Batang - Seekor sapi jantan jenis Simental milik peternak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah2026.
Batang - Seekor sapi jantan jenis Simental milik peternak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026.
Sapi bernama Abimanyu milik Sugeng (50) itu memiliki bobot sekitar 900 kilogram dan diperkirakan mencapai hampir 1 ton saat hari raya kurban mendatang. Nilai sapi tersebut ditaksir berkisar Rp90 juta hingga Rp100 juta.
Sugeng mengaku bersyukur dan bangga karena sapinya terpilih menjadi sapi kurban presiden. Nama Abimanyu diberikan secara spontan karena terinspirasi dari tokoh pewayangan yang dikenal gagah dan berwibawa.
“Karena sapi yang dibeli harus diberi nama, akhirnya yang terlintas di pikiran ya Abimanyu. Tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa,” katanya saat ditemui di kandang sapi Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Selasa (12/5/2026).
Sugeng menjelaskan, sapi berwarna cokelat tersebut memiliki ciri khas warna putih di bagian kaki sehingga tampak seperti mengenakan kaos kaki. Menurut dia, proses penentuan harga dilakukan melalui tahapan negosiasi dan mediasi yang tidak merugikan pihak peternak.
“Alhamdulillah proses tawar-menawar berjalan baik dan tidak merugikan peternak,” ungkapnya.
Ia juga menyebut masih memiliki stok sapi kurban lainnya untuk dijual, meski untuk sapi dengan bobot mendekati 1 ton saat ini sudah habis.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang M. Arief Edyanto mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah terkait penyaluran sapi bantuan presiden tersebut.
“Administrasi saat ini sedang diselesaikan. Data visual dan hasil wawancara peternak juga sudah dikirimkan ke Setpres,” jelasnya.
Ia menerangkan, sapi Abimanyu merupakan hasil persilangan atau crossbreed antara jenis Simental dan Limosin hanya genetiknya masih banyak Simentalnya dengan bobot mendekati 900 kilogram.
“Harga sapi tersebut tidak bisa disamakan dengan harga pasar umum karena memiliki performa dan bobot di atas standar sapi kurban biasa. Estimasi harganya sekitar Rp90 juta sampai Rp100 juta,” terangnya.
Selain itu, pihaknya memastikan kondisi kesehatan sapi dalam keadaan baik dan memenuhi syarat kurban.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi yang sehat, tidak ada cacat fisik, kaki normal, tanduk utuh, ekor lengkap, serta alat reproduksi juga normal,” pungkasnya.
Ia berharap, kondisi kesehatan dan bobot sapi terus terjaga hingga waktu penyerahan untuk pelaksanaan kurban Iduladha mendatang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)