Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang

Sabtu, 16 Mei 2026 Jumadi Dibaca 39 kali Teknologi
Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang
Salah satu peserta mengikuti Lomba Kecakapan yang diselenggarakan oleh ORARI Batang di halaman Diskominfo Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Pemandangan unik ini terlihat dalam acara Gathering Net Control Station (NCS) yang digelar oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Batang. Siapa sangka, diantara deretan operator senior, muncul seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar sebagai peserta nomor urut pertama.

Ketua ORARI Batang Edhy Sulisdiyanto (YB2CLC), mengungkapkan rasa bangganya saat melihat antusiasme tunas muda tersebut di atas panggung kompetisi. Kebetulan anggota kita tadi peserta nomor satu itu baru kelas 6 SD. Nah, generasi muda sekali itu, masih kelas 6 SD.

“Bocah tangguh berkode panggil (call sign) Yankee Delta Two Alpha Echo Mike (YD2AEM) yang akrab disapa Mas Bara ini datang jauh-jauh dari Pemalang. Meski masih sangat muda, kecakapannya dalam mengondisikan frekuensi tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut Edhy, performa bocah generasi alpha tersebut sudah sangat matang,” katanya saat ditemui di halaman Kantor Diskominfo Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (16/5/2026).

Edhy juga menyampaikan bahwa, sudah cukup oke. Bagi kami sudah memenuhi syaratlah untuk menjadi operator kegiatan amatir radio. Ajang yang mempertemukan para pencinta radio dari Call Area 2, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ORARI Daerah Jawa Tengah ini memang sengaja melombakan kecakapan para operatornya.

“Penilaiannya pun cukup ketat, mulai dari jumlah QSO (kontak radio yang berhasil), validitas data, tata bahasa, cara penyampaian, hingga pembawaan sang operator saat mengudara,” jelasnya.

Menjawab pandangan miring bahwa komunikasi radio adalah teknologi usang yang mulai ditinggalkan, Edhy justru melihat tren sebaliknya. Rasa bosan terhadap layar gawai disinyalir menjadi alasan mengapa anak-anak muda, mulai dari usia SMP hingga SMA, justru mulai melirik HT.

Lebih dari sekadar hobi, ada fungsi vital yang diemban oleh seutas antena radio amatir ini. Ketika infrastruktur modern lumpuh, radio adalah benteng pertahanan terakhir.

“ORARI ini kayaknya tidak akan mati karena sebagai cadangan komunikasi emergency nasional. Saat ada kebencanaan, apa ya, seluler mati, listrik mati, hanya komunikasi lewat radio itu yang bisa ngakses,” terangnya.

Kegiatan gathering yang berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu) ini tidak hanya berisi ketegangan lomba penyiaran. Pada hari kedua, acara berganti menjadi ajang silaturahmi yang penuh keseruan melalui tradisi unik bernama Eyeball QSO, istilah amatir radio untuk pertemuan tatap muka langsung.

Edhy menyebutkan, jika biasanya mereka hanya saling mendengar suara dan bertukar call sign di udara tanpa tahu rupa, di sinilah mereka akhirnya saling berjabat tangan. Uniknya, pertemuan ini dikemas menjadi sebuah permainan berburu poin yang kompetitif namun santai.

“Ketemu antar anggota tatap muka, kita saling nge-log, ya seru-seruan aja banyak-banyakan log, tanda tangan, itu yang juara. Biasanya kan kita hanya ketemu di frekuensi, tidak tahu ini call sign-nya apa, orangnya yang mana. Kalau Eyeball QSO itu langsung ketemu,” ungkapnya.

Dalam permainan ini, setiap peserta harus berburu tanda tangan sesama anggota di lokasi acara. Nilai poin yang didapat pun bervariasi tergantung tingkatan jabatan struktural yang berhasil ditemui. Pengurus daerah memiliki poin tertinggi, disusul pengurus lokal, panitia, hingga anggota biasa.

“Melalui acara ini, ORARI membuktikan bahwa kehangatan komunitas dan pentingnya komunikasi radio akan terus mengudara secara estafet, berpindah dari generasi senior menuju jemari terampil generasi alpha,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan
Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan
Batang - Sejumlah mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik Universitas Diponegoro Kampus Batang menggelar praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1452026).
14 Mei 2026 Jumadi 56
BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang
BRIN Siap Dukung Peningkatan Mutu Kelengkeng Khas Batang
Batang - Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengapresiasi kepedulian Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BPK2U) Universitas Diponegoro Batang menggelar workshop bersama para petani milenial dengan mengetengahkan topik "Teknologi Perbaikan Penampilan Kekerasan Kulit Kelengkeng". Sebagai wujud dukungan maka para peneliti siap memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng hasil panenan petani lokal Batang.
14 Mei 2026 Jumadi 86
Pondok Modern Tazakka Gandeng Kwarcab Batang, Bangun Kedisiplinan Santri Pondok Modern Tazakka Gandeng Kwarcab Batang, Bangun Kedisiplinan Santri
Pondok Modern Tazakka Gandeng Kwarcab Batang, Bangun Kedisiplinan Santri
Batang - Pondok Modern Tazaka Bandar Batang bekerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Batang menyelenggarakan Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi para santrinya yang berlangsung 6 hari mulai Kamis (1452026).
14 Mei 2026 Jumadi 44
Bupati Batang Berikan Hadiah Dua Siswa Berprestasi Pelajar SMAN 1 Wonotunggal Bupati Batang Berikan Hadiah Dua Siswa Berprestasi Pelajar SMAN 1 Wonotunggal
Bupati Batang Berikan Hadiah Dua Siswa Berprestasi Pelajar SMAN 1 Wonotunggal
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan hadiah sepeda kepada dua siswa berprestasi dari SMA Negeri 1 Wonotunggal saat kegiatan Infobatang Goes To School di Aula SMAN 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (1552026).
13 Mei 2026 Jumadi 79
Bupati Batang Ubah Wajah Birokrasi, 3.337 Urusan Warga Tuntas di MPP Batang Bupati Batang Ubah Wajah Birokrasi, 3.337 Urusan Warga Tuntas di MPP Batang
Bupati Batang Ubah Wajah Birokrasi, 3.337 Urusan Warga Tuntas di MPP Batang
Batang - Fokus pelayanan publik yang ditekankan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, mulai membuahkan hasil nyata. Memasuki triwulan pertama tahun ini, tepatnya Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 3.337 permohonan telah masuk dan dilayani melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Batang.
13 Mei 2026 Jumadi 79
Bupati Batang Tekankan Pentingnya SDM dan Adaptasi Teknologi Bupati Batang Tekankan Pentingnya SDM dan Adaptasi Teknologi
Bupati Batang Tekankan Pentingnya SDM dan Adaptasi Teknologi
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, memberikan motivasi kepada para pelajar saat kegiatan Bupati Batang Goes To School di SMA Negeri 1 Wonotunggal, Kabupaten Batang, Rabu (1352026).
13 Mei 2026 Jumadi 83