Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang

Sabtu, 16 Mei 2026 Jumadi Dibaca 433 kali Teknologi
Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang
Salah satu peserta mengikuti Lomba Kecakapan yang diselenggarakan oleh ORARI Batang di halaman Diskominfo Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Pemandangan unik ini terlihat dalam acara Gathering Net Control Station (NCS) yang digelar oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Batang. Siapa sangka, diantara deretan operator senior, muncul seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar sebagai peserta nomor urut pertama.

Ketua ORARI Batang Edhy Sulisdiyanto (YB2CLC), mengungkapkan rasa bangganya saat melihat antusiasme tunas muda tersebut di atas panggung kompetisi. Kebetulan anggota kita tadi peserta nomor satu itu baru kelas 6 SD. Nah, generasi muda sekali itu, masih kelas 6 SD.

“Bocah tangguh berkode panggil (call sign) Yankee Delta Two Alpha Echo Mike (YD2AEM) yang akrab disapa Mas Bara ini datang jauh-jauh dari Pemalang. Meski masih sangat muda, kecakapannya dalam mengondisikan frekuensi tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut Edhy, performa bocah generasi alpha tersebut sudah sangat matang,” katanya saat ditemui di halaman Kantor Diskominfo Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (16/5/2026).

Edhy juga menyampaikan bahwa, sudah cukup oke. Bagi kami sudah memenuhi syaratlah untuk menjadi operator kegiatan amatir radio. Ajang yang mempertemukan para pencinta radio dari Call Area 2, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ORARI Daerah Jawa Tengah ini memang sengaja melombakan kecakapan para operatornya.

“Penilaiannya pun cukup ketat, mulai dari jumlah QSO (kontak radio yang berhasil), validitas data, tata bahasa, cara penyampaian, hingga pembawaan sang operator saat mengudara,” jelasnya.

Menjawab pandangan miring bahwa komunikasi radio adalah teknologi usang yang mulai ditinggalkan, Edhy justru melihat tren sebaliknya. Rasa bosan terhadap layar gawai disinyalir menjadi alasan mengapa anak-anak muda, mulai dari usia SMP hingga SMA, justru mulai melirik HT.

Lebih dari sekadar hobi, ada fungsi vital yang diemban oleh seutas antena radio amatir ini. Ketika infrastruktur modern lumpuh, radio adalah benteng pertahanan terakhir.

“ORARI ini kayaknya tidak akan mati karena sebagai cadangan komunikasi emergency nasional. Saat ada kebencanaan, apa ya, seluler mati, listrik mati, hanya komunikasi lewat radio itu yang bisa ngakses,” terangnya.

Kegiatan gathering yang berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu) ini tidak hanya berisi ketegangan lomba penyiaran. Pada hari kedua, acara berganti menjadi ajang silaturahmi yang penuh keseruan melalui tradisi unik bernama Eyeball QSO, istilah amatir radio untuk pertemuan tatap muka langsung.

Edhy menyebutkan, jika biasanya mereka hanya saling mendengar suara dan bertukar call sign di udara tanpa tahu rupa, di sinilah mereka akhirnya saling berjabat tangan. Uniknya, pertemuan ini dikemas menjadi sebuah permainan berburu poin yang kompetitif namun santai.

“Ketemu antar anggota tatap muka, kita saling nge-log, ya seru-seruan aja banyak-banyakan log, tanda tangan, itu yang juara. Biasanya kan kita hanya ketemu di frekuensi, tidak tahu ini call sign-nya apa, orangnya yang mana. Kalau Eyeball QSO itu langsung ketemu,” ungkapnya.

Dalam permainan ini, setiap peserta harus berburu tanda tangan sesama anggota di lokasi acara. Nilai poin yang didapat pun bervariasi tergantung tingkatan jabatan struktural yang berhasil ditemui. Pengurus daerah memiliki poin tertinggi, disusul pengurus lokal, panitia, hingga anggota biasa.

“Melalui acara ini, ORARI membuktikan bahwa kehangatan komunitas dan pentingnya komunikasi radio akan terus mengudara secara estafet, berpindah dari generasi senior menuju jemari terampil generasi alpha,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 329
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 287
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 267
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 354
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 400
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 371