Abimanyu Jadi Sapi Kurban Presiden RI Prabowo di Batang, Beratnya Hampir 1 Ton

Selasa, 12 Mei 2026 Jumadi Dibaca 820 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Abimanyu Jadi Sapi Kurban Presiden RI Prabowo di Batang, Beratnya Hampir 1 Ton
Sapi Abimanyu dipilih Presiden RI Prabowo Subianto untuk dijadikan hewan kurban di Kandang sapi Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Batang - Seekor sapi jantan jenis Simental milik peternak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah2026.

Batang - Seekor sapi jantan jenis Simental milik peternak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Sapi bernama Abimanyu milik Sugeng (47) itu memiliki bobot sekitar 900 kilogram dan diperkirakan mencapai hampir 1 ton saat hari raya kurban mendatang. Nilai sapi tersebut ditaksir berkisar Rp90 juta hingga Rp100 juta.

 Sugeng mengaku bersyukur dan bangga karena sapinya terpilih menjadi sapi kurban presiden. Nama Abimanyu diberikan secara spontan karena terinspirasi dari tokoh pewayangan yang dikenal gagah dan berwibawa.

“Karena sapi yang dibeli harus diberi nama, akhirnya yang terlintas di pikiran ya Abimanyu. Tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa,” katanya saat ditemui di kandang sapi Desa Karanganyar, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Selasa (12/5/2026).

Sugeng menjelaskan, sapi berwarna cokelat tersebut memiliki ciri khas warna putih di bagian kaki sehingga tampak seperti mengenakan kaos kaki. Menurut dia, proses penentuan harga dilakukan melalui tahapan negosiasi dan mediasi yang tidak merugikan pihak peternak.

“Alhamdulillah proses tawar-menawar berjalan baik dan tidak merugikan peternak,” ungkapnya.

Ia juga menyebut masih memiliki stok sapi kurban lainnya untuk dijual, meski untuk sapi dengan bobot mendekati 1 ton saat ini sudah habis.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang M. Arief Edyanto mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah terkait penyaluran sapi bantuan presiden tersebut.

“Administrasi saat ini sedang diselesaikan. Data visual dan hasil wawancara peternak juga sudah dikirimkan ke Setpres,” jelasnya.

Ia menerangkan, sapi Abimanyu merupakan hasil persilangan atau crossbreed antara jenis Simental dan Limosin hanya genetiknya masih banyak Simentalnya dengan bobot mendekati 900 kilogram.

“Harga sapi tersebut tidak bisa disamakan dengan harga pasar umum karena memiliki performa dan bobot di atas standar sapi kurban biasa. Estimasi harganya sekitar Rp90 juta sampai Rp100 juta,” terangnya.

Selain itu, pihaknya memastikan kondisi kesehatan sapi dalam keadaan baik dan memenuhi syarat kurban.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi yang sehat, tidak ada cacat fisik, kaki normal, tanduk utuh, ekor lengkap, serta alat reproduksi juga normal,” pungkasnya.

Ia berharap, kondisi kesehatan dan bobot sapi terus terjaga hingga waktu penyerahan untuk pelaksanaan kurban Iduladha mendatang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 186
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 161
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 149
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 605
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 84
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 99