Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang

Sabtu, 16 Mei 2026 Jumadi Dibaca 284 kali Teknologi
Generasi Alpha Piawai Bermain HT di Gathering ORARI Batang
Salah satu peserta mengikuti Lomba Kecakapan yang diselenggarakan oleh ORARI Batang di halaman Diskominfo Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Batang - Handy Talky (HT) tak kenal usia, generasi alpha piawai bermain HT. Di tengah gempuran gadget canggih dan media sosial, frekuensi radio amatir ternyata masih punya magnet kuat untuk memikat anak-anak zaman sekarang.

Pemandangan unik ini terlihat dalam acara Gathering Net Control Station (NCS) yang digelar oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Batang. Siapa sangka, diantara deretan operator senior, muncul seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar sebagai peserta nomor urut pertama.

Ketua ORARI Batang Edhy Sulisdiyanto (YB2CLC), mengungkapkan rasa bangganya saat melihat antusiasme tunas muda tersebut di atas panggung kompetisi. Kebetulan anggota kita tadi peserta nomor satu itu baru kelas 6 SD. Nah, generasi muda sekali itu, masih kelas 6 SD.

“Bocah tangguh berkode panggil (call sign) Yankee Delta Two Alpha Echo Mike (YD2AEM) yang akrab disapa Mas Bara ini datang jauh-jauh dari Pemalang. Meski masih sangat muda, kecakapannya dalam mengondisikan frekuensi tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut Edhy, performa bocah generasi alpha tersebut sudah sangat matang,” katanya saat ditemui di halaman Kantor Diskominfo Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (16/5/2026).

Edhy juga menyampaikan bahwa, sudah cukup oke. Bagi kami sudah memenuhi syaratlah untuk menjadi operator kegiatan amatir radio. Ajang yang mempertemukan para pencinta radio dari Call Area 2, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan ORARI Daerah Jawa Tengah ini memang sengaja melombakan kecakapan para operatornya.

“Penilaiannya pun cukup ketat, mulai dari jumlah QSO (kontak radio yang berhasil), validitas data, tata bahasa, cara penyampaian, hingga pembawaan sang operator saat mengudara,” jelasnya.

Menjawab pandangan miring bahwa komunikasi radio adalah teknologi usang yang mulai ditinggalkan, Edhy justru melihat tren sebaliknya. Rasa bosan terhadap layar gawai disinyalir menjadi alasan mengapa anak-anak muda, mulai dari usia SMP hingga SMA, justru mulai melirik HT.

Lebih dari sekadar hobi, ada fungsi vital yang diemban oleh seutas antena radio amatir ini. Ketika infrastruktur modern lumpuh, radio adalah benteng pertahanan terakhir.

“ORARI ini kayaknya tidak akan mati karena sebagai cadangan komunikasi emergency nasional. Saat ada kebencanaan, apa ya, seluler mati, listrik mati, hanya komunikasi lewat radio itu yang bisa ngakses,” terangnya.

Kegiatan gathering yang berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu) ini tidak hanya berisi ketegangan lomba penyiaran. Pada hari kedua, acara berganti menjadi ajang silaturahmi yang penuh keseruan melalui tradisi unik bernama Eyeball QSO, istilah amatir radio untuk pertemuan tatap muka langsung.

Edhy menyebutkan, jika biasanya mereka hanya saling mendengar suara dan bertukar call sign di udara tanpa tahu rupa, di sinilah mereka akhirnya saling berjabat tangan. Uniknya, pertemuan ini dikemas menjadi sebuah permainan berburu poin yang kompetitif namun santai.

“Ketemu antar anggota tatap muka, kita saling nge-log, ya seru-seruan aja banyak-banyakan log, tanda tangan, itu yang juara. Biasanya kan kita hanya ketemu di frekuensi, tidak tahu ini call sign-nya apa, orangnya yang mana. Kalau Eyeball QSO itu langsung ketemu,” ungkapnya.

Dalam permainan ini, setiap peserta harus berburu tanda tangan sesama anggota di lokasi acara. Nilai poin yang didapat pun bervariasi tergantung tingkatan jabatan struktural yang berhasil ditemui. Pengurus daerah memiliki poin tertinggi, disusul pengurus lokal, panitia, hingga anggota biasa.

“Melalui acara ini, ORARI membuktikan bahwa kehangatan komunitas dan pentingnya komunikasi radio akan terus mengudara secara estafet, berpindah dari generasi senior menuju jemari terampil generasi alpha,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun
Genjot Ekonomi Batang, DPUPR Siapkan Strategi "Lelang Dini" di Akhir Tahun
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memutar otak untuk mengantisipasi keterlambatan proyek fisik yang kerap menjadi momok pembangunan daerah. Demi memastikan roda pembangunan berjalan tepat waktu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang meluncurkan strategi tak biasa: memajukan jadwal lelang proyek di akhir tahun 2026.
08 Jul 2026 Jumadi 30
BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis
BPS Batang Perkuat Pendataan Sensus Ekonomi di Pasar, Utamakan Koordinasi dan Pendekatan Humanis
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengintensifkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyasar pusat-pusat aktivitas perdagangan. Salah satunya melalui pendataan pedagang di Pasar Limpung, Kecamatan Limpung, Kbupaten Batang, Rabu (872026).
08 Jul 2026 Jumadi 75
Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap
Pemkab Tata Kawasan Depan RSUD Batang, PKL Direlokasi ke Pujasera Secara Bertahap
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai melakukan penataan kawasan di depan RSUD Batang dengan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang bahu jalan dan area depan rumah sakit menuju lokasi pujasera yang telah disiapkan.
08 Jul 2026 Jumadi 15
Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten
Disdukcapil Batang Jemput Bola Layanan Adminduk di Desa Pranten
Batang - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang kembali menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui program jemput bola di Balai Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (872026).
08 Jul 2026 Jumadi 12
Wajibkan Pasir Muntilan di Semua Proyek Fisik, DPUPR Batang Incar Usia Bangunan hingga 15 Tahun Wajibkan Pasir Muntilan di Semua Proyek Fisik, DPUPR Batang Incar Usia Bangunan hingga 15 Tahun
Wajibkan Pasir Muntilan di Semua Proyek Fisik, DPUPR Batang Incar Usia Bangunan hingga 15 Tahun
Batang Demi menjaga kualitas bangunan proyek fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang mewajibkan seluruh kontraktor menggunakan pasir Muntilan atau pasir beton dalam setiap proyek konstruksi tahun anggaran 2026.
07 Jul 2026 Jumadi 44
Ditjen Pesantren Dibentuk, Bawa Kemaslahatan bagi Para Ustaz Ditjen Pesantren Dibentuk, Bawa Kemaslahatan bagi Para Ustaz
Ditjen Pesantren Dibentuk, Bawa Kemaslahatan bagi Para Ustaz
Batang - Para pendidik hingga santri kini mulai bisa bernapas lega setelah dibentuknya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren, yang sebelumnya berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam (Pendis). Hal tersebut tentu akan berdampak positif bagi seluruh pondok pesantren di Kabupaten Batang dengan memperoleh perhatian lebih intens dalam pengelolaan secara administratif, pengembangan maupun peningkatan kesejahteraan para ustazustazah.
07 Jul 2026 Jumadi 47