Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan

Kamis, 14 Mei 2026 Jumadi Dibaca 353 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Budidaya Alpukat Organik, Dorong Peluang Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan
Mahasiswa Ubndip Batang (kanan), praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Batang - Sejumlah mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik Universitas Diponegoro Kampus Batang menggelar praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1452026).

Batang - Sejumlah mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik Universitas Diponegoro Kampus Batang menggelar praktikum tanaman budidaya alpukat, di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (14/5/2026).

Tujuannya untuk mengenalkan secara langsung penerapan budidaya alpukat organik sebagai salah satu bentuk pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan berupa kunjungan edukatif ke lahan budidaya alpukat organik milik Taswanto, Ketua Kelompok Tani Harapan. Mahasiswa mempelajari teknik budidaya, pengelolaan lahan, penanganan pascapanen, hingga strategi pemasaran hasil pertanian organik.

Peserta kegiatan adalah mahasiswa praktikum Budidaya Tanaman Organik Undip Kampus Batang. Narasumber utama adalah Kepala Dusun Desa Pesalakan Taswanto sekaligus petani pengembang alpukat organik sejak 2017. Praktikum dilaksanakan di kebun alpukat organik milik Taswanto di Desa Pesalakan seluas lahan sekitar 1.700 meter persegi.

Kepala Dusun Desa Pesalakan Taswanto mengatakan, kunjungan dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik pertanian organik serta mengenalkan potensi usaha hortikultura yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Budidaya alpukat organik tersebut juga telah memperoleh sertifikasi dari INOFICE serta mendapatkan dukungan kerja sama dari Dinas Pertanian Kabupaten Batang. Sertifikasi ini menjadi bukti pengakuan terhadap kualitas produk serta penerapan metode budidaya organik yang dilakukan,” jelasnya.

Taswanto juga berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu menekuni bidang pertanian.

“Jangan malu menjadi petani. Pertanian merupakan inti kehidupan dan memiliki peran sangat penting bagi keberlangsungan masyarakat. Generasi muda diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan pertanian ke depan,” tegasnya.

Kegiatan praktikum lapangan ini menjadi salah satu upaya penguatan pendidikan berbasis praktik yang dilakukan Universitas Diponegoro Kampus Batang, sekaligus mendorong pengembangan pertanian organik sebagai model usaha tani yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat pedesaan.

Mahasiswa peserta praktikum mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut. Salah satu peserta, Anam, menilai budidaya alpukat organik memiliki prospek usaha yang baik.

“Budidaya tanaman organik hortikultura, khususnya alpukat, ternyata menjanjikan jika dikelola dengan baik. Bahkan dapat dipasarkan ke luar daerah, sehingga membuat kami tertarik untuk mencobanya,” ujar dia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong regenerasi petani muda yang mampu mengembangkan sektor pertanian modern berbasis ramah lingkungan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 64
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 99
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 154
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 79
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 130
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144