Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan

Kamis, 14 Mei 2026 Jumadi Dibaca 277 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan
Mahasiswa Ubndip Batang (kanan), praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Batang - Sejumlah mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik Universitas Diponegoro Kampus Batang menggelar praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1452026).

Batang - Sejumlah mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik Universitas Diponegoro Kampus Batang menggelar praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (14/5/2026).

Tujuannya untuk mengenalkan secara langsung penerapan budidaya alpukat organik sebagai salah satu bentuk pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan berupa kunjungan edukatif ke lahan budidaya alpukat organik milik Taswanto, Ketua Kelompok Tani Harapan. Mahasiswa mempelajari teknik budidaya, pengelolaan lahan, penanganan pascapanen, hingga strategi pemasaran hasil pertanian organik.

Peserta kegiatan adalah mahasiswa praktikum Budidaya Tanaman Organik Undip Kampus Batang. Narasumber utama adalah Kepala Dusun Desa Pesalakan Taswanto sekaligus petani pengembang alpukat organik sejak 2017. Praktikum dilaksanakan di kebun alpukat organik milik Taswanto di Desa Pesalakan seluas lahan sekitar 1.700 meter persegi.

Kepala Dusun Desa Pesalakan Taswanto mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik pertanian organik serta mengenalkan potensi usaha hortikultura yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Budidaya alpukat organik tersebut juga telah memperoleh sertifikasi dari INOFICE serta mendapatkan dukungan kerja sama dari Dinas Pertanian Kabupaten Batang. Sertifikasi ini menjadi bukti pengakuan terhadap kualitas produk serta penerapan metode budidaya organik yang dilakukan,” jelasnya.

Taswanto juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu menekuni bidang pertanian.

“Jangan malu menjadi petani. Pertanian merupakan inti kehidupan dan memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan masyarakat. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan pertanian ke depan,” tegasnya.

Kegiatan praktikum lapangan ini menjadi salah satu upaya penguatan pendidikan berbasis praktik yang dilakukan Universitas Diponegoro Kampus Batang, sekaligus mendorong pengembangan pertanian organik sebagai model usaha tani yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat pedesaan.

Mahasiswa peserta praktikum mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut. Salah satu peserta, Anam, menilai budidaya alpukat organik memiliki prospek usaha yang baik.

“Budidaya tanaman organik hortikultura, khususnya alpukat, ternyata menjanjikan jika dikelola dengan baik. Bahkan dapat dipasarkan ke luar daerah, sehingga membuat kami tertarik untuk mencobanya,” ujar dia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong regenerasi petani muda yang mampu mengembangkan sektor pertanian modern berbasis ramah lingkungan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 183
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 158
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 144
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 598
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 98