Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 Mei 2026.
Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 Mei 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang Muhammad Fajri mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Batang, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung,” katanya saat ditemui di Kantor BPBD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kecuali untuk keperluan mendesak. Jika terjadi hujan deras dan angin kencang, sebaiknya tidak keluar rumah apabila tidak ada kepentingan yang sangat penting.
“Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi wilayah Jawa Tengah pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun pada siang hingga malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang yang tersebar tidak merata,” jelasnya.
Untuk wilayah pegunungan dan dataran tinggi, masyarakat diminta lebih waspada karena berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Selain itu, suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 55 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam,” terangnya.
BPBD juga mengingatkan potensi bencana lain seperti hujan es dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah rawan.
“Sementara itu, untuk wilayah perairan, tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berkisar 0,1 hingga 1,25 meter (kategori rendah), sedangkan di perairan selatan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang),” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Batang mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko bencana selama periode cuaca ekstrem ini. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)