Batang - Program pengumpulan minyak jelantah yang diinisiasi TP PKK Batang hingga masuk ke rekor MURI belum lama ini, merupakan hasil kolaborasi bersama PT. Gapura Mas Lestari (GML) dalam pengolahannya. Selain memberikan manfaat secara ekonomis, nyatanya kemanfaatan dari program tersebut adalah mampu membersihkan lingkungan dari limbah minyak jelantah.
Batang - Program pengumpulan minyak jelantah yang diinisiasi TP PKK Batang hingga masuk ke rekor MURI belum lama ini, merupakan hasil kolaborasi bersama PT. Gapura Mas Lestari (GML) dalam pengolahannya. Selain memberikan manfaat secara ekonomis, nyatanya kemanfaatan dari program tersebut adalah mampu membersihkan lingkungan dari limbah minyak jelantah.
Program tersebut mampu menarik perhatian MURI hingga memecahkan rekor pengumpulan minyak jelantah hingga 11 ribu liter dari seluruh unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Batang.
Perwakilan Purchasing GML, Dhika Dwi Chandra menerangkan, apabila dihitung secara ekonomi secara keseluruhan dapat mendatangkan keuntungan yang cukup banyak.
“Dari 11 ribu liter yang terkumpul bisa dirupiahkan sebanyak Rp80 juta. Namun sebetulnya nilai kemanfaatannya lebih dari itu, yakni selain menjaga alam lebih lestari, hasil pengolahannya bisa dimanfaatkan jadi bahan bakar pesawat terbang berupa Bioavtur yang lebih ramah lingkungan,” katanya, saat memantau di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (13/4/2026).
Setelah seluruhnya terkumpul, proses pengolahan akan dilakukan di Semarang hingga dapat diekspor ke beberapa negara termasuk dimanfaatkan di dalam negeri. Biasanya Bioavtur kami ekspor ke Eropa, sebagian Singapura dan Korea.
Hingga saat ini sejumlah instansi telah mengumpulkan untuk mendukung pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan bakar ramah lingkungan sekaligus mendatangkan keuntungan.
“Hari ini instansi terbanyak Bidang Pendidikan SMP yang mampu mengumpulkan sebanyak 1.200 liter. Jika dirupiahkan mencapai Rp9 juta, sedangkan per liternya dihargai Rp7 ribu,” jelasnya.
Respons positif ditunjukkan Staf Disperpuska Batang, Sawal yang memandang nilai kemanfaatan limbah minyak jelantah dirasakan oleh alam maupun masyarakat.
“Yang pasti selain mendatangkan cuan, alam jadi lebih bersih bebas dari minyak jelantah yang tiap hari dihasilkan rumah tangga, alhamdulillah bisa terkumpul 41 liter,” ungkapnya.
Ia mendukung dan bersyukur pengumpulan minyak jelantah belum lama ini, berhasil memecahkan rekor MURI.
“Semoga setelah ini ada tim dari Pemda yang membantu pengumpulannya biar rumah bersih dari limbah jelantah dan dapat cuan lagi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)