastikan pasien berobat hingga benar-benar sembuh.

“Di Jawa Tengah, capaian program tuberkulosis di Kabupaten Batang termasuk di level tengah, bukan yang jelek sekali, tapi juga bukan yang bagus sekali. Jika membedah data faskes per 18 Mei 2026, RSUD Batang menjadi garda terdepan sekaligus penyumbang angka tertinggi dengan temuan 96 kasus. Di posisi berikutnya, RS QIM mencatat 70 kasus dan RSUD Limpung mendeteksi 39 kasus,” ungkapnya.

Tingginya angka di rumah sakit ini terbilang wajar, mengingat ketiganya merupakan pusat rujukan utama bagi pasien lokal maupun luar daerah.

“Namun, yang perlu diwaspadai adalah pergerakan di tingkat akar rumput (Puskesmas). Puskesmas Bawang mendeteksi 29 kasus, disusul Warungasem dengan 23 kasus, serta Tulis dan Subah yang masing-masing mengantongi 19 kasus,” jelasnya.

Jika dipetakan berdasarkan domisili asli para pasien, konstelasi wilayahnya sedikit berubah:

 * Kecamatan Warungasem: 44 kasus (tertinggi)

 * Kecamatan Bawang: 41 kasus

 * Kecamatan Subah: 32 kasus

 * Kecamatan Tulis: 31 kasus

 * Kecamatan Batang 2: 30 kasus

 * Kecamatan Kandeman: 28 kasus

Selain warga lokal, ada pula 19 pasien dari luar kota yang saat ini tercatat sedang menjalani perawatan di Batang.

“Tahun 2026 ini, pemerintah mematok target nasional penemuan kasus TBC sebesar 90 persen. Secara regional, per 10 April 2026, Jawa Tengah baru berhasil menjaring 19.695 kasus dari target tahunan yang mencapai 107.488 kasus,” terangnya.

Bagaimana dengan Batang, saat ini progresnya baru menyentuh angka 16,61 persen dari estimasi total beban kasus yang diprediksi mencapai 1.825 kasus. Angka performa ini sayangnya masih berada di bawah target bulanan April yang seharusnya berada di angka 30 persen.

Ida juga menyebutkan, melihat rapor yang masih menyisakan ruang kosong tersebut, Dinkes Batang langsung tancap gas. Strategi jemput bola lewat skrining aktif mulai difokuskan, terutama di wilayah-wilayah dengan densitas kasus tinggi seperti Warungasem dan Bawang.

“Ujung tombak penanganan kini digeser ke Puskesmas agar pelacakan kontak erat (contact tracing), pemeriksaan dini, hingga pendampingan minum obat bagi pasien bisa dikawal dengan lebih ketat,” ujar dia.

Di akhir kesempatan, Dinkes Batang mengetuk kesadaran masyarakat agar membuang jauh-jauh stigma dan rasa takut untuk memeriksakan diri. Jika mendapati gejala klinis seperti batuk tak kunjung sembuh, berat badan merosot tajam, demam, atau kerap berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, segeralah ke faskes terdekat.

“Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah penularan lebih luas di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 72
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 104
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 157
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 84
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 137
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 158