Batang - Kabupaten Batang kini tengah merajut mimpi besar di panggung internasional. Bukan sekadar wacana, langkah nyata sedang diambil untuk menjalin ikatan "saudara kembar" atau Sister City dengan Kota Zhijiang (Sijang), Tiongkok.
Batang - Kabupaten Batang kini tengah merajut mimpi besar di panggung internasional. Bukan sekadar wacana, langkah nyata sedang diambil untuk menjalin ikatan "saudara kembar" atau Sister City dengan Kota Zhijiang (Sijang), Tiongkok.
Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator bagi Batang untuk bertransformasi dari sekadar wilayah transit menjadi pusat industri global yang tetap membumi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi menjelaskan, bahwa kerja sama ini lahir dari kemiripan "nadi" kehidupan kedua wilayah. Jika Batang memiliki garis pantai utara yang strategis, Zhijiang dibelah oleh kemegahan Sungai Yangtze yang menjadi jalur utama kapal pesiar dan logistik menuju Shanghai.
“Perjalanan menuju Sister City ini telah melewati proses administrasi yang panjang dan ketat. Setelah mendapatkan restu dari Kemendagri, prosesi penandatanganan Letter of Intent (LoI) telah dilakukan di Zhijiang pada Januari lalu oleh Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Walikota Zhijiang,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (5/5/2026).
Saat ini, Bupati tengah mengajukan persetujuan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kepada Mendagri sebagai dokumen final yang lebih mengikat. Dukungan politik di tingkat daerah pun sudah bulat. DPRD Batang melalui Komisi 1 telah memberikan persetujuan paripurna terhadap rencana kerja sama yang diproyeksikan berjalan selama lima tahun ke depan ini.
Kerja sama ini tidak dirancang searah, melainkan mengusung prinsip win-win solution. Ada empat sektor utama yang menjadi fokus pengembangan:
* Industri Hijau: Batang berambisi mengadopsi teknologi pengelolaan limbah dan sampah modern dari Zhijiang untuk memastikan pembangunan industri di Batang tetap selaras dengan pelestarian lingkungan.
* Diplomasi Budaya & UMKM: Produk lokal seperti Batik Rifaiyah akan diperkenalkan ke pasar Zhijiang. Sebaliknya, investasi dari perusahaan-perusahaan asal Zhijiang di KITB dan BIP akan terus didorong.
* Peningkatan Kualitas SDM: Ini menjadi poin krusial. Program ini mencakup beasiswa dan magang bagi warga Batang di perusahaan asal Zhijiang. Tujuannya jelas: meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal tanpa harus membebani APBD.
* Pariwisata: Pertukaran duta wisata dan budaya akan mewarnai perayaan ulang tahun kedua kota, menciptakan jembatan emosional antarwarga.
Meski membuka pintu bagi investasi asing, Pemerintah Kabupaten Batang tetap memasang pagar pelindung bagi kepentingan masyarakat lokal. Investasi yang masuk, seperti perusahaan Almet, diwajibkan memenuhi komitmen sosial dan ekonomi yang nyata.
“Pemerintah Kabupaten Batang menekankan bahwa investasi dari Sijang harus menyerap minimal 80% tenaga kerja lokal dan menjamin kondusivitas wilayah. Melalui langkah strategis ini, Batang bersiap mengikuti jejak Kota Semarang yang telah lebih dulu sukses dengan konsep Sister City,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)