Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi kelompok difabel dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Kantor Disnaker Batang, Kabupaten Batang, Senin (452026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi kelompok difabel dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Kantor Disnaker Batang, Kabupaten Batang, Senin (4/5/2026).
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, meminta perusahaan di wilayah Batang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan aturan, minimal 2 persen, tetapi kami minta setidaknya 1 persen dari setiap perusahaan bisa menyerap tenaga kerja dari kelompok difabel.
“Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan siap memfasilitasi peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja difabel melalui program pelatihan khusus. Jika ada kebutuhan peningkatan kompetensi, komunikasikan dengan Disnaker. Kami siapkan pelatihan melalui program Daker agar teman-teman difabel memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja,” jelasnya.
Selain mendorong inklusivitas tenaga kerja, Pemkab Batang juga tengah mengupayakan peningkatan kesejahteraan buruh melalui tiga program strategis, yakni penguatan transportasi publik, layanan kereta api, serta penyediaan perumahan bagi pekerja.
“Pertama, percepatan layanan Trans Jateng yang direncanakan melayani rute Weleri–Pekalongan. Layanan ini diharapkan memudahkan mobilitas pekerja menuju kawasan industri, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP),” terangnya.
Faiz juga metargetkan paling lambat 2028, atau semoga bisa lebih cepat pada 2027 sudah beroperasi. Kedua, pemerintah tengah melakukan proses negosiasi penyediaan layanan kereta api berbasis subsidi (Public Service Obligation/PSO) dengan tarif terjangkau.
“Rencananya akan ada layanan kereta dari Batang ke Stasiun Pelabuhan dengan tarif sekitar Rp5 ribu. Ini untuk mengurangi biaya transportasi sekaligus meningkatkan keselamatan pekerja,” ungkapnya.
Ketiga, Pemkab Batang juga mendorong penyediaan perumahan khusus bagi pekerja industri melalui skema rumah subsidi. Langkah ini diharapkan membantu buruh mendapatkan hunian layak dengan harga terjangkau.
“Dengan tiga program ini, kami ingin pekerja mendapatkan transportasi yang aman dan murah, serta akses perumahan yang terjangkau,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Batang Suprapto menjelaskan, program Daker (Data Karir) menjadi salah satu instrumen utama dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi pencari kerja.
“Program ini juga memberikan perhatian khusus bagi tenaga kerja disabilitas, termasuk menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan, seperti di bidang perkantoran dan teknologi informasi,” ujar dia.
Ia menambahkan, melalui program tersebut, pemerintah dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja sekaligus memastikan kesiapan sumber daya manusia lokal, termasuk dari kelompok difabel.
“Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Batang berharap tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, berkeadilan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)