Salatiga - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2026, Asosiasi Guru Pendidikan Pancasila Indonesia (AGPPI ) Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar dan Musyawarah Kerja Wilayah ke 1 di Kota Salatiga, Sabtu (1652026). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota AGPPI perwakilan dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah, sebagai upaya menjalin kemitraan dengan pihak terkait.
Salatiga - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2026, Asosiasi Guru Pendidikan Pancasila Indonesia (AGPPI ) Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar dan Musyawarah Kerja Wilayah ke 1 di Kota Salatiga, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus dan anggota AGPPI perwakilan dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, sebagai upaya menjalin kemitraan dengan pihak terkait.
Ketua AGPPI Jateng Muhammad Rohib Hirzi mengatakan, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyoroti pentingnya keteladanan guru dalam proses pendidikan karakter. Serta menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan, akademisi maupun instansi untuk memperkuat peran di masyarakat.
“Yang terpenting, perlunya penguatan moral dan ideologi kebangsaan sejak dini, juga pembekalan keilmuan yang mumpuni untuk menjadi pendidik yang profesional,” tegasnya.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk MoU atau Perjanjian Kerjasama antara Prodi PPKn S1 FKIP UNS yang diwakili Triana Rejekiningsih, dengan AGPPI dan MGMP lembaga pendidikan se-Jawa Tengah yang diwakili oleh masing-masing ketua.
Bertemakan Menjalin Sinergi, Kolaborasi dan Silaturrahmi para pendidik Pancasila dengan mengundang pembicara utama Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Haris. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui penguatan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Guru Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus terus diajarkan dan ditanamkan kepada anak-anak generasi muda agar mereka memiliki karakter kebangsaan yang kuat di tengah tantangan zaman,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan, toleransi, serta semangat kebhinekaan di Indonesia.
Perwakilan Guru Pendidikan Pancasila Batang, Doni berharap AGPPI Jawa Tengah mampu menjadi barometer dan pusat rujukan bagi inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat nasional.
“AGPPI bisa terus hadir sebagai rumah yang nyaman, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan bagi korps guru Pancasila,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)