Mandiri Secara Ekonomi, Desa di Batang Akan Terima Bagi Hasil 20 Persen dari KDMP

Selasa, 05 Mei 2026 Jumadi Dibaca 422 kali Ekonomi
Mandiri Secara Ekonomi, Desa di Batang Akan Terima Bagi Hasil 20 Persen dari KDMP
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Batang Haniyah menyampaikan, desa di Batang akan terima bagi hasil 20 Persen dari KDMP.
Batang Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang mulai menunjukkan geliat dengan merambah berbagai sektor usaha, mulai dari ritel sembako, distribusi LPG, hingga apotek desa. Namun, dari seluruh desa yang telah mengantongi izin, baru sekitar lima koperasi yang dinyatakan benar-benar aktif beroperasi secara optimal.

Batang – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Batang mulai menunjukkan geliat dengan merambah berbagai sektor usaha, mulai dari ritel sembako, distribusi LPG, hingga apotek desa. Namun, dari seluruh desa yang telah mengantongi izin, baru sekitar lima koperasi yang dinyatakan benar-benar aktif beroperasi secara optimal.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Batang Haniyah mengungkapkan, bahwa kendala utama di lapangan terletak pada keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan minimnya partisipasi warga.

“Pelatihan sudah kami lakukan. Namun dalam pelaksanaan usaha, ada koperasi yang sudah berjalan, tapi ada juga yang belum,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan pendampingan dari 25 tenaga business assistant, ditemukan bahwa banyak pengurus koperasi yang tidak bisa fokus karena memiliki pekerjaan utama di luar organisasi. Hal ini berdampak pada lambatnya akselerasi bisnis di tingkat desa.

“Selain masalah manajerial, jumlah anggota koperasi juga masih sangat terbatas. Sebagian besar KDMP di Batang saat ini hanya beranggotakan para pendiri awal tanpa adanya penambahan anggota baru dari masyarakat luas. Banyak koperasi yang anggotanya masih sebatas pendiri, rata-rata sembilan orang. Sosialisasi ke masyarakat juga belum terlalu masif,” jelasnya.

Padahal, KDMP dirancang untuk menjadi mesin baru bagi Pendapatan Asli Desa (PADes). Secara regulasi, koperasi diwajibkan menyetorkan imbal jasa kepada pemerintah desa minimal 20 persen dari keuntungan bersih setiap tahunnya.

“Imbal jasa itu nanti dicatat sebagai pendapatan desa yang sah dalam APBDes dan penggunaannya diputuskan melalui musyawarah desa,” ungkapnya.

Meski menghadapi tantangan, beberapa desa mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya adalah Desa Simpar yang berhasil mengembangkan sektor pertanian dan peternakan dengan produk unggulan telur.

Haniyah juga menekankan bahwa unit usaha KDMP tidak terbatas pada sektor dasar seperti toko atau minimarket saja, melainkan sangat terbuka bagi inovasi potensi lokal lainnya. Kalau desa punya potensi lain, itu bisa dikembangkan. Jadi tidak hanya usaha dasar saja.

“Ke depan, pemerintah daerah berharap penguatan internal pengurus menjadi prioritas utama agar KDMP tidak sekadar menjadi badan hukum formalitas, melainkan instrumen kesejahteraan warga. Kuncinya ada pada penguatan pengurus dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kalau itu berjalan, koperasi desa ini bisa berkembang pesat,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 47
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 67
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 56
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 58
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 96
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 138